Jakarta , iNBrita.com– Dalam beberapa waktu terakhir, pasar mobil listrik bekas di Indonesia menunjukkan perubahan yang signifikan. Hyundai Ioniq 5 menjadi salah satu model yang paling mencolok karena harga bekasnya turun cukup tajam dibandingkan saat pertama kali meluncur.
Pada awal peluncurannya, Hyundai menjual Ioniq 5 di kisaran Rp 800 juta hingga hampir Rp 900 juta. Namun, saat ini pasar mobil bekas menawarkan unit tahun 2022 hingga 2024 di rentang Rp 300 juta hingga Rp 400 jutaan. Selain itu, beberapa unit tahun yang lebih muda masih dipasarkan di kisaran Rp 450 juta, tergantung kondisi kendaraan.
Dengan kondisi tersebut, pasar menunjukkan fase baru di segmen kendaraan listrik yang mulai berkembang sebagai pasar sekunder aktif.
Depresiasi Mobil Listrik Lebih Cepat
Pelaku industri mobil bekas menegaskan bahwa mobil listrik mengalami depresiasi lebih cepat dibandingkan mobil konvensional. Direktur OLXmobbi, Agung Iskandar, menjelaskan bahwa kondisi ini sudah menjadi pola umum di pasar kendaraan listrik.
Agung mengatakan, “Dalam beberapa kasus, depresiasi bisa mencapai sekitar 50 persen dalam tiga tahun pertama.”
Ia juga menyoroti Hyundai Ioniq 5 sebagai contoh nyata. Menurutnya, pasar kini menjual unit tahun awal di kisaran Rp 350 juta hingga Rp 450 juta, jauh lebih rendah dibanding harga barunya.
Varian Menentukan Harga Bekas
Hyundai membagi Ioniq 5 di Indonesia menjadi beberapa varian, yaitu Prime dan Signature, serta pilihan baterai Standard Range (SR) dan Long Range (LR). Prime SR menggunakan baterai sekitar 58 kWh, sedangkan Prime LR memakai kapasitas sekitar 72,6 kWh.
Di sisi lain, Hyundai menghadirkan varian Signature dengan fitur yang lebih lengkap, baik untuk SR maupun LR.
Pasar mobil bekas masih mempertahankan pengaruh varian terhadap harga. Dealer menjual Prime SR dan Prime LR di kisaran Rp 270 juta hingga Rp 320 juta. Namun, unit dengan harga di bawah Rp 300 juta biasanya berasal dari kendaraan operasional dengan jarak tempuh tinggi.
Sementara itu, penjual memasarkan varian Signature SR hingga Signature LR di kisaran Rp 350 juta hingga Rp 500 juta, tergantung kondisi dan kilometer pemakaian.
Mobil Tetap Modern Meski Harga Turun
Meski harga turun cukup dalam, Hyundai tetap mempertahankan Ioniq 5 sebagai mobil listrik modern.
Selain itu, Hyundai merancang kabin yang luas dengan lantai rata sehingga penumpang mendapatkan ruang kaki yang lebih lega, terutama di baris kedua.
Dari sisi performa, mobil ini tetap menghadirkan akselerasi instan khas kendaraan listrik. Pengemudi merasakan respons yang halus dan nyaman, sehingga mobil ini cocok untuk penggunaan harian.
Untuk varian Long Range, Hyundai mengklaim jarak tempuh bisa mencapai lebih dari 400 km dalam kondisi ideal, meski penggunaan nyata tetap bergantung pada gaya berkendara.
Nyaman di Kota, Butuh Adaptasi di Luar Kota
Pengguna paling merasakan kenyamanan Ioniq 5 saat mengendarainya di dalam kota. Mobil ini melaju dengan senyap dan halus sehingga mengurangi kelelahan saat menghadapi kemacetan.
Selain itu, sistem tanpa perpindahan gigi membuat pengalaman berkendara terasa lebih santai.
Namun, saat pengemudi membawa mobil ini ke luar kota, mereka perlu menyesuaikan gaya berkendara. Konsumsi baterai meningkat pada kecepatan tinggi sehingga pengemudi harus merencanakan titik pengisian daya dengan lebih matang.
Hal Penting Sebelum Membeli
Calon pembeli harus memeriksa beberapa aspek penting sebelum membeli Ioniq 5 bekas. Mereka perlu mengecek riwayat kendaraan, termasuk kemungkinan masalah ICCU yang pernah terjadi secara global.
Selain itu, pembeli harus memastikan kondisi baterai tetap baik meskipun Hyundai memberikan garansi hingga delapan tahun.
Pembeli juga perlu memastikan ketersediaan fasilitas pengisian daya di rumah agar penggunaan mobil listrik lebih praktis dan efisien.
Kesimpulan
Harga Hyundai Ioniq 5 di pasar bekas membuka peluang baru bagi konsumen yang ingin memiliki mobil listrik dengan harga lebih terjangkau. Pasar kini menawarkan unit yang sebelumnya hampir mencapai Rp 1 miliar, namun sudah turun menjadi di bawah Rp 500 juta, bahkan mendekati Rp 300 juta.
Namun, konsumen tetap harus menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan dan kesiapan infrastruktur. Jika pengguna sudah memiliki akses charging yang memadai, Ioniq 5 bekas menjadi salah satu opsi mobil listrik yang sangat kompetitif di pasar saat ini.
(eny)














