5 Jenis Teh untuk Diet, Bantu Turunkan Berat Badan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 5 November 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teh hijau, minuman rendah kalori untuk mendukung diet. ( Foto inbrita)

Teh hijau, minuman rendah kalori untuk mendukung diet. ( Foto inbrita)

Jambi, iNBrita.com —  Berat badan ideal membutuhkan lebih dari sekadar mengurangi porsi makan. Seseorang perlu mengatur asupan nutrisi, meningkatkan aktivitas fisik, dan menjaga kebiasaan sehari-hari agar tubuh tetap sehat.

Pilihan minuman juga ikut memengaruhi jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh. Salah satu alternatif yang bisa dipertimbangkan adalah teh tanpa gula. Selain rendah kalori, beberapa jenis teh mengandung senyawa alami yang berpotensi mendukung metabolisme dan proses pembakaran lemak.

Sejumlah penelitian telah mengamati hubungan antara konsumsi teh dan pengelolaan berat badan. Meski belum bisa menggantikan pola makan sehat maupun olahraga, beberapa jenis teh dapat melengkapi rutinitas diet.

Mengutip Eat This, Not That, berikut lima jenis teh yang memiliki potensi tersebut.

1. Teh Hijau

Teh hijau terkenal karena kandungan antioksidannya, terutama katekin. Salah satu senyawa utamanya adalah epigallocatechin gallate (EGCG), yang menarik perhatian peneliti karena potensinya dalam meningkatkan metabolisme dan oksidasi lemak.

Penelitian dalam International Journal of Environmental Research and Public Health pada 2022 menemukan bahwa peserta yang banyak mengonsumsi teh hijau memiliki risiko obesitas 44% lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak meminumnya.

Temuan serupa muncul dalam penelitian yang diterbitkan di Physiology & Behavior pada 2008. Studi tersebut mencatat bahwa peserta obesitas yang rutin mengonsumsi teh hijau mengalami penurunan berat badan lebih besar daripada kelompok yang tidak meminumnya.

2. Teh Oolong

Teh oolong memiliki karakteristik tersendiri karena produsen mengolah daunnya melalui proses oksidasi sebagian. Proses ini membedakannya dari teh hijau yang tidak mengalami oksidasi dan teh hitam yang menjalani oksidasi penuh.

Kandungan polifenol dalam teh oolong menarik perhatian para peneliti karena potensinya dalam mengurangi penumpukan lemak visceral, yakni lemak yang berada di sekitar organ dalam.

Penelitian dalam The Journal of Nutrition menunjukkan bahwa polifenol dari teh hijau, hitam, dan oolong berpotensi memengaruhi jaringan lemak visceral.

Sementara itu, studi Universitas Tsukuba pada 2020 menemukan bahwa teh oolong meningkatkan pemecahan lemak sekitar 20% dalam kondisi penelitian. Para peneliti juga mengamati aktivitas tersebut tetap berlangsung ketika peserta tidur.

3. Teh Hitam

Teh hitam menawarkan pilihan bagi pencinta minuman dengan cita rasa lebih kuat. Proses oksidasi penuh menghasilkan warna gelap sekaligus karakter rasa yang khas.

Selain itu, teh hitam mengandung polifenol yang memiliki sifat antioksidan. Laporan dalam jurnal Molecules pada 2016 mengungkap potensi senyawa tersebut dalam membantu mengendalikan berat badan dan mengurangi lemak visceral.

Penelitian yang diterbitkan dalam Food & Function pada 2014 juga memberikan hasil menarik. Peserta yang meminum tiga cangkir teh hitam setiap hari selama tiga bulan mengalami penurunan berat badan dan lingkar pinggang lebih besar dibandingkan kelompok pembanding.

4. Teh Putih

Berbeda dari jenis teh lainnya, teh putih melalui proses pengolahan yang lebih sederhana. Produsen biasanya memetik daun muda, kemudian mengeringkannya dengan sedikit pemrosesan tambahan.

Teh ini mengandung polifenol dan katekin yang berpotensi membantu tubuh meningkatkan oksidasi lemak serta mengatur metabolisme energi.

Laporan dalam jurnal Food Safety & Health pada 2023 turut menyoroti manfaat teh putih terhadap pengelolaan berat badan. Penelitian tersebut secara khusus membahas kaitannya dengan pengurangan lemak visceral.

