Mengapa FIFA Larang Nama Sponsor Stadion Piala Dunia

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampilan San Francisco Bay Arena, nama sementara Levi's Stadium selama Piala Dunia 2026, di Santa Clara, California, AS, pada 7 Juni 2026. (AFP/Josh Edelson)

Tampilan San Francisco Bay Arena, nama sementara Levi's Stadium selama Piala Dunia 2026, di Santa Clara, California, AS, pada 7 Juni 2026. (AFP/Josh Edelson)

Nama Stadion Mendadak Berubah di Piala Dunia 2026, Ini Alasannya

Los  Angeles , iNBrita.com — Piala Dunia 2026 menghadirkan pemandangan yang tidak biasa bagi para penggemar sepak bola di Amerika Serikat. Saat laga pembuka berlangsung di Los Angeles pada 12 Juni 2026, banyak penonton bertanya-tanya mengapa venue yang selama ini mereka kenal sebagai SoFi Stadium tiba-tiba menggunakan nama “Los Angeles Stadium”.

Namun, perubahan nama tersebut bukan terjadi karena kesalahan atau keputusan mendadak. Sebaliknya, FIFA menerapkan kebijakan clean stadium atau stadion bersih yang melarang penyelenggara menampilkan merek perusahaan non-sponsor resmi di area pertandingan Piala Dunia.

FIFA Hapus Nama Sponsor dari Stadion

Akibat kebijakan tersebut, pengelola sejumlah stadion harus menanggalkan nama komersial yang selama ini melekat pada venue mereka. SoFi Stadium, misalnya, berubah menjadi Los Angeles Stadium. Sementara itu, MetLife Stadium menggunakan nama New York New Jersey Stadium, sedangkan NRG Stadium berganti menjadi Houston Stadium selama turnamen berlangsung.

Di satu sisi, kebijakan ini membantu FIFA menjaga eksklusivitas bagi para sponsor resminya. Namun di sisi lain, aturan tersebut membuat sejumlah perusahaan kehilangan eksposur yang telah mereka bayar melalui kesepakatan hak penamaan stadion bernilai ratusan juta dolar AS.

Rick Burton, Profesor Emeritus dari Falk College of Sport, Universitas Syracuse, menilai para sponsor tidak memiliki banyak ruang untuk menolak kebijakan tersebut. Menurutnya, mereka pada akhirnya harus menerima aturan yang menjadi bagian dari penyelenggaraan Piala Dunia.

Lebih lanjut, Burton menjelaskan bahwa situasi ini lebih menonjol dibandingkan edisi sebelumnya di Qatar. Saat itu, penyelenggara membangun banyak stadion khusus untuk turnamen sehingga isu hak penamaan tidak terlalu mencuri perhatian. Sebaliknya, penyelenggara Piala Dunia 2026 memanfaatkan stadion-stadion yang telah lama beroperasi dan memiliki identitas komersial yang kuat di tengah masyarakat.

BC Place Jadi Pengecualian

Meski sebagian besar venue harus menyesuaikan nama mereka, BC Place di Vancouver menjadi pengecualian. Stadion tersebut tidak terdampak oleh kebijakan penggantian nama sementara.

Mengenai hal itu, FIFA menjelaskan bahwa mereka menyesuaikan nama resmi stadion dengan nama kota tuan rumah. Karena alasan tersebut, nama yang muncul selama turnamen bisa berbeda dari sebutan yang biasa digunakan masyarakat setempat.

Logo Mercedes-Benz Tetap Bertahan

Meskipun demikian, tidak semua stadion dapat menerapkan aturan stadion bersih secara penuh. Pengelola Stadion Mercedes-Benz di Atlanta, misalnya, menghadapi kendala teknis saat berusaha menutupi logo perusahaan yang terpasang di bagian atap.

Desain atap stadion yang terdiri atas delapan panel raksasa bergerak menyerupai lensa kamera membuat proses penutupan logo menjadi sangat rumit. Jika pengelola memaksakan penutupan logo, mereka berisiko mengganggu fungsi maupun struktur bangunan. Karena itu, FIFA memberikan pengecualian dan mengizinkan logo Mercedes-Benz tetap terlihat selama turnamen berlangsung.

