Sungai Penuh. iNBrita.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sungai Penuh terus mempercepat penanganan Tuberkulosis (TB). Langkah ini mendukung target pemerintah untuk mewujudkan Indonesia bebas TB pada 2030.
Selain itu, Dinkes memperkuat deteksi dini di seluruh fasilitas kesehatan. Petugas juga melacak kontak erat pasien, meningkatkan pemeriksaan laboratorium, dan memastikan setiap pasien menjalani pengobatan hingga tuntas.
Penanganan TB Mengacu pada Kebijakan Nasional
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh, Yefrizal, mengatakan percepatan penanganan TB mengacu pada Peraturan Presiden tentang Penanggulangan Tuberkulosis.
Menurut Yefrizal, seluruh pemerintah daerah harus menekan angka penularan. Pemerintah daerah juga perlu meningkatkan keberhasilan pengobatan agar target eliminasi TB dapat tercapai.
“Target pemerintah adalah Indonesia bebas Tuberkulosis pada tahun 2030. Oleh karena itu, kami terus memperkuat penemuan kasus secara aktif. Kami juga mempercepat diagnosis dan memastikan seluruh pasien menjalani pengobatan hingga sembuh,” ujar Yefrizal, Selasa (21/7/2026).
Ratusan Kasus Ditemukan
Dinkes Kota Sungai Penuh mencatat 432 kasus Tuberkulosis sepanjang 2025. Sementara itu, petugas kesehatan menemukan 174 kasus hingga pertengahan 2026.
Dinkes terus memantau seluruh pasien. Petugas juga memberikan pendampingan selama masa pengobatan agar pasien tetap patuh mengonsumsi obat.
Dengan langkah tersebut, Dinkes berharap dapat menekan penyebaran TB. Penyakit ini masih berpotensi menular di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Edukasi dan Pengobatan Menjadi Kunci
Selain melakukan penanganan medis, Dinkes terus mengedukasi masyarakat tentang gejala TB. Masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami batuk lebih dari dua minggu, demam, penurunan berat badan, atau berkeringat pada malam hari.
Yefrizal menegaskan bahwa setiap pasien harus menjalani pengobatan secara rutin selama enam hingga sembilan bulan. Lama pengobatan menyesuaikan kondisi masing-masing pasien.
Menurutnya, kepatuhan mengonsumsi obat menjadi kunci utama untuk mencapai kesembuhan. Langkah itu juga mencegah munculnya TB resistan obat.
“Dengan pengobatan yang lengkap dan teratur, pasien memiliki peluang sembuh yang sangat tinggi. Mereka juga dapat mengurangi risiko menularkan penyakit kepada orang lain,” katanya.
Dinkes Ajak Masyarakat Deteksi Dini
Pada akhirnya, Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh mengajak masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan apabila mengalami gejala TB.
Melalui deteksi dini, pengobatan yang tepat, dan dukungan masyarakat, Dinkes optimistis dapat menekan angka kasus Tuberkulosis. Upaya tersebut sekaligus mendukung target Indonesia bebas TB pada 2030.
(annisa)









