Rupiah Melemah Hari Ini, Simak Prediksi Kurs Dolar AS

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rupiah melemah ke Rp18.033 per dolar AS di tengah sentimen pasar dan kebijakan suku bunga Bank Indonesia.(Foto : Kapanlagi.com/Budy Santoso)

Rupiah melemah ke Rp18.033 per dolar AS di tengah sentimen pasar dan kebijakan suku bunga Bank Indonesia.(Foto : Kapanlagi.com/Budy Santoso)

Jakarta, iNBrita.com – Nilai tukar rupiah melemah pada pembukaan perdagangan Kamis (22/10/2026). Rupiah turun 11 poin atau 0,06 persen ke level Rp18.033 per dolar Amerika Serikat (AS). Pada perdagangan sebelumnya, rupiah berada di posisi Rp18.022 per dolar AS.

Pelaku pasar mencermati keputusan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuan sebesar 5,75 persen. Selain itu, sentimen pasar keuangan global turut memengaruhi pergerakan rupiah.

Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, menilai keputusan BI menahan suku bunga acuan turut menekan rupiah pada perdagangan hari ini.

“Rupiah hari ini diperkirakan melemah dipengaruhi oleh domestik hasil keputusan RDG BI yang menahan suku bunga acuan tetap di 5,75 persen,” ujar Rully seperti dikutip Antara.

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan

BI mempertahankan suku bunga acuan pada level 5,75 persen dalam keputusan terbarunya. Namun, bank sentral menaikkan suku bunga deposit facility sebesar 25 basis poin menjadi 5 persen.

Sementara itu, BI tetap mempertahankan suku bunga lending facility di level 6,5 persen.

Selain mengatur suku bunga, BI menurunkan giro wajib minimum (GWM) rata-rata perbankan sebesar 2 persen. Kebijakan ini bertujuan memperkuat likuiditas rupiah di sektor perbankan.

BI menurunkan GWM bank umum konvensional dari 9 persen menjadi 7 persen. Pada saat yang sama, BI memangkas GWM bank umum syariah dan unit usaha syariah dari 7,5 persen menjadi 5,5 persen.

Arus Modal Asing Tekan Sentimen Pasar

Selain kebijakan moneter, pelaku pasar juga memantau perkembangan pasar modal Indonesia. BI terus mencermati risiko arus keluar modal asing atau capital outflow dari pasar saham domestik.

Perhatian tersebut meningkat setelah MSCI mengumumkan usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia. Perubahan itu berpotensi memengaruhi keputusan investor dalam menempatkan dananya di pasar domestik.

Jika investor asing menarik dana dalam jumlah besar, tekanan terhadap pasar keuangan Indonesia dapat meningkat. Kondisi tersebut juga berpotensi memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah.

Karena itu, pelaku pasar terus memantau sentimen investor terhadap aset keuangan Indonesia. Mereka juga mempertimbangkan perkembangan ekonomi global saat menentukan strategi investasi.

Permintaan Obligasi AS Jadi Perhatian

Dari pasar global, Rully melihat peluang peningkatan permintaan terhadap obligasi pemerintah Indonesia. Peluang tersebut muncul seiring meningkatnya permintaan terhadap obligasi pemerintah Amerika Serikat.

Kenaikan permintaan obligasi AS mendorong penurunan imbal hasil atau yield menjadi 5,1 persen. Perubahan imbal hasil ini menjadi salah satu indikator yang diperhatikan investor saat menentukan alokasi dana di pasar global.

Investor biasanya membandingkan imbal hasil dan risiko investasi sebelum menempatkan modalnya di negara berkembang, termasuk Indonesia. Oleh sebab itu, pergerakan yield obligasi AS dapat memengaruhi arus modal dan nilai tukar rupiah.

Rupiah Berpotensi Bergerak di Rp18.000–Rp18.120

Dengan mempertimbangkan faktor domestik dan global, Rully memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp18.000 hingga Rp18.120 per dolar AS sepanjang perdagangan Kamis (22/10/2026).

Pelaku pasar akan terus mencermati arah kebijakan BI, perkembangan pasar modal domestik, serta pergerakan imbal hasil obligasi AS. Ketiga faktor tersebut dapat memengaruhi sentimen investor dan menentukan arah pergerakan rupiah selanjutnya.

(vvr*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fitch Peringatkan Risiko Pasar Saham Indonesia Akibat MSCI
Harga Perak Antam Turun, Cek Daftar Harga Terbaru
Harga Emas Antam Turun Hari Ini, Cek Daftar
Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Cek Daftar Terbaru
Harga Emas Dunia Hari Ini, Investor Waspadai Keputusan The Fed
Harga BBM Pertamina, Cek Daftar Lengkap Semua Wilayah
Pemerintah Siapkan Rp31,8 Triliun untuk Bansos dan Subsidi Upah
Harga Perak Antam Naik, Perak Dunia Malah Melemah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Fitch Peringatkan Risiko Pasar Saham Indonesia Akibat MSCI

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Rupiah Melemah Hari Ini, Simak Prediksi Kurs Dolar AS

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Harga Perak Antam Turun, Cek Daftar Harga Terbaru

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Harga Emas Antam Turun Hari Ini, Cek Daftar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Cek Daftar Terbaru

Berita Terbaru

Fitch Ratings memperingatkan potensi dampak reklasifikasi MSCI terhadap rupiah, cadangan devisa, dan risiko kredit Indonesia.(Foto : Liputan6.com/Johan Tallo)

Ekonomi

Fitch Peringatkan Risiko Pasar Saham Indonesia Akibat MSCI

Kamis, 22 Okt 2026 - 18:00 WIB

Rupiah melemah ke Rp18.033 per dolar AS di tengah sentimen pasar dan kebijakan suku bunga Bank Indonesia.(Foto : Kapanlagi.com/Budy Santoso)

Ekonomi

Rupiah Melemah Hari Ini, Simak Prediksi Kurs Dolar AS

Kamis, 22 Okt 2026 - 17:00 WIB

Harga perak Antam turun Rp 350 per gram pada 22 Oktober 2026.(Foto : Dok PT Aneka Tambang Tbk)

Ekonomi

Harga Perak Antam Turun, Cek Daftar Harga Terbaru

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:00 WIB

Harga emas Antam turun Rp 4.000 per gram pada Kamis, 22 Oktober 2026.(Foto : Liputan6.com/Johan Tallo)

Ekonomi

Harga Emas Antam Turun Hari Ini, Cek Daftar

Kamis, 22 Okt 2026 - 15:00 WIB

Daftar harga emas perhiasan terbaru di Raja Emas Indonesia dan Laku Emas per Kamis, 22 Oktober 2026. (Foto : CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)

Ekonomi

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Cek Daftar Terbaru

Kamis, 22 Okt 2026 - 14:00 WIB