Jambi, iNBrita.com – Penumpukan lemak berlebihan pada organ hati atau fatty liver menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian. Kondisi ini dapat berkembang tanpa disadari dan memicu kerusakan hati jika seseorang mengabaikannya.
Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi dan hepatologi, dr. Irsan Hasan, menjelaskan bahwa seseorang mengalami perlemakan hati ketika kandungan lemak dalam organ hati mencapai lebih dari 5 persen.
Menurutnya, masyarakat perlu mewaspadai kondisi tersebut karena penumpukan lemak dalam waktu lama dapat memicu peradangan kronis. Peradangan ini secara perlahan merusak sel-sel hati dan membentuk jaringan parut atau fibrosis.
Karena itu, masyarakat perlu menjaga pola hidup sehat untuk melindungi organ hati. Kebiasaan mengatur makanan, mengendalikan berat badan, dan rutin berolahraga dapat membantu mengurangi risiko perlemakan hati.
1. Kurangi Konsumsi Minuman Manis
Kebiasaan mengonsumsi minuman tinggi gula dapat meningkatkan asupan kalori harian dan mendorong penumpukan lemak dalam tubuh, termasuk organ hati.
Masyarakat perlu membatasi minuman bersoda, jus buah kemasan, serta berbagai minuman yang mengandung gula tambahan.
Sebagai gantinya, pilih air putih, teh tanpa gula, atau kopi hitam tanpa pemanis. Kebiasaan sederhana ini membantu mengendalikan asupan gula setiap hari.
2. Kendalikan Berat Badan
Kelebihan berat badan dan obesitas dapat meningkatkan risiko perlemakan hati. Karena itu, masyarakat perlu menjaga berat badan agar tetap sehat.
Bagi orang yang mengalami obesitas, menurunkan berat badan secara bertahap dapat membantu mengurangi penumpukan lemak dan peradangan pada hati.
Penurunan berat badan sekitar 7 hingga 10 persen dari berat awal berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan hati. Namun, hindari diet ekstrem dan pilih pola penurunan berat badan yang sehat.
3. Pola Makan Sehat Menu diet Mencegah .
Pilihan makanan sehari-hari turut memengaruhi kesehatan organ hati. Masyarakat dapat menerapkan pola makan Mediterania yang mengutamakan sayuran, buah utuh, biji-bijian, serta sumber lemak sehat.
Beberapa pilihan makanan yang dapat dikonsumsi antara lain alpukat dan minyak zaitun.
Sebaliknya, kurangi makanan ultra-proses dan makanan yang mengandung lemak trans. Dengan mengatur asupan makanan, masyarakat dapat membantu menjaga berat badan sekaligus mengurangi risiko perlemakan hati.
4. Rutin Melakukan Aktivitas Fisik
Aktivitas fisik membantu tubuh meningkatkan sensitivitas insulin dan menggunakan energi, termasuk cadangan lemak.
Masyarakat dapat memilih olahraga yang mudah dilakukan, seperti berjalan cepat, berenang, atau bersepeda.
Usahakan berolahraga dengan intensitas sedang selama minimal 150 menit setiap minggu. Lakukan secara rutin agar tubuh tetap aktif dan kesehatan hati lebih terjaga.
Terapkan Kebiasaan Sehat untuk Melindungi Hati
Masyarakat dapat memulai pencegahan fatty liver melalui kebiasaan sederhana. Kurangi minuman manis, kendalikan berat badan, konsumsi makanan bergizi, dan lakukan olahraga secara rutin.
Konsistensi menjalankan pola hidup sehat membantu menjaga fungsi hati dan menekan risiko gangguan kesehatan.
Jika memiliki faktor risiko perlemakan hati, segera konsultasikan kondisi kesehatan kepada dokter agar mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.
(eny)









