Jakarta, iNBrita.com — Penyakit Ginjal Kronis (CKD) berkembang secara perlahan tanpa menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal. Kondisi ini membuat banyak orang baru menyadari kerusakan ginjal saat sudah memasuki tahap lanjut.
Rosnawati Yahya menjelaskan bahwa CKD pada tiga stadium awal biasanya tidak menimbulkan keluhan. Karena itu, seseorang yang menunggu gejala ginjal muncul sering kali terlambat mendapatkan penanganan.
Penyebab Utama Penyakit Ginjal
Gangguan metabolik menjadi penyebab utama CKD.
- Diabetes merusak pembuluh darah kecil di ginjal
- Hipertensi meningkatkan tekanan pada organ ginjal
Kedua kondisi ini secara aktif mempercepat penurunan fungsi ginjal.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Penderita CKD sering mengalami gejala ringan yang tampak seperti keluhan biasa, seperti:
- Tubuh mudah lelah dan terasa lemas
- Frekuensi buang air kecil meningkat di malam hari
- Pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau wajah
Banyak wanita menganggap gejala tersebut sebagai akibat stres, penuaan, atau perubahan hormon, sehingga mereka tidak segera memeriksakan diri.
Faktor Risiko pada Wanita
Beberapa kondisi meningkatkan risiko CKD pada wanita:
- Lupus Eritematosus Sistemik dapat menyerang ginjal secara langsung
- Komplikasi kehamilan seperti preeklampsia dan diabetes gestasional meningkatkan risiko di kemudian hari
- Sindrom Ovarium Polikistik memicu resistensi insulin, obesitas, dan gangguan metabolik
Selain itu, dokter perlu menafsirkan hasil kreatinin dengan cermat pada wanita, karena massa otot yang lebih rendah dapat menyamarkan penurunan fungsi ginjal.
Langkah Deteksi Dini
Setiap orang, terutama yang memiliki faktor risiko, perlu melakukan pemeriksaan rutin:
- Tes darah untuk mengevaluasi fungsi ginjal
- Tes urine untuk mendeteksi protein
- Pengukuran tekanan darah secara berkala
Dokter menggunakan protein dalam urine sebagai salah satu indikator awal kerusakan ginjal.
Pentingnya Bertindak Lebih Cepat
Deteksi dini memungkinkan dokter memperlambat penurunan fungsi penyakit ginjal secara signifikan. Dengan penanganan yang tepat, pasien dapat menekan laju kerusakan dari sekitar 10% per tahun menjadi hanya 2%. Langkah ini membantu banyak orang menghindari prosedur dialisis di masa depan.
Kesimpulan: lakukan pemeriksaan sejak dini dan jangan menunggu gejala penyakt ginjal muncul agar Anda dapat menjaga kesehatan ginjal secara optimal.
(eny)














