Jakarta, iNBrita.com — Pemerintah Iran menuduh Amerika Serikat memakai backdoor atau botnet tersembunyi untuk melumpuhkan jaringan di dalam negeri. Iran menyebut insiden itu terjadi saat serangan militer berlangsung.
Media pemerintah Iran menyoroti kegagalan perangkat dari Cisco, Juniper Networks, Fortinet, dan MikroTik. Perangkat penting itu tiba-tiba mati atau terputus di momen krusial.
Fars News Agency dan Entekhab melaporkan Teheran menilai gangguan ini sebagai sabotase, bukan kesalahan teknis. Gangguan muncul saat Iran memutus sebagian besar akses internet global.
Dua dugaan utama
Bom waktu firmware
Pakar menduga pelaku menyisipkan kode berbahaya ke firmware sejak awal lalu mengaktifkannya pada waktu tertentu.
Botnet rahasia
Pakar juga menduga botnet sudah lama bersarang dan aktif saat serangan dimulai.
Pihak luar belum bisa memverifikasi klaim ini karena pemadaman internet menghambat investigasi.
NetBlocks mencatat gangguan internet di Iran sudah masuk hari ke-50. Al Jazeera melaporkan pemerintah hanya memberi akses terbatas lewat “Internet Pro” dan “SIM putih”.
Kecurigaan Iran merujuk pada riwayat celah keamanan:
- Cisco: Dokumen NSA yang dibocorkan Edward Snowden menunjukkan penyadapan perangkat.
- Juniper Networks: Perusahaan menemukan kode ilegal di ScreenOS pada 2015.
- Fortinet & MikroTik: Keduanya pernah terseret isu celah keamanan dan botnet.
Tiongkok memanfaatkan isu ini untuk menyerang narasi Washington sebagai “kekuatan backdoor”.
Hingga kini, AS belum memberi tanggapan resmi. Namun sebelumnya, Washington mengakui operasi siber bernama Operation Epic Fury.
(VVR*)














