SUNGAI PENUH, iNBrita.com – Bunda Literasi Kota Sungai Penuh, Sri Kartini Alfin, S.Kep., Ns., terus mengajak anak-anak membangun kebiasaan membaca sejak usia dini.
Melalui kegiatan literasi, Sri Kartini ingin menanamkan kecintaan terhadap buku sekaligus mendorong anak-anak menjadikan membaca sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.
Mengenalkan Perpustakaan Sejak Usia Dini
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Sri Kartini mendampingi kunjungan sejumlah murid Sekolah Dasar (SD) ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Sungai Penuh, Kamis (3/9/2026).
Dalam kesempatan itu, para siswa mengenal berbagai fasilitas perpustakaan. Selain itu, mereka juga memilih buku sesuai minat, membaca berbagai koleksi, serta berdiskusi bersama teman.
Tidak hanya itu, suasana perpustakaan semakin hidup ketika para siswa menikmati kegiatan membaca. Mereka tampak antusias menemukan berbagai bacaan yang menarik perhatian.
Menumbuhkan Kebiasaan Membaca
Lebih lanjut, Sri Kartini mengatakan bahwa orang tua, guru, dan lingkungan sekitar perlu mengenalkan budaya membaca kepada anak sejak usia dini.
Menurutnya, kebiasaan membaca tidak hanya membantu anak memperluas pengetahuan, tetapi juga menambah wawasan serta mendorong mereka mengenal berbagai informasi dan pengalaman baru melalui buku.
“Alhamdulillah, kita melihat anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Saya berharap semangat mereka terus tumbuh dan mereka semakin dekat dengan buku,” ujar Sri Kartini.
Karena itu, ia mengajak sekolah dan pemerintah daerah menciptakan lebih banyak kegiatan yang mampu menarik minat anak untuk mengunjungi perpustakaan.
“Kita berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut. Mari kita dorong anak-anak untuk mencintai buku, rajin membaca, dan menjadikan perpustakaan sebagai tempat belajar serta menambah wawasan,” katanya.
Menciptakan Perpustakaan yang Ramah Anak
Di sisi lain, Sri Kartini turut mendorong Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Sungai Penuh untuk meningkatkan fasilitas serta menciptakan suasana ruang baca yang nyaman bagi anak-anak.
Menurutnya, lingkungan yang nyaman akan membuat anak lebih betah berada di perpustakaan. Dengan demikian, mereka dapat membaca dan belajar dengan suasana yang lebih menyenangkan.
“Perpustakaan jangan hanya menjadi tempat menyimpan buku. Kita harus menjadikannya sebagai ruang yang menarik bagi anak-anak untuk belajar, membaca, berdiskusi, dan mengembangkan kreativitas,” tuturnya.
Membangun Sinergi untuk Gerakan Literasi
Sementara itu, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP), sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan dinas terkait, serta para murid SD di Kota Sungai Penuh turut mengikuti kegiatan tersebut.
Dalam kegiatan itu, Sri Kartini mengapresiasi dukungan berbagai pihak. Menurutnya, kolaborasi antara sekolah, pemerintah, keluarga, dan masyarakat sangat penting untuk memperkuat gerakan literasi di Kota Sungai Penuh.
“Kalau semua pihak bergerak bersama, kita bisa menciptakan lingkungan yang mendorong anak-anak untuk lebih gemar membaca,” ujarnya.
Menyiapkan Generasi Cerdas
Pada akhirnya, Sri Kartini berharap kegiatan literasi seperti ini terus berkembang di Kota Sungai Penuh. Ia ingin anak-anak membangun kebiasaan membaca yang dapat mendukung perkembangan pengetahuan dan kreativitas mereka.
Lebih dari itu, ia meyakini bahwa anak yang rajin membaca memiliki kesempatan untuk memperluas wawasan, mengembangkan cara berpikir, dan mengenal dunia dari berbagai perspektif.
Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh pihak untuk terus memberikan ruang bagi anak-anak untuk membaca, belajar, bertanya, dan mengembangkan kreativitas.
Dengan budaya membaca yang tumbuh sejak dini, Kota Sungai Penuh diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas, kreatif, berwawasan luas, dan memiliki semangat belajar.
Mari membaca sejak dini, memperluas wawasan, dan bersama-sama menumbuhkan generasi Kota Sungai Penuh yang cerdas dan berkarakter.
(eny)









