Jakarta, iNBrita.com — Banyak orang mengalami keinginan buang air kecil pada malam hari, terutama ketika usia bertambah. Dokter menyebut kondisi ini sebagai nocturia. Meski sering terjadi pada usia lanjut, kita tidak harus menganggapnya sebagai bagian yang tidak dapat diatasi dari proses penuaan.
Menurut Peter, dokter dapat membantu mengurangi frekuensi seseorang terbangun pada malam hari dengan mencari penyebab dan menyesuaikan beberapa kebiasaan yang memengaruhinya.
Sebagian pasien bahkan berhasil mengurangi frekuensi terbangun dari lima atau enam kali menjadi hanya satu atau dua kali dalam semalam. Perubahan tersebut dapat membuat tidur lebih nyenyak dan meningkatkan kualitas hidup.
Namun, kita juga perlu melihat frekuensi buang air kecil berdasarkan lama waktu tidur. Orang yang menghabiskan waktu 10 hingga 13 jam di tempat tidur tentu memiliki lebih banyak kesempatan untuk buang air kecil dibandingkan orang yang hanya tidur selama lima atau enam jam.
Karena itu, orang berusia di atas 50 tahun tidak perlu langsung menganggap terbangun dua kali setiap malam sebagai masalah serius. Mereka perlu memperhatikan dampaknya terhadap kualitas tidur dan aktivitas sehari-hari. Jika kondisi tersebut membuat tubuh lelah pada siang hari atau mengganggu pekerjaan dan kegiatan lainnya, sebaiknya mereka berkonsultasi dengan dokter.
Kurangi Kopi dan Cairan Menjelang Tidur
Kebiasaan minum kopi juga dapat memengaruhi tidur dan frekuensi buang air kecil pada malam hari. Seiring bertambahnya usia, tubuh seseorang dapat menjadi lebih sensitif terhadap kafein.
Seseorang yang dahulu mampu minum empat atau lima cangkir kopi tanpa mengalami gangguan mungkin mulai merasakan efeknya setelah hanya minum dua atau tiga cangkir.
Karena itu, batasi konsumsi kopi pada sore dan malam hari. Hindari pula minum cairan dalam jumlah berlebihan menjelang tidur.
Bagi orang yang menggunakan obat diuretik atau obat pelancar urine, dokter dapat membantu menentukan waktu konsumsi yang tepat. Jangan mengubah jadwal minum obat tanpa berkonsultasi terlebih dahulu.
Ciptakan Lingkungan Tidur yang Nyaman
Kita juga perlu memperhatikan kualitas tempat tidur. Kasur yang nyaman, posisi tidur yang tepat, serta suasana kamar yang mendukung dapat membantu seseorang mendapatkan istirahat yang lebih baik.
Peter menilai masyarakat tidak perlu menunggu sampai mengalami nyeri punggung untuk mulai memperhatikan kondisi kasur. Kita dapat memilih dan menjaga lingkungan tidur yang nyaman sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan tubuh.
Dengan memperbaiki kebiasaan minum, mengatur konsumsi kafein, memperhatikan penggunaan obat, dan menciptakan lingkungan tidur yang nyaman, seseorang dapat membantu mengurangi gangguan tidur akibat sering buang air kecil pada malam hari.
Jika seseorang terus terbangun berkali-kali setiap malam dan kondisi tersebut mulai mengganggu tidur maupun aktivitas pada siang hari, segera konsultasikan keluhan tersebut kepada dokter. Dokter dapat mencari penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai.
(eny)









