Jakarta, iNBrita.com – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menguat pada perdagangan Sabtu (12/9/2026). Harga emas Antam hari ini naik Rp4.000 per gram dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Mengutip laman resmi Logam Mulia, Antam menetapkan harga emas sebesar Rp2.604.000 per gram. Sehari sebelumnya, harga emas Antam berada di level Rp2.600.000 per gram.
Antam juga menaikkan harga buyback emas sebesar Rp4.000. Kini, pemilik emas bisa menjual kembali emas batangan kepada Antam dengan harga Rp2.454.000 per gram.
Antam menggunakan istilah buyback untuk menyebut harga pembelian kembali emas dari konsumen. Sementara itu, harga emas yang tercantum di awal merupakan harga jual resmi Antam kepada konsumen.
Harga emas Antam sendiri pernah mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis (29/1/2026). Saat itu, harga emas Antam menyentuh Rp3.168.000 per gram, sedangkan harga buyback mencapai Rp2.989.000 per gram.
Investor perlu memperhatikan pergerakan harga emas karena nilainya dapat berubah sewaktu-waktu. Kondisi pasar turut memengaruhi pergerakan harga logam mulia tersebut.
Rincian Harga Emas Antam Sabtu, 12 September 2026
- 0,5 gram: Rp1.352.000
- 1 gram: Rp2.604.000
- 2 gram: Rp5.158.000
- 3 gram: Rp7.719.000
- 5 gram: Rp12.835.000
- 10 gram: Rp25.590.000
- 25 gram: Rp63.810.000
- 50 gram: Rp127.455.000
- 100 gram: Rp254.760.000
- 250 gram: Rp636.590.000 (pre-order)
- 500 gram: Rp1.272.900.000 (pre-order)
- 1.000 gram: Rp2.544.600.000 (pre-order)
Harga Emas Dunia
Harga emas dunia juga menguat lebih dari 1% pada perdagangan Jumat (11/9/2026) atau Sabtu pagi waktu Jakarta. Kenaikan tersebut membawa harga emas kembali dari penurunan yang terjadi dalam beberapa hari sebelumnya.
Mengutip CNBC, harga emas spot naik 1,1% menjadi US$4.363,01 per ons. Meski demikian, emas masih mencatat penurunan sekitar 1,5% sepanjang pekan.
Pedagang logam independen Tai Wong menilai harga emas mulai menemukan titik dasar dalam jangka pendek. Menurutnya, pasar sudah mengantisipasi kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada pekan depan.
Pasar sebelumnya memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sekitar 70%. Ekspektasi tersebut ikut membatasi volatilitas harga emas setelah penurunan dalam perdagangan sebelumnya.
Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat ditutup hampir tidak berubah di level US$4.408,90 per ons.
Pada Kamis sebelumnya, harga emas sempat anjlok hampir 2%. Data Indeks Harga Produsen (PPI) Amerika Serikat yang menunjukkan kenaikan harga pada Agustus ikut memengaruhi pergerakan tersebut.
Sentimen dari Harga Minyak dan Inflasi AS
Data inflasi Amerika Serikat turut memberikan tekanan terhadap pergerakan emas. Biro Statistik Tenaga Kerja AS mencatat Indeks Harga Konsumen (CPI) naik 0,4% pada bulan lalu, setelah hanya meningkat 0,1% pada Juli.
Di sisi lain, harga minyak mengalami penurunan. Namun, komoditas tersebut masih berada di jalur untuk mencatat kenaikan secara mingguan.
Kenaikan harga minyak dapat meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi. Kondisi tersebut kemudian mendorong pasar memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga.
Suku bunga yang lebih tinggi biasanya mengurangi daya tarik emas. Pasalnya, emas tidak memberikan bunga atau imbal hasil seperti sejumlah instrumen keuangan lainnya.
Pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed mencapai 87% pada pertemuan kebijakan pekan depan. Angka tersebut meningkat dari perkiraan sebelumnya yang berada di level 67%, berdasarkan CME FedWatch Tool.
Dari sisi permintaan, pembelian emas di India cenderung melemah pada pekan ini. Fluktuasi harga membuat sebagian pembeli memilih menahan transaksi.
Sebaliknya, permintaan investasi emas di China masih menunjukkan kekuatan. China menjadi salah satu negara konsumen emas terbesar di dunia.
(VVR*)









