Harga Mobil BYD Setelah Produksi Lokal, Apakah Turun?

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 6 September 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, menjadi fasilitas produksi kendaraan BYD untuk pasar Indonesia.(Foto : Arief A/Liputan6.com)

Pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, menjadi fasilitas produksi kendaraan BYD untuk pasar Indonesia.(Foto : Arief A/Liputan6.com)

Jakarta, iNBrita.com – PT BYD Motor Indonesia resmi mengoperasikan pabrik perakitan pertamanya di Subang Smartpolitan Industrial Park, Subang, Jawa Barat. Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 150 ribu unit kendaraan per tahun.

Saat ini, BYD sudah memproduksi Atto 1 dan M6 DM di fasilitas tersebut. Dalam waktu dekat, BYD juga akan merakit sejumlah model lain untuk memenuhi kebutuhan pasar Indonesia.

Lantas, apakah produksi lokal akan membuat harga mobil BYD menjadi lebih murah?

Head of Public and Government Relations BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menjelaskan bahwa pemerintah memberikan dukungan melalui kebijakan fiskal untuk membantu proses peralihan BYD dari importir menjadi produsen lokal.

Pemerintah memberikan insentif berdasarkan kompensasi investasi. Kebijakan tersebut membuat struktur fiskal BYD tetap seimbang, baik ketika perusahaan mengimpor kendaraan maupun saat memproduksinya di Indonesia.

“Ada insentif dengan kompensasi investasi, sehingga membuat struktur fiskalnya sama, baik saat impor maupun produksi di sini. Artinya, tidak ada perubahan harga menjadi lebih murah,” ujar Luther, dikutip Minggu (6/9/2026).

Skala Produksi Menentukan Harga Mobil

Luther mengatakan volume produksi dan tingkat penjualan menjadi faktor penting dalam menentukan harga kendaraan. Produsen membutuhkan skala ekonomi yang cukup agar biaya produksi tetap efisien.

Menurut Luther, produksi lokal tidak otomatis membuat harga kendaraan turun. Jika penjualan belum mencapai skala yang ideal, biaya produksi justru bisa meningkat.

“Makanya, sekarang fokus utama kami adalah mengoptimalkan kapasitas produksi yang dimiliki, apalagi kapasitas pabrik ini bisa mencapai 150 ribu unit per tahun,” tegas Luther.

Karena itu, BYD kini fokus meningkatkan pemanfaatan kapasitas pabrik di Subang. Perusahaan berharap volume produksi yang lebih besar dapat menciptakan efisiensi dalam proses manufaktur.

BYD Hentikan Impor Mobil CBU

BYD juga sudah menghentikan penggunaan skema impor kendaraan secara utuh atau Completely Built Up (CBU) untuk memasok pasar Indonesia.

Produsen otomotif asal Tiongkok tersebut kini secara bertahap mengalihkan seluruh proses produksi kendaraan yang dipasarkan di Indonesia ke fasilitas lokal.

Sebelumnya, BYD memanfaatkan fasilitas pemerintah yang memberikan izin impor kendaraan selama dua tahun dengan sejumlah insentif. Pemerintah memberikan fasilitas tersebut dengan syarat produsen membangun fasilitas produksi di Indonesia.

Selama periode tersebut, BYD memanfaatkan sekitar 92 ribu unit kuota impor. Perusahaan kemudian harus mengganti jumlah tersebut melalui produksi kendaraan di dalam negeri selama dua tahun berikutnya.

Produksi Lokal Jadi Komitmen BYD

Luther menegaskan bahwa BYD tidak menggunakan fasilitas impor hanya untuk meningkatkan penjualan. Perusahaan juga memanfaatkannya untuk memperkenalkan produk kepada konsumen Indonesia sebelum memproduksi kendaraan tersebut secara lokal.

“Kami melakukan impor bukan sekadar untuk jualan, melainkan sebagai bentuk kompensasi dengan mengenalkan terlebih dahulu ke pasar produk-produk yang nantinya pasti kami produksi di sini,” pungkas Luther.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemenperin Dorong Insentif REEV, Mobil Irit BBM
10 Aplikasi Penghasil Uang 2026, Cuan Online Tanpa Modal
Bentuk Bumi Berubah Satelit Ungkap Fakta Mengejutkan
Puppy Merge Game Penghasil Uang, Benarkah Saldo DANA Cair?
Harga Honda Jazz GE8 Bekas Oktober 2026 Terbaru
Harga Polytron FOX 350 Terbaru 2026 dan Spesifikasi
Kumbang Penyerbuk Sawit Terancam, Produksi Buah Menurun
Mitsubishi Pajero Terbaru, Harga Rp 800 Jutaan, Masuk Indonesia?
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Kemenperin Dorong Insentif REEV, Mobil Irit BBM

Minggu, 25 Oktober 2026 - 01:00 WIB

10 Aplikasi Penghasil Uang 2026, Cuan Online Tanpa Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 00:00 WIB

Bentuk Bumi Berubah Satelit Ungkap Fakta Mengejutkan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:00 WIB

Puppy Merge Game Penghasil Uang, Benarkah Saldo DANA Cair?

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Harga Honda Jazz GE8 Bekas Oktober 2026 Terbaru

Berita Terbaru

Ilustrasi Fruit Win, game bertema buah yang menawarkan diamond hijau untuk ditukar dengan hadiah saldo DANA. ( Foto AI INBRTA)

Game

Fruit Win 2026: Cara Mendapatkan Saldo DANA Gratis

Minggu, 25 Okt 2026 - 03:00 WIB

Teknologi mobil REEV diklaim mampu menempuh 65 km dengan satu liter BBM.(Foto: REUTERS/Tingshu Wang)

Teknologi

Kemenperin Dorong Insentif REEV, Mobil Irit BBM

Minggu, 25 Okt 2026 - 02:00 WIB

Ilustrasi aplikasi penghasil uang 2026 dan saldo DANA.

Teknologi

10 Aplikasi Penghasil Uang 2026, Cuan Online Tanpa Modal

Minggu, 25 Okt 2026 - 01:00 WIB

Karhutla di kawasan Bromo menewaskan enam orang petugas. Foto: Arsip BPBD Jawa Timur

Nasional

Karhutla Bromo, Enam Orang Meninggal Dunia

Minggu, 25 Okt 2026 - 00:00 WIB

IHSG menguat 4,9% selama perdagangan 19–23 Oktober 2026, dengan TRUK mencatat kenaikan saham tertinggi.(Foto : BAY ISMOYO/AFP)

Ekonomi

IHSG Melonjak 4,9%, Ini 10 Saham Top Gainers Sepekan

Sabtu, 24 Okt 2026 - 23:00 WIB