Kenduri Sko Enam Luhah Hidupkan Warisan Adat Leluhur

Kenduri Sko Enam Luhah Hidupkan Warisan Adat Leluhur

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 18 Mei 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poster resmi Luhah Rio Jayo yang menampilkan tokoh adat serta ajakan menyukseskan Kenduri Sko pada Juli 2026

Poster resmi Luhah Rio Jayo yang menampilkan tokoh adat serta ajakan menyukseskan Kenduri Sko pada Juli 2026

 Kenduri Sko Enam Luhah: Tradisi yang Kembali Menguat di Tengah Masyarakat

Sungai Penuh, iNBrita.com  — Di tengah persiapan menuju Kenduri Sko Enam Luhah yang akan digelar pada 4–5 Juli 2026, masyarakat Luhah Rio Jayo kini mengintensifkan kembali seluruh rangkaian adat yang telah diwariskan secara turun-temurun. Bukan sekadar agenda budaya, perhelatan ini menjadi ruang hidupnya kembali nilai-nilai sosial, kekerabatan, dan tanggung jawab adat yang melekat kuat dalam kehidupan masyarakat.

Suasana persiapan mulai terasa. Warga tidak hanya membahas teknis acara, tetapi juga menghidupkan kembali prosesi adat yang menjadi bagian penting dari pengangkatan gelar Rio dan Depati.

Silaturahmi Adat yang Menjadi Pembuka Jalan

Rangkaian awal Kenduri Sko ditandai dengan kedatangan dunsanak batino ke rumah calon pemangku gelar. Mereka tidak datang sekadar bersilaturahmi, tetapi membawa maksud adat yang jelas: menyampaikan rencana pengangkatan gelar kepada keluarga inti.

Dalam pertemuan itu, mereka berbicara langsung dengan istri dan teganai. Mereka meminta restu, sekaligus memastikan bahwa keluarga siap mengikuti seluruh proses adat yang akan berjalan. Setelah itu, mereka juga menyiapkan tahap “meminjam” anok jantan yang akan menjalani pengukuhan gelar.

Proses ini menunjukkan bahwa adat tidak berdiri sendiri. Ia hidup melalui relasi keluarga, komunikasi, dan kesepakatan yang dibangun secara terbuka.

Dalam sistem adat yang masih kuat memegang prinsip matrilineal, garis keturunan ditarik dari pihak perempuan. Karena itu, posisi  teganai memiliki pengaruh besar dalam setiap keputusan adat.

Setiap pengangkatan gelar tidak dapat berjalan tanpa persetujuan keluarga pihak istri. Teganai menjadi pihak yang memberikan pertimbangan, sekaligus memastikan bahwa keputusan adat dijalankan sesuai nilai yang berlaku.

Di tengah perubahan zaman, keterlibatan keluarga ini justru menjadi penopang utama agar adat tetap memiliki legitimasi sosial yang kuat.

Gelar yang Dipahami sebagai Beban Tanggung Jawab

Tokoh adat Ninik mamak Rio Anshari, SE menegaskan bahwa gelar Rio maupun Depati bukan sekadar simbol kehormatan. Lebih dari itu, gelar tersebut merupakan amanah yang menuntut kesiapan penuh.

Seorang pemangku gelar harus mampu hadir di tengah masyarakat dalam berbagai situasi. Ia dituntut menjadi penengah, pengayom, sekaligus penjaga marwah adat.

Tanggung jawab itu tidak berhenti pada ruang adat semata, tetapi juga menyentuh kehidupan sosial masyarakat sehari-hari. Karena itu, peran seorang Rio atau Depati selalu melekat dengan kesiapsiagaan tanpa batas waktu.

Nilai Adat yang Terus Dihidupkan

Dalam setiap tahapan, masyarakat kembali menghidupkan ungkapan adat yang menegaskan kesiapsiagaan teganai dalam menjalankan peran sosialnya. Ungkapan tersebut tidak hanya diucapkan, tetapi juga menjadi pedoman moral yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Di balik ungkapan itu, tersimpan pesan tentang pengabdian, loyalitas, dan tanggung jawab terhadap kaum. Nilai ini menjadi pengikat yang menjaga hubungan sosial tetap kuat di tengah masyarakat adat.

