3 Jenis Teh Herbal, Manfaat dan Risiko Kesehatannya

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 11 Oktober 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi oleh Unsplash.

Ilustrasi oleh Unsplash.

Jakarta, iNBrita.com — Teh menjadi salah satu minuman favorit masyarakat di berbagai negara. Selain menawarkan cita rasa khas, teh juga menyimpan sejumlah senyawa yang berpotensi mendukung kesehatan tubuh.

Tanaman teh (Camellia sinensis) mengandung polifenol, yaitu senyawa antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Sejumlah penelitian juga mengaitkan konsumsi teh dengan kesehatan jantung dan pengendalian peradangan.

Selain teh biasa, masyarakat juga mengenal teh herbal yang menggunakan bahan alami, seperti bunga, akar, buah, dan rempah-rempah. Produsen teh herbal umumnya tidak menggunakan daun Camellia sinensis sebagai bahan utamanya.

Masyarakat telah memanfaatkan berbagai tanaman herbal secara turun-temurun untuk membantu meredakan keluhan kesehatan tertentu. Namun, para peneliti masih terus mengkaji sebagian manfaat tersebut untuk memastikan efektivitas dan keamanannya.

Berikut tiga jenis teh herbal yang menawarkan potensi manfaat kesehatan sekaligus memerlukan perhatian dalam penggunaannya.

1. Teh Herbal  Jahe Membantu Meredakan Mual

Teh jahe menawarkan rasa hangat dan aroma khas yang membuat banyak orang menyukainya. Pembuat teh herbal biasanya menyeduh irisan atau parutan jahe dengan air panas untuk menghasilkan minuman ini.

Jahe mengandung gingerol, yaitu senyawa bioaktif yang memiliki aktivitas antioksidan dan berpotensi membantu meredakan peradangan. Sejumlah penelitian terhadap jahe juga menunjukkan kemungkinan manfaatnya dalam mengatasi mual dan mendukung fungsi pencernaan.

Selain gingerol, jahe menyediakan sejumlah vitamin dan mineral dalam jumlah tertentu. Namun, kandungan zat gizi dalam secangkir teh jahe bergantung pada jumlah jahe dan cara seseorang mengolahnya.

Meski menawarkan sejumlah potensi manfaat, jahe juga dapat menimbulkan risiko interaksi dengan obat tertentu. Orang yang mengonsumsi obat untuk mencegah pembekuan darah perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum rutin meminum teh jahe.

Jahe juga berpotensi meningkatkan risiko perdarahan dalam situasi tertentu, terutama pada orang yang menjalani operasi. Karena itu, pasien perlu memberi tahu dokter mengenai konsumsi jahe atau suplemen herbal sebelum menjalani tindakan medis.

2. Teh Chamomile Berpotensi Mendukung Relaksasi

Chamomile merupakan tanaman berbunga dari keluarga Asteraceae. Sejak lama, masyarakat memanfaatkan bunga tanaman ini untuk membuat seduhan herbal yang memiliki aroma khas.

Chamomile mengandung flavonoid dan berbagai senyawa bioaktif yang menunjukkan aktivitas antioksidan. Para peneliti juga mengkaji potensi chamomile dalam membantu tubuh merasa lebih rileks, mengurangi kecemasan ringan, dan meningkatkan kualitas tidur.

Beberapa penelitian turut mengevaluasi manfaat chamomile dalam membantu meredakan gejala sindrom pramenstruasi. Peneliti juga mempelajari kemungkinan manfaatnya bagi kesehatan secara umum.

Namun, bukti ilmiah yang tersedia belum cukup untuk memastikan bahwa teh chamomile mampu mengatasi semua keluhan tersebut. Konsumen sebaiknya memahami bahwa hasil penelitian dapat berbeda sesuai dengan kondisi setiap orang.

Orang yang memiliki alergi terhadap tanaman tertentu perlu berhati-hati saat mengonsumsi teh chamomile. Tanaman ini dapat memicu reaksi alergi, terutama pada orang yang sensitif terhadap tanaman dari keluarga yang sama.

3. Teh Hibiscus Berpotensi Membantu Mengontrol Tekanan Darah

Teh hibiscus menggunakan kelopak bunga kering dari jenis tanaman hibiscus tertentu sebagai bahan utama. Seduhan ini menghasilkan warna merah yang menarik dan rasa asam yang menyegarkan.