FIFA menegaskan bahwa mereka terus bekerja sama dengan otoritas stadion dan kota tuan rumah untuk menerapkan perlindungan merek. Pada saat yang sama, mereka juga mempertimbangkan kondisi infrastruktur serta kebutuhan operasional yang berbeda di setiap venue.

Lumen Pilih Menanggapi dengan Humor

Sementara itu, perusahaan telekomunikasi Lumen memilih merespons situasi serupa dengan pendekatan yang lebih santai. Alih-alih mempermasalahkan aturan tersebut, perusahaan itu justru memproduksi video humor yang menyoroti upaya penyembunyian merek di stadion.

Dalam video tersebut, Kepala Strategi dan Pemasaran Lumen, Ryan Asdourian, berkeliling stadion sambil mencari logo perusahaan yang seharusnya tidak terlihat selama Piala Dunia. Akan tetapi, logo tersebut justru muncul dengan jelas di berbagai sudut stadion.

Melalui video itu, Lumen berhasil mengubah situasi yang berpotensi merugikan menjadi sarana promosi yang kreatif.

SoFi Stadium Bersiap Hadapi Olimpiade 2028

Ke depan, pengelola stadion kemungkinan masih harus menghadapi aturan serupa. Sebagai contoh, SoFi Stadium diperkirakan kembali menyingkirkan identitas sponsornya saat menjadi tuan rumah upacara pembukaan Olimpiade Musim Panas Los Angeles 2028.

Pasalnya, penyelenggara Olimpiade juga menerapkan kebijakan perlindungan merek yang membatasi eksposur perusahaan di luar daftar sponsor resmi.

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemancing Jerman Tangkap Lele Raksasa, Samai Rekor Dunia
Hamza Abdelkarim Cetak Gol, Barcelona Buka Peluang Tim Utama
Prabowo dan Sekjen PBB Bahas Palestina serta Reformasi Global
Megawati Hangestri Jadi Kunci Kebangkitan Hyundai Hillstate
Megawati Cetak 14 Poin, Hyundai Hillstate Tumbang Telak
Ronaldo Cium Lambang Arab Saudi, Gesturnya Jadi Sorotan Dunia
Robert Hall dan Michael Woodford Raih Nobel Ekonomi 2026
Serangan Houthi di Bandara Riyadh Tewaskan 13 Orang
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 04:00 WIB

Pemancing Jerman Tangkap Lele Raksasa, Samai Rekor Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Hamza Abdelkarim Cetak Gol, Barcelona Buka Peluang Tim Utama

Senin, 19 Oktober 2026 - 05:00 WIB

Prabowo dan Sekjen PBB Bahas Palestina serta Reformasi Global

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Megawati Hangestri Jadi Kunci Kebangkitan Hyundai Hillstate

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:00 WIB

Megawati Cetak 14 Poin, Hyundai Hillstate Tumbang Telak

Berita Terbaru

IDX Commodity 20 menjadi indeks acuan baru bagi investor saham komoditas.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

IDX Commodity 20 Resmi Diluncurkan, Ini Daftar Sahamnya

Jumat, 30 Okt 2026 - 17:00 WIB

 Ilustrasi perdagangan saham dan pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Rekomendasi Saham Hari Ini, IHSG Berpeluang Rebound Jumat

Jumat, 30 Okt 2026 - 16:00 WIB

Rupiah menguat ke Rp18.123 per dolar AS setelah investor merespons sinyal dovish The Fed.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Rupiah Menguat ke Rp18.123, Ini Sentimen Penggerak Dolar

Jumat, 30 Okt 2026 - 15:00 WIB

Daftar harga emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Antam, UBS, Galeri24

Jumat, 30 Okt 2026 - 14:00 WIB

Harga emas Antam turun Rp 13.000 per gram pada Jumat (30/10/2026).(Foto : Liputan6.com/Johan Tallo)

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 13.000

Jumat, 30 Okt 2026 - 13:00 WIB