Munculnya Kata Mantan dalam Perkembangan Bahasa Indonesia

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 24 Mei 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi kamus (DW)

Foto: Ilustrasi kamus (DW)

Jambi, iNBrita.com — Pada awalnya, sebelum tahun 1980-an, masyarakat Indonesia menggunakan kata “bekas” untuk menyebut seseorang yang pernah menduduki jabatan atau posisi tertentu. Misalnya, orang menyebut bekas presiden, bekas menteri, atau bekas istri. Namun, seiring berjalannya waktu, masyarakat mulai menggeser makna penggunaan kata tersebut.

Selanjutnya, masyarakat lebih sering mengaitkan kata “bekas” dengan benda atau barang, seperti barang bekas atau mobil bekas. Oleh karena itu, banyak orang menilai kata tersebut kurang pantas untuk menyebut manusia karena terdengar kurang sopan dan cenderung merendahkan.

Munculnya Usulan Kata “Mantan”

Kemudian, pada sekitar tahun 1984, seorang budayawan dari Universitas Sriwijaya, Ahmad Bastari Suan, mengusulkan kata “mantan” sebagai pengganti kata “bekas” untuk manusia. Ia menyampaikan usulan tersebut melalui majalah Pembinaan Bahasa Indonesia, sehingga gagasan tersebut mulai dikenal luas.

Baca Juga :  Bayi Kera Punch Viral, Cari Kasih Sayang

Selain itu, para peneliti bahasa menelusuri bahwa kata mantan berasal dari beberapa bahasa daerah di Sumatra, seperti Basemah, Komering, dan Rejang. Dalam bahasa-bahasa tersebut, masyarakat menggunakan kata ini dengan makna “tidak berfungsi lagi” atau “tidak aktif lagi”. Sebagai contoh, mereka menggunakan ungkapan seperti penggawe mantan untuk eks pegawai, ketip mantan untuk eks khatib, dan penghulu mantan untuk eks penghulu.

Di sisi lain, bahasa Jawa juga mengenal kata manten yang berkaitan dengan makna “berhenti”. Bahasa Jawa Kuno turut membentuk perkembangan kata tersebut, meskipun masyarakat menggunakan jalur sejarah bahasa yang berbeda.

Penggunaan dalam Tata Bahasa Indonesia

Dalam tata bahasa Indonesia, masyarakat kemudian menempatkan kata mantan sebelum kata benda sesuai dengan pola Diterangkan–Menerangkan (DM). Oleh sebab itu, masyarakat menggunakan bentuk seperti mantan presiden, mantan menteri, dan mantan guru.

Lebih lanjut, masyarakat menggunakan kata mantan untuk menggantikan kata “bekas” agar terdengar lebih halus, netral, dan sopan ketika menyebut orang yang pernah menjabat atau berprofesi tertentu. Dengan demikian, perubahan ini tidak hanya mengubah kosakata, tetapi juga memperbaiki kesantunan berbahasa.

Baca Juga :  Pertamina Patra Niaga Buka Beasiswa Calon Pelaut 2026

Akhirnya, masyarakat terus menggunakan kata mantan hingga saat ini. Meskipun demikian, mereka masih memakai kata bekas untuk benda atau dalam konteks tertentu yang bernuansa kurang baik, seperti barang bekas atau bekas penjahat.

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua OSIS dan MPK SMAN 1 Solsel Terbaik Nasional Ikuti ISLT
Aksi Mahasiswa UNP Hijaukan Wisata Koto Periang Kerinci
Cara Menanam Bunga Agapanthus agar Cepat Berbunga
Cara Menanam Alstroemeria Agar Rajin Berbunga Indah
Cara Menanam Bunga Fuchsia Agar Rajin Berbunga Maksimal
Cara Menanam Candytuft untuk Taman Cantik Berwarna Cerah
Cara Menanam Biji Geranium Agar Cepat Berbunga Lebat
Cara Menanam Bunga Sakura dari Biji agar Cepat Tumbuh
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Ketua OSIS dan MPK SMAN 1 Solsel Terbaik Nasional Ikuti ISLT

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Aksi Mahasiswa UNP Hijaukan Wisata Koto Periang Kerinci

Rabu, 22 Juli 2026 - 00:00 WIB

Cara Menanam Bunga Agapanthus agar Cepat Berbunga

Rabu, 15 Juli 2026 - 00:00 WIB

Cara Menanam Alstroemeria Agar Rajin Berbunga Indah

Sabtu, 4 Juli 2026 - 00:00 WIB

Cara Menanam Bunga Fuchsia Agar Rajin Berbunga Maksimal

Berita Terbaru

Kunjungan Tim Penggerak PKK Kota Sungai Penuh ke SMPN 8 Sungai Penuh dalam kegiatan Program 3S.

SUNGAI PENUH

SMPN 8 Sungai Penuh Terus Dukung Program 3S

Selasa, 1 Sep 2026 - 12:00 WIB

Ketua DPRD Hutri Randa menghadiri Wisuda STIA-NUSA Sungai Penuh.

SUNGAI PENUH

Ketua DPRD Hutri Randa Hadiri Wisuda STIA-NUSA Sungai Penuh

Senin, 31 Agu 2026 - 17:00 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Alfin, SH, menyerahkan SK pengangkatan PNS Formasi 2024 secara simbolis

SUNGAI PENUH

195 PNS Formasi 2024 Terima SK dari Wali Kota

Senin, 31 Agu 2026 - 14:00 WIB

Bupati Kerinci Monadi melantik 579 pejabat fungsional ASN, Senin (31/8/2026). Foto Kerinci Satu.

KERINCI

Pelantikan 579 ASN Perkuat Birokrasi Kabupaten Kerinci

Senin, 31 Agu 2026 - 13:00 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., menyerahkan penghargaan kepada penerima prestasi di halaman Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Senin (31/8/2026).

KERINCI

Wako Alfin Bangga, Sungai Penuh Panen Prestasi Nasional

Senin, 31 Agu 2026 - 12:00 WIB