Hibiscus mengandung antosianin, yaitu pigmen alami yang termasuk kelompok antioksidan. Kandungan tersebut mendorong para peneliti untuk mempelajari potensi hibiscus dalam mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi hibiscus berpotensi membantu menurunkan tekanan darah. Beberapa kajian juga menemukan kemungkinan penurunan kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat serta trigliserida.

Meski demikian, hasil penelitian belum menjamin bahwa setiap orang akan memperoleh manfaat yang sama. Faktor kesehatan, jumlah konsumsi, dan kondisi tubuh dapat memengaruhi hasilnya.

Orang yang menggunakan obat diuretik, seperti hydrochlorothiazide, perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi teh hibiscus secara rutin. Hibiscus berpotensi berinteraksi dengan obat tertentu sehingga konsumen perlu memperhatikan keamanan penggunaannya.

Pengguna aspirin dan obat lainnya juga sebaiknya meminta saran tenaga medis sebelum memadukan obat tersebut dengan teh herbal.

Konsumsi Teh Herbal dengan Bijak

Teh herbal dapat menambah variasi minuman sehari-hari sekaligus memberikan sejumlah senyawa alami yang menarik untuk diteliti. Teh jahe, chamomile, dan hibiscus masing-masing memiliki karakteristik serta potensi manfaat yang berbeda.

Namun, masyarakat tidak boleh menganggap semua produk herbal aman hanya karena menggunakan bahan alami. Jumlah konsumsi, kondisi kesehatan, riwayat alergi, dan penggunaan obat dapat memengaruhi keamanan setiap jenis teh herbal.

Untuk menjaga pola konsumsi yang sehat, pilih produk dengan komposisi yang jelas dan batasi penambahan gula. Jika memiliki penyakit tertentu atau sedang menjalani pengobatan, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi teh herbal secara rutin.

Masyarakat juga perlu memahami bahwa teh herbal hanya berperan sebagai pelengkap pola hidup sehat. Minuman ini tidak menggantikan obat, pemeriksaan, maupun perawatan medis yang direkomendasikan dokter.

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Handuk Kotor Bisa Picu Masalah Kulit dan Kesehatan
7 Sayuran Tinggi Kalsium, Bantu Jaga Tulang Kuat
Pelari Wajib Tahu Tanda Jantung Mulai Kewalahan
Cara Menjaga Berat Badan Tanpa Menyiksa Diri Sendiri
Lari Rutin Bantu Jaga Kebugaran dan Kesehatan Tubuh
Sering Buang Air Kecil Malam? Ini Penyebabnya
Kursi Ergonomis Bantu Nyaman Bekerja,Tingkatkan Produktivitas
Pneumonia Saat Haji, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 05:00 WIB

3 Jenis Teh Herbal, Manfaat dan Risiko Kesehatannya

Minggu, 4 Oktober 2026 - 04:00 WIB

Handuk Kotor Bisa Picu Masalah Kulit dan Kesehatan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 03:00 WIB

7 Sayuran Tinggi Kalsium, Bantu Jaga Tulang Kuat

Minggu, 4 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Pelari Wajib Tahu Tanda Jantung Mulai Kewalahan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Cara Menjaga Berat Badan Tanpa Menyiksa Diri Sendiri

Berita Terbaru

Banjir Kota Padang (foto: Tim SAR)

Nasional

Hujan Deras Picu Banjir di Padang, Tim SAR Bergerak

Minggu, 11 Okt 2026 - 06:00 WIB

Ilustrasi oleh Unsplash.

Kesehatan

3 Jenis Teh Herbal, Manfaat dan Risiko Kesehatannya

Minggu, 11 Okt 2026 - 05:00 WIB

Ilustrasi Kartu Nikah Digital yang dapat diakses melalui Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) Kementerian Agama untuk memudahkan masyarakat memperoleh dokumen administrasi pernikahan.m( Foto inbrita)

Khasanah

Kemenag Permudah Unduh Kartu Nikah Digital Lewat SIMKAH

Minggu, 11 Okt 2026 - 04:00 WIB

Ilustrasi aplikasi penghasil uang dan saldo DANA. ( Foto InbritaAI)

Teknologi

Aplikasi Penghasil Uang 2026, Saldo DANA Gratis

Minggu, 11 Okt 2026 - 03:00 WIB

Kode redeem FF 11 Oktober 2026 dan hadiah gratis. (foto AI inbrita)

Game

Kode Redeem FF 11 Oktober 2026, Klaim Hadiah Gratis

Minggu, 11 Okt 2026 - 02:00 WIB