Jakarta, iNBrita.com – Perselisihan antara warga dan panitia acara Maulid Nabi di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, berujung pada laporan dugaan penganiayaan.
Seorang perempuan berinisial LK melaporkan dugaan pengeroyokan dan penganiayaan yang menimpanya kepada Polres Metro Jakarta Selatan pada 5 Oktober 2026.
Polisi mencatat laporan tersebut dengan nomor LP/B/4008/X/2026/SPKT/POLRESMETROJAKSEL/POLDAMETROJAYA.
Kasi Humas Polres Jakarta Selatan AKP Joko Adi mengatakan LK melaporkan tindakan kekerasan yang ia alami saat terjadi keributan antara warga dan peserta kegiatan.
“Jadi kemarin tanggal 5 Oktober, datang seorang perempuan inisial LK melaporkan perbuatan yang dialaminya. Perkara itu berupa pengeroyokan dan/atau penganiayaan,” kata Joko kepada wartawan, Rabu (7/10/2026).
Perselisihan tersebut bermula ketika sejumlah warga memprotes suara petasan dan kembang api yang panitia nyalakan dalam rangkaian acara Maulid Nabi. Warga mengeluhkan suara ledakan karena berlangsung hingga larut malam dan mengganggu waktu istirahat.
Warga dan pihak penyelenggara sebenarnya sudah dua kali menggelar mediasi. Namun, kedua pihak belum menemukan kesepakatan.
“Mediasi sudah dilakukan dua kali, namun dari mediasi itu belum ada titik temu,” ujar Joko.
Setelah mediasi tidak menghasilkan penyelesaian, LK memilih melaporkan dugaan penganiayaan tersebut kepada polisi.
LK mengatakan sejumlah orang mendorong, menjambak, dan memukul dirinya saat keributan berlangsung.
Polisi kemudian memeriksa korban dan meminta LK menjalani visum. Penyidik akan menggunakan hasil visum sebagai salah satu bahan untuk mengungkap dugaan penganiayaan tersebut.
Joko menegaskan LK melaporkan tindakan kekerasan yang ia alami, bukan kegiatan keagamaan yang berlangsung di lokasi.
“Untuk kegiatan keagamaan, ibu ini tidak mempermasalahkannya,” jelas Joko.
Warga Protes Petasan hingga Dini Hari
Sebelumnya, video keributan dalam acara Maulid Nabi di Pondok Pinang beredar luas di media sosial. Video tersebut memperlihatkan warga menyampaikan protes kepada pihak yang menggelar kegiatan.
Warga mempersoalkan panitia yang menyalakan petasan hingga sekitar pukul 01.00 WIB. Suara ledakan tersebut membuat sejumlah warga merasa terganggu.
Seorang ibu juga menyampaikan keluhannya karena suara petasan membangunkan anak-anak di sekitar lokasi. Ia menyebut beberapa anak terbangun dan menangis akibat suara ledakan.
Ibu tersebut juga menjelaskan kondisi anaknya yang berkebutuhan khusus. Menurutnya, suara petasan membuat anaknya mengalami tremor.
Keluhan tersebut kemudian memicu perdebatan antara warga dan peserta kegiatan. Sejumlah orang terlihat mendatangi dan berhadapan dengan warga yang menyampaikan protes.
Keributan pun terjadi hingga muncul aksi saling dorong dalam rekaman video yang beredar.
Polres Metro Jakarta Selatan kini menangani laporan LK. Penyidik masih mengumpulkan keterangan korban dan saksi, memeriksa bukti video, serta menunggu hasil visum untuk menentukan proses hukum berikutnya.
(eny)