5. Teh Pu-erh

Teh pu-erh berasal dari tanaman Camellia sinensis, tetapi produsen mengolahnya melalui proses fermentasi dan pematangan khusus. Metode tersebut menghasilkan cita rasa serta karakteristik yang berbeda dari teh hijau, oolong, maupun teh hitam.

Sejumlah penelitian telah mengamati pengaruh konsumsi pu-erh terhadap komposisi tubuh. Salah satunya, studi dalam Phytotherapy Research pada 2014, menemukan sedikit penurunan lemak tubuh dan indeks massa tubuh (BMI) pada pria dengan sindrom metabolik yang mengonsumsi teh ini.

Penelitian lain dalam jurnal Nutrition Research juga menemukan bahwa ekstrak pu-erh berpotensi menurunkan berat badan, BMI, dan lemak visceral pada orang dewasa di Jepang.

Berbagai penelitian tersebut menunjukkan potensi sejumlah jenis teh dalam mendukung pengelolaan berat badan. Namun, hasilnya tidak serta-merta menjadikan teh sebagai minuman pembakar lemak yang mampu mengatasi obesitas.

Keberhasilan menurunkan berat badan tetap bergantung pada keseimbangan asupan kalori, aktivitas fisik, kualitas tidur, dan konsistensi menjalani pola hidup sehat.

Untuk menghindari tambahan kalori, pilih teh tanpa gula, sirup, atau pemanis berlebihan. Dengan begitu, minuman ini dapat menjadi bagian dari rutinitas harian yang lebih sehat.

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cegah Fatty Liver dengan 4 Kebiasaan Hidup Sehat
BPJS Kesehatan Benarkah Diganti Klinik Koperasi Merah Putih?
Menkes Pakai Oksigen, Kemenkes Ungkap Kejadian Sebenarnya
Vitamin Anak Palsu Berbahaya, Kenali Risiko Penanganannya
Jarak Pandang Sungai Penuh Menurun, BMKG Imbau Waspada
Polusi Udara Ancam Kesehatan, Kenali Risiko dan Pencegahannya
SMA 1 Solsel Perpanjang PJJ Akibat Kabut Asap, Ini Jadwalnya
Kabut Asap Picu Lonjakan Kasus ISPA di Padang
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 05:00 WIB

5 Jenis Teh untuk Diet, Bantu Turunkan Berat Badan

Selasa, 3 November 2026 - 05:00 WIB

Cegah Fatty Liver dengan 4 Kebiasaan Hidup Sehat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:00 WIB

BPJS Kesehatan Benarkah Diganti Klinik Koperasi Merah Putih?

Senin, 26 Oktober 2026 - 03:00 WIB

Menkes Pakai Oksigen, Kemenkes Ungkap Kejadian Sebenarnya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Vitamin Anak Palsu Berbahaya, Kenali Risiko Penanganannya

Berita Terbaru

Harga emas dan perak dunia menguat tajam setelah hasil pemilu paruh waktu AS.(Foto : Ilustrasi by AI)

Ekonomi

Harga Emas dan Perak Melonjak Usai Pemilu AS

Kamis, 5 Nov 2026 - 09:00 WIB

Warga Koto Salak mengantre bantuan air bersih dari PDAM Tirta Sakti. ( Foto istimewa)

KERINCI

Warga Koto Salak Bersabar Menanti Bantuan PDAM Tirta Sakti

Kamis, 5 Nov 2026 - 09:00 WIB

Teh hijau, minuman rendah kalori untuk mendukung diet. ( Foto inbrita)

Kesehatan

5 Jenis Teh untuk Diet, Bantu Turunkan Berat Badan

Kamis, 5 Nov 2026 - 05:00 WIB

Ilustrasi penandatanganan kontrak PPPK Paruh Waktu.

SUNGAI PENUH

Kabar Baik, 1.513 PPPK Sungai Penuh Segera Kontrak Baru

Kamis, 5 Nov 2026 - 04:00 WIB

Karangan bunga dukungan untuk Polri berjejer di depan Gedung Bareskrim, Rabu malam (4/11/2026).

Nasional

Puluhan Karangan Bunga Dukungan Berjejer di Mabes Polri

Kamis, 5 Nov 2026 - 03:00 WIB