AS dan Iran Siapkan Investasi Rp5.000 Triliun untuk Pulihkan Ekonomi Pascaperang
Teheran, iNBrita.com — Amerika Serikat (AS) dan Iran akan menandatangani kesepakatan damai yang mencakup komitmen investasi swasta senilai US$300 miliar atau sekitar Rp5.000 triliun. Melalui kesepakatan tersebut, kedua pihak ingin mempercepat pemulihan ekonomi Iran setelah konflik yang berlangsung sejak Februari lalu.
Menurut sumber yang terlibat dalam proses negosiasi, AS dan Iran menjadwalkan penandatanganan resmi kesepakatan itu di Swiss pada Jumat (19/6). Selain itu, sumber tersebut mengungkapkan bahwa para investor telah mengamankan lebih dari setengah nilai pendanaan yang dijanjikan.
Investasi Swasta Jadi Motor Pemulihan
Lebih lanjut, para pihak tidak merancang skema ini sebagai bantuan pemerintah maupun pembayaran ganti rugi perang. Sebaliknya, investor swasta akan menyediakan seluruh dana dan mengarahkannya ke berbagai sektor strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Iran.
Perusahaan-perusahaan dari AS, kawasan Teluk, Asia, Amerika Selatan, dan Afrika telah menyatakan komitmen untuk berpartisipasi. Nantinya, mereka akan menanamkan modal di sektor energi, manufaktur, logistik, transportasi, dan pembangunan infrastruktur.
Iran Sempat Ajukan Kompensasi Perang
Di sisi lain, Teheran sempat meminta kompensasi perang senilai US$400 miliar kepada Washington. Namun, pemerintah AS menolak permintaan tersebut. Sebagai alternatif, kedua negara kemudian menyusun konsep Dana Rekonstruksi dan Pembangunan sebagai wadah investasi pemulihan.
Melalui skema tersebut, investor dapat menyalurkan dana dalam bentuk jaminan pinjaman, fasilitas kredit, maupun pembiayaan langsung. Misalnya, mereka dapat mendukung pembangunan kembali kompleks baja Mobarakeh, kilang minyak, bandara, dan berbagai fasilitas umum yang mengalami kerusakan akibat konflik.
Dana Dibentuk Setelah Kesepakatan Final
Sementara itu, sumber terkait menegaskan bahwa AS dan Iran membahas program investasi ini secara terpisah dari negosiasi pencabutan sanksi AS maupun upaya pencairan aset-aset Iran yang masih dibekukan di luar negeri.
Adapun kedua negara baru akan membentuk dana tersebut setelah mereka menandatangani kesepakatan final. Selanjutnya, selama 60 hari setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU), administrator dana akan bekerja sama dengan investor dan pemangku kepentingan di Iran untuk menyusun rencana serta menentukan prioritas proyek.
Pada akhirnya, AS dan Iran berharap skema investasi ini dapat mempercepat pemulihan ekonomi, membangun kembali infrastruktur yang terdampak perang, serta menarik arus investasi internasional ke Iran setelah berakhirnya konflik.
(eny)









