Home / Kesehatan

Minggu, 2 November 2025 - 23:59 WIB

Ilmuwan Temukan Golongan Darah Baru Misterius MAL

Peneliti memeriksa sel darah merah di laboratorium Inggris, yang menjadi kunci penemuan golongan darah MAL.
Foto: University of the West of England / NHS Blood Research Team

Peneliti memeriksa sel darah merah di laboratorium Inggris, yang menjadi kunci penemuan golongan darah MAL. Foto: University of the West of England / NHS Blood Research Team

Jakarta, iNBrita.com – Para ahli akhirnya menemukan golongan darah baru yang telah menjadi misteri lebih dari 50 tahun.

Kasus ini bermula pada 1972, ketika darah seorang wanita hamil menunjukkan hasil aneh. Laboratorium menemukan bahwa darahnya tidak memiliki satu molekul penting yang seharusnya ada di semua sel darah merah manusia.

Penelitian Puluhan Tahun

Tim peneliti dari Inggris dan Israel akhirnya menemukan penyebabnya.
Hasil riset mereka terbit di jurnal Blood tahun 2024.

“Ini pencapaian besar setelah kerja keras bertahun-tahun,” kata Louise Tilley, ahli hematologi dari NHS Inggris. “Dengan sistem baru ini, kami bisa memberi perawatan terbaik bagi pasien langka.”

Cara Tubuh Mengenali Darah

Golongan darah ditentukan oleh protein dan gula di permukaan sel darah merah. Molekul ini, disebut antigen, membantu tubuh mengenali mana yang milik sendiri dan mana yang asing.
Jika antigen donor dan penerima tidak cocok, transfusi bisa memicu reaksi berbahaya.

Baca juga :   Jakarta Alami Cuaca Panas Ekstrem, BMKG Beri Imbauan

Asal Mula Golongan Darah MAL

Lebih dari 99,9% manusia memiliki antigen bernama AnWj. Namun, antigen ini hilang pada darah pasien tahun 1972.
Peneliti menemukan bahwa antigen AnWj dikendalikan oleh gen MAL. Karena itu, sistem baru ini dinamakan golongan darah MAL.

Jika seseorang memiliki dua salinan gen MAL yang bermutasi, darahnya menjadi AnWj-negatif. Beberapa pasien lain juga menunjukkan hasil sama tanpa mutasi gen MAL, kemungkinan akibat gangguan darah tertentu.

Bukti Gen MAL

Tim menanamkan gen MAL normal ke sel darah AnWj-negatif. Hasilnya, antigen AnWj langsung muncul di permukaan sel.
“Eksperimen ini membuktikan bahwa gen MAL adalah kuncinya,” jelas Tim Satchwell dari University of the West of England.

Baca juga :   Rujukan Berbasis Kompetensi Tidak Batasi Akses Darurat

Penting bagi Dunia Medis

Protein MAL berperan menjaga kestabilan membran dan membantu transportasi molekul di dalam sel. Antigen AnWj biasanya muncul beberapa saat setelah bayi lahir.

Semua pasien AnWj-negatif memiliki mutasi gen yang sama, meski tidak menunjukkan penyakit lain. Kini dokter bisa menguji apakah seseorang memiliki golongan darah MAL-negatif karena genetik atau gangguan darah.


Harapan di Masa Depan

Walau langka, golongan darah MAL-negatif sangat penting untuk transfusi dan perawatan pasien khusus.
Semakin banyak ilmuwan memahami sistem darah langka seperti ini, semakin besar peluang untuk menyelamatkan nyawa di masa depan.

depan.

(VVR*)

Berita ini 9 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Ilustrasi berbagai warna urine sebagai indikator kondisi kesehatan tubuh

Kesehatan

Urine Bisa Ungkap Penyakit, Ini Penjelasan Dokter
Dokter jantung menjelaskan risiko kematian mendadak saat olahraga akibat gangguan jantung tersembunyi.

Kesehatan

Penyebab Kematian Mendadak Saat Olahraga Terungkap

Kesehatan

Cara Menjaga Tubuh Sehat Saat Berpuasa
Wanita memegang dada sambil meringis kesakitan di ruang tamu, menunjukkan gejala nyeri dada.

Kesehatan

Waspadai Gejala Tersamar Penyakit Jantung Mematikan
Beragam jenis kacang-kacangan seperti almond, walnut, pistachio, kacang tanah, dan hazelnut

Kesehatan

Macam Kacang-Kacangan dan Manfaatnya untuk Kesehatan
Perempuan memakai masker dan selimut sambil memegang cangkir minuman hangat di sofa.

Kesehatan

Rekomendasi Vitamin Terbaik untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh
Minuman hangat seperti bandrek, sekoteng, dan wedang ronde saat musim hujan

Kesehatan

Minuman Hangat Favorit untuk Temani Musim Hujan
Gorengan samosa renyah berwarna keemasan di atas piring putih, sebagai ilustrasi camilan tinggi kalori.

Kesehatan

Satu Porsi Gorengan Bisa Tambah Berat Badan