Jakarta, iNBrita.com – Kabar baik datang bagi calon mahasiswa baru yang membutuhkan bantuan biaya pendidikan. Kementerian Agama (Kemenag) kembali memperpanjang pendaftaran Program Beasiswa Zakat Indonesia (BeZakat) 2026 hingga 21 September 2026.
Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam Kemenag mengelola program tersebut. BeZakat 2026 menyasar mahasiswa baru jenjang Strata 1 (S1) semester gasal tahun akademik 2026/2027.
Namun, calon penerima harus berkuliah di perguruan tinggi yang bekerja sama dengan program BeZakat.
Pendaftaran BeZakat 2026 Diperpanjang
Kemenag membuka pendaftaran BeZakat 2026 secara online. Calon peserta dapat mengakses portal resmi pendaftaran melalui pendaftaran-beasiswa.kemenag.go.id.
Calon mahasiswa sebaiknya segera menyiapkan seluruh dokumen. Selain itu, peserta perlu memastikan semua berkas sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan.
Dengan begitu, calon penerima dapat menghindari kendala saat proses pendaftaran.
Empat Fasilitas BeZakat 2026
BeZakat 2026 tidak hanya membantu mahasiswa membayar biaya kuliah. Program ini juga memberikan dukungan untuk kebutuhan hidup dan pengembangan diri.
Penerima BeZakat akan memperoleh empat fasilitas utama, yaitu:
- Bantuan UKT
Penerima mendapatkan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) penuh selama delapan semester. - Uang Saku Bulanan
Penerima memperoleh bantuan biaya hidup atau living allowance selama 48 bulan. - Laptop untuk Kuliah
Program BeZakat memberikan satu unit laptop untuk menunjang kegiatan akademik mahasiswa. - Pembinaan Karakter dan Kepemimpinan
Penerima mengikuti pendampingan yang berfokus pada karakter, nilai-nilai kebangsaan, dan kepemimpinan.
Kemenag Dorong Pemanfaatan Zakat untuk Pendidikan
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam Kemenag, Waryono Abdul Ghafur, menilai zakat dapat memberikan manfaat jangka panjang melalui pendidikan.
Menurut Waryono, zakat tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dana zakat juga dapat membuka kesempatan bagi generasi muda untuk meningkatkan kemampuan dan membangun kemandirian.
“Zakat tidak hanya hadir untuk memenuhi kebutuhan hari ini. Melalui pendidikan, zakat dapat menjadi investasi sosial yang membuka kesempatan bagi generasi muda untuk meningkatkan kapasitas, membangun kemandirian, dan mempersiapkan masa depan,” ujar Waryono dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Daftar 11 PTN Mitra BeZakat 2026
BeZakat 2026 bekerja sama dengan 11 Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Berikut daftar kampus mitra tersebut:
- Universitas Indonesia (UI)
- IPB University
- Institut Teknologi Bandung (ITB)
- Universitas Airlangga (Unair)
- Universitas Brawijaya (UB)
- Universitas Hasanuddin (Unhas)
- Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
- Universitas Padjadjaran (Unpad)
- Universitas Gadjah Mada (UGM)
- Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
- Universitas Diponegoro (Undip)
Daftar 10 PTKIN Mitra BeZakat 2026
Selain PTN, Kemenag menggandeng 10 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Kampus tersebut meliputi:
- UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
- UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
- UIN Walisongo Semarang
- UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
- UIN Sunan Ampel Surabaya
- UIN Sunan Gunung Jati Bandung
- UIN Imam Bonjol Padang
- UIN Alauddin Makassar
- UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto
- UIN Raden Fatah Palembang
Selain menggandeng perguruan tinggi, program BeZakat juga melibatkan 26 Lembaga Amil Zakat (LAZ) sebagai mitra.
Kemenag menjalin kolaborasi tersebut untuk memperluas pemanfaatan dana zakat. Dengan kerja sama ini, pemerintah berharap lebih banyak mahasiswa mendapatkan akses pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
BeZakat Terbuka untuk Berbagai Rumpun Ilmu
Program BeZakat 2026 membuka kesempatan bagi calon mahasiswa dari berbagai rumpun ilmu. Beberapa bidang studi yang dapat mengikuti program ini antara lain:
- Sains dan Teknik
- Kesehatan
- Ekonomi dan Bisnis
- Hukum dan Sosial
- Pendidikan
- Manajemen Zakat dan Wakaf
Karena itu, calon mahasiswa dari berbagai bidang memiliki kesempatan untuk mendaftar selama memenuhi persyaratan program.
Kemenag Perkuat Kolaborasi Pengelolaan Zakat
Waryono menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat menjalankan pemberdayaan zakat seorang diri. Kemenag membutuhkan dukungan lembaga zakat, perguruan tinggi, mahasiswa, dan berbagai pihak lainnya.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Kementerian Agama, lembaga zakat, perguruan tinggi, mahasiswa, dan berbagai pihak perlu berada dalam satu ekosistem agar dana zakat dapat dikelola secara tepat sasaran dan menghasilkan manfaat yang lebih panjang,” tutur Waryono.
Pengembangan BeZakat juga mendukung program Asta Protas Kemenag. Program tersebut mendorong pemberdayaan ekonomi umat dan menghadirkan layanan keagamaan yang berdampak.
Melalui bantuan pendidikan, Kemenag berharap dana zakat dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan bantuan untuk menyelesaikan kuliah, tetapi juga memperoleh bekal untuk membangun masa depan.
“Ketika zakat digunakan untuk membantu seorang mahasiswa menyelesaikan pendidikannya, yang dibangun bukan hanya satu orang. Ada kapasitas, keluarga, dan masa depan yang ikut kita kuatkan,” pungkas Waryono.
(VVR*)









