Jakarta, iNBrita.com — Ketegangan antara Iran dan United States kembali meningkat. Iran memperingatkan kemungkinan besar terjadinya konflik baru karena proses perundingan damai kembali mengalami kebuntuan.
Wakil Inspektur Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Mohammad Jafar Asadi, menilai Amerika Serikat tidak menjalankan komitmennya secara konsisten. Ia juga menyebut bahwa AS menolak proposal terbaru yang Iran ajukan. Asadi kemudian menegaskan bahwa situasi saat ini membuka peluang terjadinya konflik baru.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyampaikan ketidakpuasannya terhadap proposal damai terbaru dari Iran. Ia menjelaskan bahwa Amerika Serikat menghadapi dua pilihan utama dalam menyikapi situasi tersebut.
Pertama, ia mempertimbangkan opsi serangan besar-besaran untuk melemahkan Iran secara menyeluruh. Namun demikian, ia tetap memilih opsi kedua, yaitu melanjutkan perundingan sebagai upaya penyelesaian konflik.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya lebih mengutamakan pendekatan kemanusiaan dengan menghindari penggunaan kekuatan militer. Meski begitu, ia tetap membuka kedua opsi tersebut sesuai perkembangan situasi.
Sebelumnya, Iran dan Amerika Serikat menghentikan proses negosiasi. Setelah itu, Iran mengirimkan proposal baru untuk membuka kembali jalur perundingan. Dengan demikian, kedua pihak masih melanjutkan proses diplomatik meskipun hasilnya belum pasti
(eny)









