FIFA Waspadai Ancaman Cuaca Ekstrem Piala Dunia 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026 - 03:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Piala Dunia 2026 dihantui suhu panas ekstrem. (Foto: Richard Heathcote/Getty Images)

Piala Dunia 2026 dihantui suhu panas ekstrem. (Foto: Richard Heathcote/Getty Images)

Jakarta , iNBrita.comPiala Dunia FIFA 2026 menghadapi tantangan besar di luar lapangan. Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko akan menjadi tuan rumah turnamen tersebut. Namun, suhu panas ekstrem diperkirakan mengancam kesehatan pemain dan penonton selama kompetisi berlangsung.

Laporan terbaru World Weather Attribution (WWA) menunjukkan suhu panas berbahaya berpotensi menyelimuti sekitar 25 persen pertandingan. Artinya, satu dari setiap empat laga dapat berlangsung dalam kondisi yang melampaui batas aman bagi tubuh manusia. Karena itu, penyelenggara perlu meningkatkan langkah antisipasi sejak dini.

Selain itu, para peneliti menemukan peluang terjadinya stres panas hampir dua kali lebih tinggi dibandingkan Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Kenaikan suhu global dalam beberapa dekade terakhir menjadi salah satu penyebab utama kondisi tersebut.

Risiko Stres Panas Meningkat

Para ilmuwan menggunakan indikator Wet Bulb Globe Temperature (WBGT) untuk mengukur tingkat bahaya panas. Indikator ini memberikan hasil yang lebih akurat dibandingkan termometer biasa. WBGT menghitung suhu udara, kelembapan, radiasi matahari, dan kecepatan angin secara bersamaan.

FIFPro menetapkan indeks WBGT 26 derajat Celsius sebagai batas awal penerapan langkah pendinginan tambahan. Pada level ini, panitia harus meningkatkan pasokan cairan dan fasilitas pendinginan bagi pemain.

Baca Juga :  Kemenkes Pastikan Indonesia Masih Bebas Virus Nipah

Ketika indeks mencapai 28 derajat Celsius, risiko sengatan panas meningkat tajam. Karena itu, FIFPro merekomendasikan panitia untuk menunda atau menghentikan pertandingan demi menjaga keselamatan pemain.

Sejumlah Kota Tuan Rumah Masuk Zona Risiko

Beberapa kota tuan rumah diperkirakan menghadapi ancaman panas paling tinggi selama turnamen berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Kota-kota tersebut meliputi Miami, Dallas, Houston, Kansas City, dan Philadelphia.

Selain itu, Atlanta, Boston, New York, serta Monterrey di Meksiko juga berpotensi mengalami suhu yang melebihi ambang batas aman. Kondisi tersebut dapat memengaruhi performa pemain dan kenyamanan penonton.

Juru bicara Badan Meteorologi Negara Spanyol, Rubén del Campo, menjelaskan bahwa suhu rata-rata global telah meningkat sekitar 0,5 hingga 0,7 derajat Celsius sejak 1994. Meski angkanya terlihat kecil, kenaikan tersebut memicu gelombang panas yang lebih sering dan lebih intens di berbagai wilayah dunia.

Stadion Berisiko Tinggi Picu Stres Panas

Studi yang terbit dalam jurnal Scientific Reports mengungkapkan bahwa 10 dari 16 stadion tuan rumah memiliki risiko sangat tinggi memicu stres panas. Temuan tersebut menambah kekhawatiran menjelang pelaksanaan turnamen.

Baca Juga :  Manfaat Petai Mentah untuk Kesehatan Tubuh Secara Alami

Stadion Arlington dan Houston di Texas termasuk lokasi dengan tingkat kerawanan tertinggi. Stadion BBVA di Monterrey juga masuk dalam daftar stadion yang menghadapi risiko besar.

Direktur Institut Penelitian Olahraga Canberra University, Julien Périard, menilai ancaman sebenarnya bisa lebih besar. Menurutnya, perhitungan saat ini belum memasukkan panas yang dihasilkan tubuh saat berolahraga intensitas tinggi. Selain itu, penggunaan jersey juga dapat menghambat penguapan keringat yang berfungsi mendinginkan tubuh.

Pakar Desak FIFA Tingkatkan Langkah Pencegahan

Sebagai respons, FIFA akan menerapkan jeda hidrasi wajib selama tiga menit pada setiap babak pertandingan. Langkah ini bertujuan membantu pemain menjaga kondisi tubuh saat bertanding dalam cuaca panas.

Namun, sejumlah pakar kesehatan menilai kebijakan tersebut belum cukup. Mereka meminta FIFA dan panitia pelaksana menerapkan langkah yang lebih menyeluruh.

Para ahli mengusulkan pengurangan durasi pemanasan di area terbuka. Mereka juga mendorong peningkatan kapasitas sistem pendingin stadion. Selain itu, mereka meminta penambahan tim medis siaga untuk menangani keadaan darurat akibat paparan panas ekstrem selama turnamen berlangsung.

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Budi Gunadi Pastikan Tarif BPJS Kesehatan Tidak Naik
Tanda Kekurangan Kalsium yang Sering Tidak Disadari
Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker Payudara pada Perempuan
Minum Kopi Rutin Turunkan Risiko Penyakit Hati Kronis
5 Minuman Malam Hari Bantu Tidur Nyenyak Tanpa Obat
Bayi Berkeringat Saat Menyusu Waspadai Gangguan Jantung
Kenali 5 Gejala Awal Penyakit Ginjal Sebelum Terlambat
Dokter Harvard Peringatkan Bahaya 6 Makanan Pemicu Kanker
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Budi Gunadi Pastikan Tarif BPJS Kesehatan Tidak Naik

Kamis, 30 Juli 2026 - 23:00 WIB

Tanda Kekurangan Kalsium yang Sering Tidak Disadari

Rabu, 22 Juli 2026 - 03:00 WIB

Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker Payudara pada Perempuan

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:00 WIB

Minum Kopi Rutin Turunkan Risiko Penyakit Hati Kronis

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:00 WIB

5 Minuman Malam Hari Bantu Tidur Nyenyak Tanpa Obat

Berita Terbaru

Foto: Dok. Kemensos

Nasional

Kemensos Kirim 48 Ton Beras untuk Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agu 2026 - 20:00 WIB

Ilustrasi layanan BPJS Kesehatan dan penguatan fasilitas rumah sakit di Indonesia.

Kesehatan

Budi Gunadi Pastikan Tarif BPJS Kesehatan Tidak Naik

Sabtu, 15 Agu 2026 - 20:00 WIB

Wali Kota Alfin menyerahkan bansos kepada panti asuhan.

SUNGAI PENUH

Sambut HUT ke-81 RI, Pemkot Sungai Penuh Salurkan Bansos

Sabtu, 15 Agu 2026 - 16:00 WIB

Ketua DPRD Sungai Penuh Hutri Randa memimpin Rapat Paripurna HUT RI ke-81.

SUNGAI PENUH

DPRD Sungai Penuh Simak Pidato Presiden Jelang HUT RI 81

Sabtu, 15 Agu 2026 - 15:00 WIB

Gerai KDMP Desa Wonokerto yang kini berkembang menjadi ritel modern.(Foto : Kompas.com/MOH.ANAS)

Ekonomi

Modal Rp2 Juta, KDMP Raup Omzet Rp260 Juta

Jumat, 14 Agu 2026 - 20:00 WIB