Kisah Mantan PMI Sukses Bangun Bisnis Kuliner di Taiwan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 16 September 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tati Purwanti mengembangkan usaha Bubur Cirebon di Taiwan setelah sebelumnya bekerja sebagai PMI.(Foto: dok Istimewa/cnbcindonesia)

Tati Purwanti mengembangkan usaha Bubur Cirebon di Taiwan setelah sebelumnya bekerja sebagai PMI.(Foto: dok Istimewa/cnbcindonesia)

Jakarta, iNBrita.com – Lebih dari dua dekade lalu, Tati Purwanti meninggalkan Indramayu untuk bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan. Sebagai anak pertama sekaligus tulang punggung keluarga, Tati memilih merantau untuk membantu meningkatkan perekonomian keluarganya.

Perjalanan Tati sebagai PMI tidak selalu berjalan mudah. Namun, ia terus berusaha membangun kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya. Kisah tersebut kemudian menjadi bagian dari semangat Teman Seperjuangan PMI BRI di Taiwan.

Tati Membangun Keluarga di Taiwan

Setelah beberapa tahun bekerja sebagai PMI, Tati memasuki babak baru dalam kehidupannya. Pada 2013, ia menikah dengan warga negara Taiwan.

Tati kemudian membangun keluarga di Taiwan. Meski begitu, keinginannya untuk memiliki usaha sendiri tetap kuat.

Dengan dukungan suaminya, Tati kembali ke Indonesia pada 2016. Ia ingin memanfaatkan pengalaman yang ia dapatkan selama tinggal di Taiwan untuk membangun usaha di Tanah Air.

Membawa Tren Bubble Tea ke Indonesia

Saat itu, Tati melihat tren bubble tea berkembang pesat di Taiwan. Ia kemudian melihat peluang untuk membawa pengalaman tersebut ke Indonesia.

Tati pun mulai merintis usaha bubble tea dari bawah.

“Waktu itu saya melihat bubble tea sudah banyak di Taiwan. Melihat peluang itu, saya coba membawa pengalaman yang saya dapat selama di sana. Alhamdulillah, apa yang saya pelajari akhirnya bisa saya coba di Indonesia,” cerita Tati, dikutip Sabtu (12/9/2026).

Usaha tersebut perlahan berkembang. Tati berhasil membuka lima cabang dan mempekerjakan sekitar 35 orang.

Namun, pandemi COVID-19 pada 2020 mengubah kondisi bisnisnya. Aktivitas usaha menurun dan Tati menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan bisnis.

Setelah mencoba berbagai cara, Tati akhirnya kembali ke Taipei pada 2020. Ia memilih langkah tersebut untuk menata kembali kehidupannya sekaligus mencari peluang usaha baru.

Tati Memulai Usaha Bubur Cirebon

Kembali ke Taipei tidak membuat Tati berhenti berusaha. Pengalamannya membangun bisnis di Indonesia justru membantu Tati melihat peluang baru di Taiwan.

Pada 2022, Tati mulai menjual Bubur Cirebon di Taiwan. Ia membawa cita rasa Indonesia ke lingkungan tempat tinggalnya sekaligus memulai babak baru dalam perjalanan bisnisnya.

Tati sempat meragukan peluang bisnis bubur di Taiwan. Ia mempertimbangkan kondisi cuaca Taiwan yang relatif panas.

“Awalnya sempat ragu juga, Taiwan kan panas, apa orang mau makan bubur? Tapi saya pikir, kalau tidak dicoba kita tidak akan tahu. Jadi waktu itu saya jalani saja dulu,” cerita Tati.

Tati kemudian bekerja bersama suaminya untuk meracik dan menyempurnakan resep Bubur Cirebon. Mereka membangun usaha tersebut dari pinggir jalan selama sekitar delapan bulan.

Selama menjalankan usaha, keduanya menjaga kualitas rasa dan terus mengenalkan produk kepada pelanggan. Perlahan, Bubur Cirebon mendapat tempat di hati pelanggan.

