Lebak, iNBrita.com – Tokoh masyarakat adat Baduy menegaskan larangan penggunaan drone bagi wisatawan di wilayah Baduy, Desa Kanekes, Lebak, Banten. Larangan tersebut bertujuan menjaga area sakral yang tidak boleh dipublikasikan kepada umum.
Larangan Drone Berlaku di Wilayah Ulayat Baduy
Kepala Desa Kanekes atau Jaro Pemerintah Baduy, Oom, menyampaikan bahwa wisatawan tidak diperbolehkan menggunakan drone di wilayah ulayat Baduy. Ia menegaskan, masyarakat adat juga melarang aktivitas memotret dan merekam video di Baduy Dalam, sementara di Baduy Luar larangan drone tetap berlaku.
“Wisatawan tidak boleh menggunakan drone di wilayah ulayat Baduy. Di Baduy Dalam, kami juga melarang pengunjung memotret dan merekam video. Di Baduy Luar, aturan larangan drone tetap kami berlakukan,” ujar Oom.
Aturan Adat Sudah Lama Diterapkan
Oom menjelaskan bahwa masyarakat adat telah menerapkan aturan tersebut sejak lama. Namun, ia menilai masih banyak wisatawan yang mengabaikan larangan tersebut. Karena itu, ia meminta setiap pengunjung mematuhi peraturan adat yang telah ditetapkan para tokoh masyarakat.
“Kami sering mengingatkan soal larangan drone. Wilayah ulayat dan beberapa area tertentu tidak boleh dijadikan dokumentasi atau diekspos ke publik. Semua pengunjung wajib mematuhi aturan itu,” tambahnya.
Pelanggar Akan Dikenai Sanksi Adat
Oom menegaskan bahwa masyarakat adat akan menjatuhkan sanksi adat kepada pengunjung yang tetap menerbangkan drone di wilayah ulayat Baduy. Ia menyatakan sanksi tersebut merupakan konsekuensi atas pelanggaran aturan adat.
Wisatawan Diminta Jaga Sikap dan Sopan Santun
Selain melarang penggunaan drone, Oom juga mengingatkan wisatawan agar menjaga sikap dan sopan santun selama berada di Baduy Luar maupun Baduy Dalam. Ia menekankan bahwa sikap tertib akan menciptakan kenyamanan bersama.
“Kami mengimbau wisatawan untuk tertib, mematuhi aturan adat, dan menjaga sikap selama berada di Desa Kanekes,” ujarnya.
Masyarakat Baduy Buka Ruang Komunikasi
Oom menambahkan bahwa masyarakat adat Baduy selalu membuka ruang komunikasi bagi pengunjung yang belum memahami aturan adat. Ia mempersilakan wisatawan untuk bertanya sebelum melakukan aktivitas apa pun.
“Jika pengunjung belum memahami aturan adat, silakan bertanya. Datanglah dengan niat baik, patuhi aturan, dan hormati adat serta budaya. Baduy bukan sekadar tempat wisata, tetapi wilayah adat yang harus kita jaga bersama,” jelasnya.
Cuaca Ekstrem Jadi Perhatian Pengunjung
Meski cuaca ekstrem kerap terjadi, Oom memperkirakan jumlah wisatawan akan meningkat selama libur Natal dan Tahun Baru 2026. Ia pun mengimbau pengunjung untuk memperhatikan kesehatan dan keselamatan selama perjalanan.
“Saat ini cuaca sering hujan dan jalur menjadi licin. Pengunjung harus menjaga kesehatan dan keselamatan. Datang ke Baduy harus selamat, pulangnya juga harus selamat,” pungkasnya.
(VVR*)