Panitia dan Harapan Kolektif

Di sisi lain, panitia Kenduri Sko Luhah Rio Jayo terus mengintensifkan persiapan teknis dan adat. Mereka mengatur seluruh rangkaian agar berjalan tertib, khidmat, dan sesuai ketentuan adat yang berlaku.

Panitia juga mendorong partisipasi aktif masyarakat. Mereka menilai keberhasilan Kenduri Sko tidak hanya ditentukan oleh panitia, tetapi oleh keterlibatan seluruh dunsanak.

Ruang Perjumpaan dan Identitas Budaya

Kenduri Sko Enam Luhah pada akhirnya tidak hanya menjadi seremoni adat. Ia menjadi ruang perjumpaan sosial, tempat masyarakat memperkuat kembali hubungan kekerabatan lintas generasi.

Di tengah arus modernisasi, tradisi ini tetap bertahan sebagai identitas budaya yang hidup. Masyarakat menegaskan bahwa selama adat masih dijalankan, nilai kebersamaan dan gotong royong akan tetap menjadi fondasi utama kehidupan mereka.

(VVR)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wako Alfin Terima Silaturahmi PKPS Perkuat Sinergi Kebersamaan
Sertifikat Tanah Hilang, Khatmi Berharap Penemu Mengembalikan
Bamus Jadwalkan PAW Anggota DPRD Sungai Penuh 2024–2029
Wako Alfin Hadiri Kenal Pamit Kapolda Jambi
UPTD PPA Sungai Penuh Dampingi Eksekusi Hak Asuh Anak
Wako Alfin Perkuat Komitmen HAM Bersama Menteri Natalius Pigai
Pemkot Sungai Penuh Gandeng BPKP Jambi Perkuat Pengawasan
Diklatcab HIPMI Dorong Pengusaha Muda Tingkatkan Daya Saing
Berita ini 166 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:00 WIB

Wako Alfin Terima Silaturahmi PKPS Perkuat Sinergi Kebersamaan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Sertifikat Tanah Hilang, Khatmi Berharap Penemu Mengembalikan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Bamus Jadwalkan PAW Anggota DPRD Sungai Penuh 2024–2029

Jumat, 16 Oktober 2026 - 04:00 WIB

Wako Alfin Hadiri Kenal Pamit Kapolda Jambi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:00 WIB

UPTD PPA Sungai Penuh Dampingi Eksekusi Hak Asuh Anak

Berita Terbaru

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai pertemuan Wali Kota Sungai Penuh bersama pengurus PKPS. ( Foto Diskominfo)

SUNGAI PENUH

Wako Alfin Terima Silaturahmi PKPS Perkuat Sinergi Kebersamaan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 05:00 WIB

Kebakaran hutan melanda kawasan Gunung Arjuno-Welirang, Pasuruan.

Nasional

Kebakaran Hutan Arjuno-Welirang, Tiga Titik Api Belum Padam

Sabtu, 17 Okt 2026 - 04:00 WIB

Tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan meluas di Tahura Orang Kayo Hitam, Jambi.(Foto : Dok.Istimewa)

Jambi

Al Haris Perketat Penanganan Karhutla di Tahura Jambi

Sabtu, 17 Okt 2026 - 03:00 WIB

Ilustrasi kode redeem Free Fire gratis dengan hadiah diamond, skin senjata, dan item menarik untuk pemain FF.( Foto AI INBRTA)

Game

Kode Redeem FF Gratis 17 Oktober 2026, Coba 14 Kode

Sabtu, 17 Okt 2026 - 02:00 WIB

Ilustrasi game susun buah yang menawarkan bonus login 18K dan diklaim bisa dicairkan ke saldo DANA. Klaim pencairan tersebut masih perlu diverifikasi. ( AI INBRITA)

Game

Game Susun Buah Bonus Login 18K, Bisa Cair?

Sabtu, 17 Okt 2026 - 01:00 WIB