Usaha itu kemudian berkembang hingga Tati mendapatkan tempat usaha yang ia gunakan sampai sekarang. Penjualan Bubur Cirebon kini menghasilkan omzet sekitar 30.000 NTD hingga 120.000 NTD.

Membantu Sesama Pekerja Indonesia

Pertumbuhan bisnis membuat Tati tidak hanya memikirkan perkembangan usahanya sendiri. Ia juga ingin membantu masyarakat Indonesia yang bekerja di Taiwan.

“Saya dulu juga datang ke Taiwan untuk bekerja dan membantu keluarga. Jadi kalau sekarang ada kesempatan untuk membantu orang Indonesia yang mau bekerja di sini, saya bantu sebisa saya. Saya tahu mereka juga punya keluarga yang ingin dibantu,” ungkap Tati.

Pengalaman sebagai PMI membuat Tati memahami perjuangan para pekerja Indonesia di Taiwan. Karena itu, ia berusaha membantu sesama warga Indonesia ketika memiliki kesempatan.

BRI Mendukung Aktivitas Finansial Tati

Pertumbuhan Bubur Cirebon juga mengubah kebutuhan finansial Tati. Ia kini tidak hanya menggunakan layanan perbankan untuk mengirim uang ke Indonesia.

Tati memanfaatkan layanan BRI Taipei untuk menyetor penerimaan usahanya. Ia juga menggunakan QR Payment sebagai salah satu pilihan pembayaran bagi pelanggan.

“Dulu saya pakai BRI hanya untuk kirim uang ke Indonesia. Sekarang setelah punya usaha, kebutuhannya juga ikut berubah. Hasil penjualan yang masih tunai bisa saya setorkan melalui BRI Taipei, dan sekarang pelanggan juga mulai bisa bayar lewat QR Payment. Saya tidak pernah membayangkan perjalanan saya bisa sampai di tahap ini, dan sejauh ini petugas BRI Taiwan sangat membantu,” kata Tati.

Pengalaman tersebut mencerminkan semangat Teman Seperjuangan PMI BRI di Taiwan. BRI mendorong para PMI untuk mengembangkan pengalaman dan keterampilan mereka menjadi peluang ekonomi yang lebih luas.

BRI Dorong PMI Menjadi Wirausaha

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan BRI melihat potensi besar dari pengalaman dan keterampilan para PMI.

“Bagi BRI, kisah Ibu Tati menunjukkan bahwa PMI tidak hanya memiliki peran penting dalam menopang perekonomian keluarga dan memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional, tetapi juga memiliki potensi besar untuk tumbuh menjadi wirausaha. Perjalanan dari seorang pekerja migran hingga mampu membangun usaha, menciptakan lapangan pekerjaan, dan membuka peluang bagi sesama masyarakat Indonesia merupakan wujud nyata dari semangat pemberdayaan yang ingin terus kami dorong,” ujar Hery.

Menurut Hery, BRI juga terus membangun ekosistem layanan yang sesuai dengan kebutuhan finansial PMI dan diaspora Indonesia di Taiwan.

“Kehadiran BRI di Taiwan adalah tentang hadir lebih dekat dengan masyarakat Indonesia yang bekerja, berkarya, dan membangun masa depan di Taiwan. Kami ingin BRI menjadi jembatan yang menghubungkan kebutuhan finansial di Taiwan dengan keluarga dan berbagai kebutuhan di Indonesia,” kata Hery.

BRI Hadirkan Layanan Digital di Taiwan

Melalui BRI Taipei, BRI menjaga konektivitas finansial masyarakat Indonesia di Taiwan dengan Tanah Air. Layanan tersebut mencakup kebutuhan remitansi hingga transaksi sehari-hari.

BRI juga terus mengembangkan layanan digital untuk mendukung aktivitas masyarakat Indonesia dalam ekosistem usaha di Taiwan.

Sebagai bagian dari penguatan layanan tersebut, BRI meluncurkan BRImo Taiwan. BRI merancang layanan mobile banking tersebut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia di Taiwan.

