Bahaya Mikroplastik dari Dapur Ancam Kesehatan Keluarga

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 21 Juni 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi kantong teh celup. (Freepik)

Foto: Ilustrasi kantong teh celup. (Freepik)

Jakarta, iNBrita.com  – Para peneliti di berbagai negara terus menyoroti ancaman mikroplastik yang semakin mengkhawatirkan. Meski berukuran sangat kecil dan sulit terlihat oleh mata manusia, partikel plastik berukuran kurang dari 5 milimeter itu dapat masuk ke dalam tubuh dan memicu berbagai gangguan kesehatan.

Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa mikroplastik tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga menumpuk di berbagai organ tubuh manusia. Karena itu, para ahli semakin khawatir terhadap dampak paparan jangka panjang yang berpotensi memicu berbagai penyakit kronis.

Pada Februari 2025, tim peneliti menemukan penumpukan mikroplastik di jaringan tubuh manusia. Melalui temuan tersebut, mereka mengungkap kemungkinan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan stroke.

Mikroplastik Ancam Kesehatan Manusia

Selain itu, para ilmuwan memperkirakan manusia menghirup hingga 22 juta partikel mikroplastik dan nanoplastik setiap tahun.

Lebih lanjut, berbagai penelitian menunjukkan bahwa mikroplastik memicu peradangan jaringan, merusak sel, dan mengganggu fungsi organ penting seperti paru-paru serta hati. Bahkan, sejumlah penelitian pada hewan memperlihatkan bahwa mikroplastik dapat merusak DNA dan meningkatkan risiko kanker.

Barang Dapur yang Menjadi Sumber Mikroplastik

Peralatan masak antilengket menjadi salah satu sumber yang perlu diwaspadai. Ketika lapisan teflon mengalami goresan atau kerusakan, permukaan tersebut melepaskan jutaan partikel mikroplastik ke dalam makanan saat proses memasak berlangsung.

Selain itu, wadah makanan berbahan plastik juga berpotensi melepaskan partikel mikroplastik ketika bersentuhan dengan makanan atau minuman panas. Oleh sebab itu, penggunaan wadah plastik untuk makanan panas perlu dibatasi.

Selanjutnya, sendok, garpu, dan peralatan makan plastik dapat mengeluarkan partikel mikroplastik saat digunakan untuk menyantap makanan bersuhu tinggi. Akibatnya, partikel tersebut ikut masuk ke dalam tubuh bersama makanan.

Tak hanya itu, sejumlah produsen kantong teh modern menggunakan bahan polypropylene dalam produknya. Saat konsumen menyeduh teh dengan air panas, bahan tersebut dapat melepaskan miliaran partikel mikroplastik ke dalam minuman.

Di sisi lain, kemasan plastik pada rempah-rempah juga berpotensi mencemari isi produk dengan mikroplastik. Sementara itu, sedotan plastik dapat melepaskan mikroplastik dan nanoplastik yang berisiko masuk ke dalam tubuh saat digunakan.

Selain sedotan plastik, lapisan bagian dalam kaleng makanan juga masih mengandung material berbasis plastik. Meskipun banyak produsen sudah meninggalkan penggunaan BPA, mereka masih menggunakan bahan pelapis lain yang berpotensi menghasilkan mikroplastik.

Cara Mengurangi Paparan Mikroplastik

Untuk mengurangi paparan mikroplastik, masyarakat dapat mulai mengubah kebiasaan sederhana di rumah. Misalnya, mereka dapat menggunakan peralatan memasak berbahan baja tahan karat, besi cor, atau kayu sebagai pengganti produk berbahan plastik.

Kemudian, masyarakat dapat memilih wadah makanan berbahan kaca atau keramik untuk menyimpan makanan dan minuman.

Di samping itu, masyarakat dapat memperbanyak konsumsi makanan segar atau makanan beku untuk mengurangi ketergantungan pada produk makanan kalengan.

Kesadaran Jadi Kunci Pencegahan

Pada akhirnya, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap bahaya mikroplastik dapat mendorong perubahan pola hidup yang lebih sehat. Dengan menerapkan langkah-langkah sederhana tersebut, masyarakat dapat mengurangi paparan mikroplastik sekaligus menjaga kesehatan dan lingkungan.

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cara Menjaga Berat Badan Tanpa Menyiksa Diri Sendiri
Lari Rutin Bantu Jaga Kebugaran dan Kesehatan Tubuh
Sering Buang Air Kecil Malam? Ini Penyebabnya
Kursi Ergonomis Bantu Nyaman Bekerja,Tingkatkan Produktivitas
Pneumonia Saat Haji, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya
Guruh Soekarnoputra Berpulang, Pernah Jalani Perawatan Jantung
Jangan Timbang Berat Badan Setiap Hari, Ini Alasannya
Tips Menjaga Kesehatan Otak dari Risiko Parkinson
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Cara Menjaga Berat Badan Tanpa Menyiksa Diri Sendiri

Rabu, 30 September 2026 - 09:00 WIB

Lari Rutin Bantu Jaga Kebugaran dan Kesehatan Tubuh

Senin, 28 September 2026 - 02:00 WIB

Sering Buang Air Kecil Malam? Ini Penyebabnya

Minggu, 27 September 2026 - 23:00 WIB

Kursi Ergonomis Bantu Nyaman Bekerja,Tingkatkan Produktivitas

Minggu, 27 September 2026 - 16:00 WIB

Pneumonia Saat Haji, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

Berita Terbaru

Cara Atasi Rayap di Rumah. (AI Generated)

Pendidikan

8 Cara Membasmi Rayap di Rumah Secara Efektif

Jumat, 2 Okt 2026 - 03:00 WIB

Cara sederhana menjaga nasi tetap segar, pulen, dan tidak cepat kering.

Kuliner

7 Cara Menyimpan Nasi agar Tidak Cepat Basi

Jumat, 2 Okt 2026 - 02:00 WIB

Ilustrasi Game Free Fire.

Game

10 Kode Redeem Free Fire Oktober 2026 Masih Aktif

Jumat, 2 Okt 2026 - 01:00 WIB

Timnas Indonesia lolos ke final ASEAN Cup 2026.

Nasional

Indonesia vs Thailand: Jadwal Final ASEAN Cup 2026

Jumat, 2 Okt 2026 - 00:00 WIB

Nasi goreng petai khas Cafe Annisa, Sungai Penuh.

Kuliner

Rekomendasi Kuliner Sungai Penuh, Nasi Goreng Petai Annisa

Kamis, 1 Okt 2026 - 23:00 WIB