Home / Nasional

Kamis, 23 April 2026 - 11:00 WIB

Strategi Investasi Aman Hadapi Ketidakpastian dan Tekanan Inflasi

Masyarakat mulai mengatur strategi keuangan dan investasi untuk menghadapi tekanan inflasi dan ketidakpastian ekonomi global.

Masyarakat mulai mengatur strategi keuangan dan investasi untuk menghadapi tekanan inflasi dan ketidakpastian ekonomi global.

Jakarta, iNBrita.com – Ketidakstabilan ekonomi global masih membayangi 2026. Indeks Ketidakpastian Dunia (World Uncertainty Index/WUI) melonjak pada Februari 2026 ke level 106.862, tertinggi sepanjang sejarah. Tim penyusun menghitung indeks ini dari analisis laporan Economist Intelligence Unit (EIU) di berbagai negara. Hasilnya mencerminkan pandangan profesional terhadap risiko ekonomi global, bukan sekadar gejolak pasar.

Tekanan Inflasi Mulai Terasa

Di Indonesia, tekanan juga meningkat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi 3,48 persen (YoY) pada Maret 2026. Kenaikan terutama datang dari harga yang diatur pemerintah (6,08 persen YoY) dan harga bergejolak (4,24 persen YoY).

Inflasi memang masih dalam target pemerintah. Namun, kenaikan dua komponen ini mulai menekan daya beli, terutama kelompok menengah ke bawah.

Masyarakat Pilih Menabung

Masyarakat merespons dengan lebih hati-hati. Survei Konsumen Bank Indonesia menunjukkan porsi tabungan naik menjadi 17,7 persen pada Februari 2026, dari 16,5 persen sebelumnya.

Kenaikan ini menunjukkan pola precautionary saving. Rumah tangga menahan konsumsi dan memperkuat cadangan dana.

Simpan Uang Tunai Ada Risikonya

Namun, menyimpan uang tunai terlalu lama bukan pilihan ideal. Nilainya bisa tergerus inflasi.

Ivan Kusuma, Head of Investment and Insurance DANA, menyarankan masyarakat menyimpan kas secukupnya. Gunakan untuk kebutuhan likuiditas dan dana darurat. Sisanya, alokasikan ke instrumen yang bisa menjaga nilai.

SBN Jadi Alternatif Stabil

Selain emas, masyarakat bisa memilih Surat Berharga Negara (SBN). Instrumen ini memberi imbal hasil yang relatif stabil lewat kupon.

Nilainya memang bisa naik turun mengikuti suku bunga. Namun, pemerintah menjamin SBN, sehingga risikonya relatif rendah.

Ivan menyarankan investor pemula fokus pada instrumen stabil. Bangun portofolio secara bertahap. Jangan hanya mengejar imbal hasil tinggi. Tetap lakukan diversifikasi sesuai profil risiko.

Investasi Kini Lebih Mudah

Banyak orang masih mengira SBN butuh modal besar. Padahal, investor kini bisa mulai dari Rp1 juta. Ini membuka peluang bagi anak muda untuk mulai lebih awal.

Akses investasi juga semakin mudah. Melalui aplikasi DANA, pengguna bisa membeli e-SBN secara cepat. Prosesnya terintegrasi dengan mitra resmi pemerintah.

Pengguna dapat memilih berbagai produk, seperti ORI, SR, SBR, dan ST, sesuai jadwal penerbitan.

Dorong Stabilitas Finansial

Ivan menegaskan bahwa DANA ingin menyederhanakan investasi. Platform ini mengandalkan teknologi dan sistem keamanan berlapis.

Ia berharap semakin banyak masyarakat mulai berinvestasi. Dengan begitu, mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga membangun kondisi finansial yang lebih stabil di masa depan.

(VVR*)
Berita ini 3 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Prof. Zudan memimpin sidang banding ASN di Kantor Pusat BKN, Jakarta.

Nasional

Prof. Zudan Perkuat Sanksi Disiplin Bagi ASN September 2025
Prabowo Subianto menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru Imlek 2577 dengan poster bergambar kuda merah dan ornamen Imlek.

Nasional

Prabowo Ucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2577
Presiden Prabowo Subianto dan Mensos Gus Ipul mempersiapkan peringatan Hari Pahlawan.

Nasional

Prabowo Umumkan Daftar Pahlawan Nasional Baru Besok
Petugas teknis Telkom dan IndiHome memantau jaringan internet saat gangguan nasional pada 22 Januari 2026.

Nasional

Telkomsel dan IndiHome Pulihkan Internet Usai Gangguan
Petugas KPP Pratama Mampang Prapatan melayani wajib pajak di pojok pajak yang dibuka di lobi Gedung Bank Mega, Tendean, Jakarta Selatan, untuk membantu pelaporan dan konsultasi perpajakan.

Nasional

DJP Catat 10 Juta SPT Pemerintah Perpanjang Batas Waktu
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau stok beras di gudang Bulog Karawang

Nasional

Indonesia Targetkan Tanpa Impor Beras Hingga Tahun 2026
Banjir bandang menghancurkan rumah dan ruko milik Kenael Joris di Nagari Salareh Aia, Agam.

Nasional

Banjir Bandang Lenyapkan Harta, Joris Selamatkan Keluarga
Menko Kumham-Imipas Yusril Ihza Mahendra menyampaikan keterangan pers di Jakarta

Nasional

Yusril: KUHP Baru Tetapkan Seks Luar Nikah Delik Aduan