Jakarta, iNBrita.com — Masyarakat di berbagai negara mengolah dan menikmati kopi dengan cara yang berbeda. Setiap negara menghadirkan tradisi khas yang mencerminkan budaya, kebiasaan, dan cita rasa masyarakatnya.
Setiap 1 Oktober, masyarakat dunia memperingati Hari Kopi Internasional untuk merayakan kopi sekaligus menghargai sektor yang mendukungnya. Momentum ini juga mengajak masyarakat mengenal beragam cara penyajian kopi dari berbagai belahan dunia.
Mulai dari mencampurkan kopi dengan rempah hingga menyantapnya bersama keju, berikut lima tradisi kopi unik dari Senegal, Finlandia, Yaman, Meksiko, dan Aljazair.
1. Senegal Meracik Café Touba dengan Rempah
Masyarakat Senegal meracik café Touba dengan mencampurkan biji kopi dan rempah grains of Selim. Mereka biasanya memanggang kedua bahan tersebut sebelum menggiling dan menyeduhnya.
Tradisi ini memiliki hubungan erat dengan komunitas Mouride dan kota Touba di Senegal. Seiring waktu, masyarakat setempat menjadikan café Touba sebagai salah satu minuman yang menemani aktivitas sehari-hari.
2. Finlandia Memadukan Kopi dengan Keju
Masyarakat Finlandia memiliki cara unik untuk menikmati kopi, yakni memadukannya dengan leipäjuusto atau keju tradisional yang dikenal sebagai bread cheese.
Mereka memotong keju menjadi bagian kecil, kemudian memasukkannya ke dalam kopi panas atau menyantapnya secara terpisah. Keju tersebut menyerap sebagian kopi dan menghadirkan perpaduan rasa serta tekstur yang berbeda.
Tradisi ini memperlihatkan cara masyarakat Finlandia menggabungkan minuman kopi dengan makanan khas daerahnya.
3. Yaman Mengolah Kulit Buah Kopi Menjadi Qishr
Masyarakat Yaman memanfaatkan kulit buah kopi kering untuk membuat qishr, minuman tradisional yang berbeda dari kopi pada umumnya.
Mereka merebus kulit buah kopi bersama air dan rempah-rempah, seperti jahe, untuk menghasilkan minuman hangat dengan aroma khas. Cara pengolahan ini menunjukkan bahwa masyarakat juga dapat memanfaatkan bagian buah kopi selain bijinya.
Melalui qishr, masyarakat Yaman mempertahankan tradisi minuman yang mencerminkan kekayaan kuliner setempat.
4. Meksiko Membuat Café de Olla dengan Kayu Manis
Masyarakat Meksiko meracik café de olla menggunakan kopi, piloncillo atau gula tebu tradisional, serta kayu manis. Mereka secara tradisional memasak minuman ini menggunakan panci tanah liat.
Piloncillo memberikan rasa manis, sedangkan kayu manis memperkuat aroma rempah dalam kopi. Perpaduan bahan tersebut menghasilkan cita rasa khas yang membedakan café de olla dari racikan kopi lainnya.
Masyarakat Meksiko juga mempertahankan tradisi ini sebagai bagian dari kekayaan kuliner yang diwariskan dari generasi ke generasi.
5. Aljazair Menyajikan Mazagran sebagai Kopi Dingin
Masyarakat Aljazair mengenal mazagran, minuman kopi yang menawarkan sensasi segar karena penyajiannya menggunakan kopi dingin.
Mereka menyiapkan kopi, mendinginkannya, lalu menambahkan gula sesuai selera. Sejumlah variasi mazagran juga menggunakan lemon atau daun mint untuk memperkaya rasa.
Nama mazagran berkaitan dengan wilayah Mazagran di Mostaganem, Aljazair. Sejumlah sumber menghubungkan perkembangan minuman ini dengan abad ke-19, meskipun berbagai versi masih menjelaskan asal-usulnya.
Tradisi Kopi Menunjukkan Kekayaan Budaya Dunia
Kelima tradisi tersebut memperlihatkan bagaimana masyarakat di berbagai negara mengembangkan cara tersendiri untuk menikmati kopi.
Masyarakat Senegal mengandalkan rempah untuk memperkaya cita rasa café Touba. Masyarakat Finlandia memadukan kopi dengan keju, sedangkan masyarakat Yaman mengolah kulit buah kopi menjadi qishr.
Sementara itu, masyarakat Meksiko menggabungkan kopi dengan gula tradisional dan kayu manis, sedangkan masyarakat Aljazair menghadirkan mazagran sebagai pilihan kopi dingin.
Keberagaman tersebut menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya menikmati kopi sebagai minuman, tetapi juga menjadikannya bagian dari tradisi, identitas, dan kekayaan kuliner masing-masing negara.
(eny)









