Efisiensi Anggaran Tak Hentikan Normalisasi Batang Merao

Efisiensi Anggaran Tak Hentikan Normalisasi Batang Merao

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, bersama jajaran pemerintah daerah ( Foto INBRITA)

Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, bersama jajaran pemerintah daerah ( Foto INBRITA)

SUNGAI PENUH, iNBrita.com  – Pemerintah Kota Sungai Penuh tetap melanjutkan normalisasi Sungai Batang Merao di Kecamatan Hamparan Rawang meskipun terjadi efisiensi anggaran tahap II dari pemerintah pusat. Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, S.H., menegaskan bahwa program ini tetap menjadi prioritas karena bertujuan mengurangi banjir dan mendukung pertanian warga.

Pemerintah kota menargetkan pekerjaan sepanjang 1,68 kilometer dari Jembatan Simpang Tiga sampai batas Kota Sungai Penuh di Koto Lanang. Tim di lapangan menghadapi kendala karena jalur kerja melewati tujuh jembatan. Kondisi ini membatasi ruang gerak alat berat.

Untuk memperlancar pekerjaan, pemerintah menyesuaikan sementara beberapa tembok penahan banjir. Langkah ini membuka akses alat berat di beberapa titik. Pemerintah juga mencatat adanya dampak pada lahan warga, seperti kandang ternak dan kebun di sekitar lokasi.

Wali Kota Alfin menyampaikan hal tersebut saat membuka sosialisasi pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Hamparan Rawang, di Aula Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Jumat (08/05). Ia menegaskan bahwa pemerintah menjalankan proyek ini untuk kepentingan masyarakat luas.

Di sektor pertanian, pemerintah mencatat luas sawah aktif mencapai 2.165,87 hektare di Kecamatan Sungai Penuh dan 775,14 hektare di Hamparan Rawang. Angka ini menunjukkan perkembangan yang cukup baik.

Pemerintah juga terus membangun infrastruktur pendukung. Pekerjaan meliputi perbaikan irigasi Bungkal, Simpang Tiga, dan Paling Serumpun. Pemerintah juga membangun tembok penahan banjir di Air Sempit dan Air Sesat. Selain itu, pemerintah meningkatkan jalan beton dan sistem air minum di beberapa wilayah.

Melalui program ini, pemerintah berharap pengendalian banjir semakin efektif. Pemerintah juga menargetkan aktivitas ekonomi dan pertanian masyarakat terus meningkat.

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wako Alfin Terima Silaturahmi PKPS Perkuat Sinergi Kebersamaan
Sertifikat Tanah Hilang, Khatmi Berharap Penemu Mengembalikan
Bamus Jadwalkan PAW Anggota DPRD Sungai Penuh 2024–2029
Wako Alfin Hadiri Kenal Pamit Kapolda Jambi
UPTD PPA Sungai Penuh Dampingi Eksekusi Hak Asuh Anak
Wako Alfin Perkuat Komitmen HAM Bersama Menteri Natalius Pigai
Pemkot Sungai Penuh Gandeng BPKP Jambi Perkuat Pengawasan
Diklatcab HIPMI Dorong Pengusaha Muda Tingkatkan Daya Saing
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Sertifikat Tanah Hilang, Khatmi Berharap Penemu Mengembalikan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Bamus Jadwalkan PAW Anggota DPRD Sungai Penuh 2024–2029

Jumat, 16 Oktober 2026 - 04:00 WIB

Wako Alfin Hadiri Kenal Pamit Kapolda Jambi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:00 WIB

UPTD PPA Sungai Penuh Dampingi Eksekusi Hak Asuh Anak

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Wako Alfin Perkuat Komitmen HAM Bersama Menteri Natalius Pigai

Berita Terbaru

Pemilihan Bujang Gadis Kerinci 2026 kembali digelar untuk menjaring generasi muda berbakat.(Foto : Ist)

KERINCI

Pemilihan Bujang Gadis Kerinci 2026 Resmi Kembali Digelar

Sabtu, 17 Okt 2026 - 17:00 WIB

IHSG anjlok 11,57% di tengah sentimen MSCI, membuka peluang bagi investor untuk memburu saham undervalue dan dividen tinggi.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

IHSG Anjlok 11,57%, Investor Bidik Saham Dividen Tinggi

Sabtu, 17 Okt 2026 - 15:00 WIB

Daftar harga emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian pada Sabtu, 17 Oktober 2026.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Galeri24, Antam, UBS

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:00 WIB

IHSG merosot tajam setelah MSCI membuka konsultasi perubahan status pasar Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

IHSG Anjlok 11,57%, MSCI Evaluasi Status Pasar Indonesia

Sabtu, 17 Okt 2026 - 13:00 WIB

Harga emas batangan Antam naik Rp7.000 menjadi Rp2.572.000 per gram pada Sabtu, 17 Oktober 2026.(Foto : Liputan6.com/Johan Tallo)

Ekonomi

Harga Emas Antam Naik, Emas Dunia Tertekan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 12:00 WIB