Jakarta , iNBrita.com – Perubahan pola makan dan minum selama Ramadan sering kali memengaruhi kondisi kulit secara langsung. Akibatnya, banyak orang merasakan kulit menjadi lebih kering, kusam, hingga tampak kurang segar. Kondisi ini muncul karena tubuh tidak mendapatkan asupan cairan dalam waktu lama, sehingga hidrasi kulit ikut menurun.
Selain itu, ketika seseorang tidak memenuhi kebutuhan cairan saat sahur dan berbuka, kulit menjadi bagian tubuh yang paling cepat menunjukkan tanda dehidrasi.
Dokter spesialis kulit, dr. Amanda Nandi Wardani, BMedSc(Hons), Sp.D.V.E, menjelaskan beberapa langkah sederhana yang bisa membantu menjaga kulit tetap sehat dan bercahaya selama puasa.
Penuhi Kebutuhan Cairan
Pertama, setiap orang perlu memenuhi kebutuhan cairan harian. Tubuh membutuhkan sekitar 2 hingga 2,5 liter air per hari. Untuk itu, masyarakat bisa menerapkan pola 2-4-2, yaitu dua gelas saat sahur, empat gelas setelah berbuka hingga malam, dan dua gelas sebelum tidur. Dengan demikian, pola ini membantu tubuh tetap terhidrasi meski tidak minum sepanjang hari.
Batasi Minuman Diuretik
Selanjutnya, masyarakat sebaiknya mengurangi konsumsi minuman diuretik seperti kopi dan teh. Minuman ini dapat meningkatkan pengeluaran cairan dari tubuh, sehingga mempercepat dehidrasi. Meski demikian, seseorang tetap boleh mengonsumsinya sesekali selama tidak berlebihan dan tidak menggantikan air putih.
Konsumsi Buah dan Sayuran
Selain itu, seseorang juga bisa memenuhi kebutuhan cairan melalui makanan. Buah dan sayuran mengandung kadar air tinggi yang membantu menjaga hidrasi tubuh. Oleh karena itu, dengan rutin mengonsumsinya, tubuh mendapatkan tambahan cairan dari dalam.
Jaga Kualitas Tidur
Di samping itu, setiap orang perlu menjaga pola tidur selama Ramadan. Aktivitas sahur dan ibadah sering mengurangi waktu istirahat. Padahal, tubuh membutuhkan waktu tidur sekitar 6 hingga 8 jam setiap hari. Dengan begitu, kulit dapat melakukan regenerasi dengan baik sehingga tetap sehat dan tidak terlihat lelah.
Gunakan Pelembap Secara Rutin
Terakhir, seseorang perlu merawat kulit dari luar secara rutin. Penggunaan pelembap dapat membantu mengunci kelembapan di lapisan kulit. Produk dengan kandungan hyaluron mampu membantu mengikat air di dalam kulit. Oleh sebab itu, dengan mengaplikasikan pelembap secara berkala, misalnya setelah beraktivitas atau setelah berwudu, kulit tetap terjaga kelembapannya sepanjang hari.
Kesimpulannya, dengan menerapkan kebiasaan sehat—mulai dari memenuhi cairan, menjaga pola makan, hingga merawat kulit—setiap orang dapat menjaga kulit tetap lembap dan glowing selama Ramadan.
(eny)









