Jakarta, iNBrita.com – Warga dan wisatawan di Sembalun, Lombok Timur, NTB, terpesona saat melihat aliran air terjun dadakan air tiba-tiba turun dari tebing-tebing kering. Fenomena ini viral di media sosial dan membuat kawasan itu dijuluki “gunung menangis”. Air yang muncul setelah hujan deras beberapa hari ini justru menghadirkan panorama hijau yang menyejukkan.
Badan Geologi Kementerian ESDM menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan proses alam yang wajar. Mereka menekankan bahwa aliran air bukan tanda aktivitas vulkanik atau gejala bahaya.
Hujan deras selama beberapa hari mendorong terbentuknya limpasan air di permukaan tanah. Curah hujan yang tinggi membuat air tidak sepenuhnya terserap, sehingga mengalir mengikuti alur alami di lereng bukit. Saat puncak hujan terjadi pada Senin (8/12), debit air meningkat, membentuk air terjun sementara di bukit-bukit curam.
Karakter geologi Sembalun mendukung fenomena ini. Batuan breksi vulkanik dan lava kedap air, sehingga tanah sulit menyerap hujan. Air bergerak cepat di lereng dan jatuh membentuk air terjun, kemudian berkurang saat hujan berhenti. Fenomena ini secara alami menampilkan lanskap hijau yang segar dan menenangkan.
Badan Geologi mendorong masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat hujan deras. Mereka mengingatkan risiko jalan licin, material terbawa air, dan medan curam, meski aliran air sendiri aman.
Fenomena air terjun dadakan ini menunjukkan kekuatan alam yang adaptif dan indah. Masyarakat dapat menikmati pemandangan hijau sementara tanpa panik. Alam Sembalun sekali lagi membuktikan bahwa keajaiban bisa muncul tiba-tiba, mengubah bukit kering menjadi pemandangan segar yang memukau mata.
(eni)









