Jakarta, iNBrita.com – PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menurunkan harga perak sebesar Rp 350 per gram pada Kamis (22/10/2026). Antam kini menjual perak dengan harga Rp 38.850 per gram. Pada perdagangan sebelumnya, harga perak mencapai Rp 39.200 per gram.
Penurunan ini menarik perhatian masyarakat yang memantau pergerakan harga logam mulia. Selain itu, kondisi tersebut mendorong calon investor untuk mempertimbangkan perak sebagai salah satu pilihan investasi.
Namun, calon pembeli perlu memahami bahwa Antam menawarkan beberapa jenis produk perak dengan ukuran berbeda. Karena itu, pembeli perlu memeriksa harga setiap produk sebelum melakukan transaksi.
Daftar Harga Perak Antam Terbaru
Antam menyediakan produk perak murni dan perak Heritage. Setiap produk memiliki pilihan berat serta harga yang berbeda.
Berikut rincian harga perak Antam berdasarkan data yang tersedia.
1. Harga Perak Murni
Antam menawarkan perak murni dalam ukuran 250 gram dan 500 gram. Berikut rincian harganya.
- Berat 250 gram
- Harga dasar: Rp 10.112.500
- Harga termasuk PPN 11%: Rp 11.224.875
- Berat 500 gram
- Harga dasar: Rp 19.425.000
- Harga termasuk PPN 11%: Rp 21.561.750
2. Harga Perak Heritage
Selain perak murni, Antam juga menawarkan perak Heritage dalam dua pilihan berat. Produk ini dapat menarik perhatian pembeli yang menyukai perak dengan desain tematik.
Berikut daftar harganya.
- Berat 31,1 gram
- Harga dasar: Rp 1.756.009
- Harga termasuk PPN 11%: Rp 1.949.170
- Berat 186,6 gram
- Harga dasar: Rp 9.414.706
- Harga termasuk PPN 11%: Rp 10.450.324
Perlu diingat, harga setiap produk berbeda dari harga per gram yang menjadi acuan pergerakan harga perak harian. Oleh karena itu, calon pembeli sebaiknya memeriksa informasi terbaru melalui kanal resmi Antam sebelum membeli.
Mengenal Investasi Perak dan Potensinya
Investasi perak berarti membeli perak untuk menyimpan nilai aset dalam jangka waktu tertentu. Investor dapat memilih perak batangan, koin, atau medali tematik sesuai kebutuhan dan tujuan investasinya.
Beberapa produk juga memiliki nilai koleksi karena produsen menghadirkan desain khusus atau edisi terbatas. Namun, pembeli perlu membedakan nilai koleksi dari nilai perak berdasarkan berat dan kemurniannya.
Sementara itu, industri menggunakan perak dalam berbagai bentuk, termasuk granul dan lembaran. Produsen memanfaatkan bahan tersebut untuk memenuhi kebutuhan manufaktur.
Sebelum membeli perak, investor perlu memeriksa berat dan kadar kemurnian produk. Mereka juga perlu memastikan identitas produsen serta memeriksa dokumen atau sertifikat yang menyertai produk.
Harga Perak Menunjukkan Kenaikan dalam Jangka Panjang
Data historis menunjukkan bahwa harga perak mengalami kenaikan dalam kurun waktu tertentu. Pada 2015, harga perak berada di kisaran Rp 8.500 per gram. Kemudian, harga tersebut mencapai sekitar Rp 30.200 per gram pada 2025.
Meski demikian, investor perlu memahami bahwa harga perak dapat naik maupun turun. Kenaikan pada masa lalu juga tidak menjamin keuntungan pada masa mendatang.
Karena itu, calon investor sebaiknya mempelajari pergerakan harga sebelum menentukan waktu pembelian. Mereka juga perlu menyesuaikan keputusan investasi dengan kemampuan keuangan masing-masing.
Tiga Alasan untuk Mempertimbangkan Investasi Perak
Perak memiliki beberapa karakteristik yang membuatnya menarik bagi sebagian investor. Berikut tiga alasan yang dapat menjadi bahan pertimbangan.
1. Membantu Diversifikasi Aset
Investor dapat menambahkan perak ke dalam portofolio untuk mendiversifikasi aset. Dengan cara ini, mereka tidak hanya mengandalkan satu jenis instrumen investasi.
Namun, diversifikasi tidak menghilangkan seluruh risiko kerugian. Investor tetap perlu menilai karakteristik setiap aset sebelum menentukan alokasi dana.
2. Menawarkan Pilihan Modal yang Fleksibel
Antam menyediakan produk perak dalam beberapa ukuran. Pilihan tersebut membantu calon pembeli menyesuaikan pembelian dengan anggaran yang tersedia.
Meski begitu, pembeli perlu menghitung seluruh biaya sebelum bertransaksi. Mereka sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan harga produk, tetapi juga biaya tambahan yang mungkin muncul.
3. Memiliki Permintaan dari Sektor Industri
Berbagai industri menggunakan perak untuk mendukung proses produksi. Sektor elektronik, material konduktif, dan panel surya menjadi beberapa contoh penggunaannya.
Kebutuhan industri tersebut dapat memengaruhi permintaan perak di pasar. Namun, harga perak juga dipengaruhi oleh faktor lain, sehingga permintaan industri tidak selalu mendorong kenaikan harga.
Perhatikan Risiko Sebelum Membeli Perak
Meskipun menawarkan sejumlah peluang, investasi perak tetap memiliki risiko. Investor perlu memahami risiko tersebut sebelum mengalokasikan dana.
Pertama, harga perak dapat berubah mengikuti kondisi pasar. Perubahan ini bisa memengaruhi nilai investasi ketika investor ingin menjual asetnya.
Kedua, investor perlu memperhitungkan selisih harga beli dan harga jual kembali. Selisih tersebut dapat mengurangi keuntungan atau memperbesar kerugian ketika investor menjual perak.
Ketiga, investor perlu menyiapkan tempat penyimpanan yang aman. Mereka juga perlu memperhitungkan biaya penyimpanan jika menggunakan layanan khusus.
Oleh sebab itu, calon investor sebaiknya menentukan tujuan keuangan dan jangka waktu investasi sebelum membeli perak. Mereka juga perlu menyesuaikan jumlah pembelian dengan kemampuan finansial.
Pada akhirnya, investor perlu mempelajari harga terkini, biaya transaksi, dan risiko pasar sebelum mengambil keputusan. Dengan pertimbangan yang matang, mereka dapat menilai apakah perak sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasinya.
(vvr*)









