SUNGAI PENUH, iNBrita.com – Pemerintah Kota Sungai Penuh tetap melanjutkan normalisasi Sungai Batang Merao di Kecamatan Hamparan Rawang meskipun terjadi efisiensi anggaran tahap II dari pemerintah pusat. Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, S.H., menegaskan bahwa program ini tetap menjadi prioritas karena bertujuan mengurangi banjir dan mendukung pertanian warga.
Pemerintah kota menargetkan pekerjaan sepanjang 1,68 kilometer dari Jembatan Simpang Tiga sampai batas Kota Sungai Penuh di Koto Lanang. Tim di lapangan menghadapi kendala karena jalur kerja melewati tujuh jembatan. Kondisi ini membatasi ruang gerak alat berat.
Untuk memperlancar pekerjaan, pemerintah menyesuaikan sementara beberapa tembok penahan banjir. Langkah ini membuka akses alat berat di beberapa titik. Pemerintah juga mencatat adanya dampak pada lahan warga, seperti kandang ternak dan kebun di sekitar lokasi.
Wali Kota Alfin menyampaikan hal tersebut saat membuka sosialisasi pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Hamparan Rawang, di Aula Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Jumat (08/05). Ia menegaskan bahwa pemerintah menjalankan proyek ini untuk kepentingan masyarakat luas.
Di sektor pertanian, pemerintah mencatat luas sawah aktif mencapai 2.165,87 hektare di Kecamatan Sungai Penuh dan 775,14 hektare di Hamparan Rawang. Angka ini menunjukkan perkembangan yang cukup baik.
Pemerintah juga terus membangun infrastruktur pendukung. Pekerjaan meliputi perbaikan irigasi Bungkal, Simpang Tiga, dan Paling Serumpun. Pemerintah juga membangun tembok penahan banjir di Air Sempit dan Air Sesat. Selain itu, pemerintah meningkatkan jalan beton dan sistem air minum di beberapa wilayah.
Melalui program ini, pemerintah berharap pengendalian banjir semakin efektif. Pemerintah juga menargetkan aktivitas ekonomi dan pertanian masyarakat terus meningkat.
(eny)