Melalui BRImo Taiwan, nasabah dapat mengakses layanan perbankan selama 24 jam sehari dan tujuh hari dalam sepekan. Layanan tersebut mencakup transfer internasional ke Indonesia, transfer lokal di Taiwan, pembayaran, serta berbagai kebutuhan transaksi lainnya.

BRImo Taiwan juga membantu mempercepat proses remitansi dan transfer uang dari Taiwan ke Indonesia. Dengan layanan tersebut, masyarakat Indonesia dapat melakukan berbagai transaksi melalui satu aplikasi.

Kinerja BRI Taipei

BRI Taipei beroperasi di Zhongshan District, Taipei. Hingga akhir Juli 2026, BRI Taipei mencatat total aset lebih dari US$408 juta.

Pada periode yang sama, nilai transaksi remitansi antara Taiwan dan Indonesia mencapai sekitar US$490 juta. Layanan BRI Taipei juga telah menjangkau lebih dari 3.400 rekening.

Perjalanan Tati menunjukkan bagaimana pengalaman sebagai PMI dapat berkembang menjadi modal untuk membangun usaha. Ia tidak hanya membangun bisnis di Taiwan, tetapi juga membuka lapangan kerja dan berupaya membantu sesama masyarakat Indonesia.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rupiah Melemah, Pasar Tunggu Keputusan Suku Bunga Fed
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp1.000
Pemerintah Temukan 25 Beras Fortifikasi Tak Sesuai Standar
Harga Emas Hari Ini: Antam, Pegadaian, Hartadinata Turun
Harga Emas Antam Turun Rp10.000 per Gram Hari Ini
Rupiah Melemah, Pasar Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed
Harga Minyak Naik, Pemerintah Siapkan Langkah Antisipasi
Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik, Antam Rp2,64 Juta
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 22:00 WIB

Kisah Mantan PMI Sukses Bangun Bisnis Kuliner di Taiwan

Rabu, 16 September 2026 - 11:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp1.000

Selasa, 15 September 2026 - 22:00 WIB

Pemerintah Temukan 25 Beras Fortifikasi Tak Sesuai Standar

Selasa, 15 September 2026 - 15:00 WIB

Harga Emas Hari Ini: Antam, Pegadaian, Hartadinata Turun

Selasa, 15 September 2026 - 09:00 WIB

Harga Emas Antam Turun Rp10.000 per Gram Hari Ini

Berita Terbaru

Tati Purwanti mengembangkan usaha Bubur Cirebon di Taiwan setelah sebelumnya bekerja sebagai PMI.(Foto: dok Istimewa/cnbcindonesia)

Ekonomi

Kisah Mantan PMI Sukses Bangun Bisnis Kuliner di Taiwan

Rabu, 16 Sep 2026 - 22:00 WIB

iOS 27 resmi hadir di Indonesia dengan sejumlah fitur dan pembaruan baru untuk pengguna iPhone. ( Foto AI)

Teknologi

iOS 27 Resmi Hadir di Indonesia, Ini Fitur Terbarunya

Rabu, 16 Sep 2026 - 21:00 WIB

Toyota Veloz Hybrid EV menjalani Journalist Test Drive dengan rute Yogyakarta-Solo dan sekitarnya.(foto : Dok. TAM/kompas.com)

Teknologi

Toyota Veloz Hybrid EV Diuji 350 Kilometer

Rabu, 16 Sep 2026 - 19:00 WIB

Wali Kota Alfin menyampaikan pengantar Ranperda Perubahan APBD 2026.

SUNGAI PENUH

DPRD Sungai Penuh Gelar Paripurna Perubahan APBD 2026

Rabu, 16 Sep 2026 - 15:00 WIB

Wali Kota Alfin saat menyampaikan Raperda Perubahan APBD 2026.

SUNGAI PENUH

Alfin Sampaikan Perubahan APBD 2026 Sesuai Kebutuhan Daerah

Rabu, 16 Sep 2026 - 14:00 WIB