Harga Minyak Naik, Pemerintah Siapkan Langkah Antisipasi

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 14 September 2026 - 03:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi BBM subsidi di SPBU Pertamina.(Dok. Pertamina)

Ilustrasi BBM subsidi di SPBU Pertamina.(Dok. Pertamina)

Jakarta, iNBrita.com  – Harga minyak mentah dunia kembali menembus 100 dollar AS per barrel. Kondisi ini membuat pemerintah perlu menghitung kembali kebutuhan anggaran untuk mempertahankan harga BBM bersubsidi.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Eko Listyanto, mengatakan lonjakan harga minyak dapat meningkatkan tekanan terhadap APBN sekaligus mendorong inflasi. Kenaikan biaya energi akan memengaruhi ongkos distribusi dan operasional berbagai sektor usaha.

“Meski kenaikan harga minyak ini temporer dan sangat bergantung pada tensi geopolitik AS-Israel versus Iran, kondisi tersebut tetap dapat memengaruhi inflasi dan meningkatkan kebutuhan kompensasi APBN,” ujar Eko, Minggu (13/9/2026), seperti dikutip Antara.

Eko meminta pemerintah menyiapkan anggaran untuk menghadapi kemungkinan berlanjutnya kenaikan. Ia juga mendorong pemerintah memperbaiki sistem subsidi agar bantuan tersebut tepat sasaran.

Menurutnya, pemerintah perlu memprioritaskan kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan subsidi. Langkah tersebut dapat membantu negara mengendalikan pengeluaran ketika harga minyak global bergerak naik.

Harga Brent dan WTI masih di atas 100 dollar AS

Harga minyak dunia mengalami koreksi pada perdagangan Jumat (11/9/2026). Mengutip CNBC, harga minyak Brent turun 2,8 persen menjadi 104,61 dollar AS per barrel.

Pada periode yang sama, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) melemah 2,4 persen menjadi 100,05 dollar AS per barrel.

Meski turun pada akhir pekan, kedua jenis minyak tersebut mencatat kenaikan hampir 10 persen dalam sepekan. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang menjaga harga minyak tetap tinggi.

BBM nonsubsidi berpotensi mengikuti pasar

Kondisi pasar global juga dapat memengaruhi harga BBM nonsubsidi. Eko menjelaskan bahwa harga BBM jenis tersebut mengikuti perkembangan harga pasar sehingga pelaku usaha dapat melakukan penyesuaian apabila harga  terus meningkat.

Kenaikan BBM nonsubsidi dapat meningkatkan biaya transportasi, industri, dan distribusi logistik. Perusahaan kemudian berpotensi meneruskan tambahan biaya tersebut ke harga barang yang mereka jual.

Dampak lainnya dapat muncul pada industri yang menggunakan minyak bumi sebagai bahan baku. Produk berbahan plastik menjadi salah satu contoh yang berpotensi mengalami kenaikan harga.

El Nino menambah tantangan

Eko juga mengingatkan pemerintah terhadap risiko inflasi dari sektor pangan. Fenomena El Nino dapat memengaruhi kondisi cuaca dan menambah tekanan terhadap harga sejumlah komoditas.

Sementara itu, perkembangan hubungan Iran dengan negara-negara di kawasan Teluk turut memengaruhi sentimen pasar minyak. Rencana pertemuan Iran dengan negara-negara Teluk di Oman mengenai situasi Selat Hormuz sempat meredakan kekhawatiran pasar.

Perkembangan diplomasi tersebut ikut mendorong penurunan harga minyak pada Jumat. Namun, pasar tetap mencermati ketegangan di Timur Tengah karena perubahan situasi geopolitik dapat kembali menggerakkan harga .

Pemerintah kini menghadapi tantangan untuk menjaga harga energi tetap terkendali tanpa memberikan tekanan berlebihan terhadap APBN. Pada saat yang sama, pemerintah perlu mengantisipasi dampak kenaikan biaya energi terhadap harga barang dan inflasi.

(*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IHSG Anjlok 3,49%, Rupiah Tembus Rp 18.136
IHSG Anjlok 2,64%, Investor Asing Tarik Dana Rp 5,5 Triliun
Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Antam dan UBS
Harga Perak Antam Hari Ini Turun, Simak Rinciannya
Rupiah Menguat Hari Ini, Simak Prediksi Nilai Tukar Terbaru
Harga Emas Perhiasan Hari Ini Kamis 29 Oktober
The Fed Tahan Suku Bunga, Inflasi AS Membayangi Pasar
Harga Emas Dunia Melemah, Minyak Picu Inflasi AS
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:00 WIB

IHSG Anjlok 3,49%, Rupiah Tembus Rp 18.136

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:00 WIB

IHSG Anjlok 2,64%, Investor Asing Tarik Dana Rp 5,5 Triliun

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Antam dan UBS

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Harga Perak Antam Hari Ini Turun, Simak Rinciannya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Rupiah Menguat Hari Ini, Simak Prediksi Nilai Tukar Terbaru

Berita Terbaru

Lahan gambut yang menjadi fokus restorasi untuk mencegah karhutla dan menjaga kelestarian lingkungan.

Nasional

BPGMN Perkuat Mitigasi Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan

Jumat, 30 Okt 2026 - 07:00 WIB

Ilustrasi suasana Jazirah Arab pada masa awal Islam, menggambarkan latar sejarah perjuangan Hamzah bin Abdul Muthalib, Singa Allah.

Khasanah

Hamzah bin Abdul Muthalib, Singa Allah Pembela Rasulullah SAW

Jumat, 30 Okt 2026 - 06:00 WIB

Ilustrasi teh kemasan berbusa saat aksi demo. ( Foto AI INBRITA)

Nasional

Misteri Teh Berbusa Saat Demo, Polisi Selidiki Asal-usulnya

Jumat, 30 Okt 2026 - 05:00 WIB

Pemancing Taklukkan Lele Raksasa, Tarung 30 Menit. Foto: Euro News

Internasional

Pemancing Jerman Tangkap Lele Raksasa, Samai Rekor Dunia

Jumat, 30 Okt 2026 - 04:00 WIB

Indocomtech 2026 menghadirkan pameran teknologi dan promo gadget di JICC, Jakarta.

Teknologi

Indocomtech 2026 Hadirkan Promo Gadget dan Teknologi Terbaru

Jumat, 30 Okt 2026 - 03:00 WIB