Home / Travel

Selasa, 7 April 2026 - 20:00 WIB

Pariwisata Indonesia Terdampak Kenaikan Harga Tiket Pesawat

Ilustrasi pesawat (Unsplash/Gary Lopater)

Ilustrasi pesawat (Unsplash/Gary Lopater)

Jakarta ,iNBrita.com – Ketegangan perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran mendorong kenaikan harga tiket pesawat. Akibatnya, sektor pariwisata domestik akan terdampak secara signifikan.

Profesor Azril Azhari, pakar kebijakan publik pariwisata, menjelaskan bahwa harga tiket meningkat karena maskapai menghadapi biaya avtur yang tinggi, sementara daya beli masyarakat menurun. Oleh karena itu, ia menegaskan, harga tiket hanya bisa turun jika harga avtur ikut turun.

Selain itu, maskapai asing memilih transit di negara lain dengan biaya avtur lebih murah, sehingga rute domestik lewat Singapura atau Malaysia kadang lebih hemat. Dengan kata lain, wisatawan sering menyesuaikan rute perjalanan agar lebih terjangkau.

Baca juga :   Dua Hotel Indonesia Masuk Daftar Hotel Terbaik Dunia

Tekanan harga akan semakin berat karena pemerintah dan maskapai harus mulai menggunakan Sustainable Aviation Fuel (SAF) secara global mulai 2026. Dengan demikian, bahan bakar ramah lingkungan ini bisa enam sampai sepuluh kali lebih mahal dibanding avtur biasa. Selain itu, Azril memprediksi hingga 2030, biaya penerbangan akan terus naik sehingga pemerintah sulit menekan harga tiket.

Akibatnya, banyak wisatawan menunda perjalanan jauh dan memilih liburan dekat rumah. Di sisi lain, kunjungan ke destinasi populer seperti Bali, Labuan Bajo, dan Raja Ampat mulai menurun. Selain itu, mahalnya biaya hidup mendorong masyarakat lebih selektif dalam membelanjakan uang untuk rekreasi.

Baca juga :   EA Sports Rilis Kode Redeem FC Mobile 2026

Fenomena ekonomi bayangan memperparah kondisi sektor pariwisata. Meski demikian, meskipun jumlah wisatawan terlihat tinggi, hotel resmi di Bali hanya terisi sekitar 60 persen sehingga kontribusi ekonomi belum optimal. Dengan kata lain, sektor pariwisata belum menyerap potensi ekonominya secara maksimal.

Azril menekankan, seiring dengan itu, jika kondisi ini berlanjut, sektor pariwisata Indonesia akan kehilangan daya saing, baik dari sisi harga maupun kontribusi ekonomi. Oleh sebab itu, pemerintah dan pelaku industri perlu segera mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas pariwisata.

(eny)

Berita ini 9 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Landasan Bandara Sultan Thaha Jambi dengan pesawat yang sedang bersiap lepas landas dan aktivitas operasional bandara.

Travel

Jadwal Pesawat Jambi Kerinci Harga Tiket Rp500 Ribuan
Wisatawan berdiri di menara pandang dengan tangga melingkar di Bukit Khayangan, Kota Sungai Penuh, di bawah langit cerah.

Travel

Bukit Khayangan Tawarkan Pesona Negeri di Atas Awan
Pemandangan Danau Kembar di Solok yang berdampingan di kawasan perbukitan.

Travel

Legenda Danau Kembar Jadi Daya Tarik Solok
Air terjun dadakan muncul di Sembalun, Lombok Timur, NTB, setelah hujan deras, menghadirkan pemandangan hijau yang menyejukkan dan memukau.

Travel

Air Terjun Dadakan Sembalun Hadirkan Pemandangan Hijau
Wisatawan menikmati pemandangan Bukit Khayangan dengan latar Gunung Kerinci di Sungai Penuh-Jambi

Travel

Bukit Khayangan Ramai Dikunjungi Saat Libur Lebaran
Pemandangan Danau Duo di Desa Lempur dengan tanjung yang muncul saat air surut.

Travel

Danau Duo: Surga Tersembunyi di Kaki Gunung Batuah
Ilustrasi pilot mengoperasikan kokpit pesawat saat penerbangan

Travel

Dunia Penerbangan: Fakta Menarik Pilot Terbongkar
Rumah adat masyarakat Baduy di Desa Kanekes, Lebak, Banten

Travel

Tokoh Baduy Tegaskan Larangan Drone bagi Wisatawan