Jakarta, iNBrita.com — Kabar bahagia datang dari keluarga Arie Untung dan Fenita. Putri mereka, Kayla Aeeshya, berhasil diterima di Universitas Indonesia (UI). Kabar ini langsung disambut dengan rasa haru dan bangga oleh kedua orang tuanya.
Saat menerima kabar tersebut, Arie dan Fenita sedang berada dalam perjalanan menuju Taiwan untuk urusan pekerjaan. Mereka tidak menyangka akan mendapatkan berita menggembirakan di tengah perjalanan. Karena terlalu bahagia, keduanya sampai menangis di dalam pesawat. Arie kemudian membagikan momen itu melalui media sosial dan menyampaikan rasa bangganya kepada anak-anaknya.
Lolos Lewat Jalur IUP UI
Kayla berhasil masuk UI melalui jalur International Undergraduate Program (IUP). Jalur ini menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam perkuliahan. Dengan hasil tersebut, Kayla resmi diterima di Fakultas Teknik, Program Studi Arsitektur.
Pencapaian ini menjadi kebanggaan besar bagi keluarga. Mereka menilai usaha Kayla selama ini terbayar dengan hasil yang sangat baik.
Peran Orang Tua dalam Perjalanan Kayla
Arie dan Fenita selalu memberikan dukungan penuh selama proses seleksi masuk UI. Mereka mendampingi Kayla sejak awal, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan ujian. Selain itu, mereka juga terus memberikan doa dan motivasi agar Kayla tetap percaya diri.
Mereka juga mengenang momen saat mengantar Kayla mengikuti ujian. Bagi mereka, pengalaman tersebut menjadi salah satu momen berharga dalam keluarga.
Pendidikan Anak Lainnya
Selain Kayla, anak mereka yang lain, Mezbareta Fathir Gavin, juga menempuh pendidikan tinggi. Gavin menjalani program double degree. Ia sempat kuliah di Institut Teknologi Bandung selama dua tahun, lalu melanjutkan studi ke Melbourne, Australia.
Impian dan Arahan Keluarga
Gavin sebenarnya memiliki ketertarikan di dunia hiburan. Ia ingin menjadi aktor dan bekerja di industri film. Namun, orang tuanya tetap menekankan pentingnya pendidikan formal.
Mereka meminta Gavin memahami dasar bisnis agar dapat berguna di masa depan, termasuk jika ia masuk industri hiburan. Gavin pun menerima arahan tersebut. Ia tetap mengejar minatnya, tetapi tetap memprioritaskan pendidikan terlebih dahulu.









