Harga Perak Antam Naik, Perak Dunia Malah Melemah

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga perak Antam menguat Rp 600 menjadi Rp 39.200, berlawanan dengan pergerakan harga perak dunia.(Foto : Ilustrasi perak-silver by AI)

Harga perak Antam menguat Rp 600 menjadi Rp 39.200, berlawanan dengan pergerakan harga perak dunia.(Foto : Ilustrasi perak-silver by AI)

Jakarta, iNBrita.com – Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menguat pada perdagangan Rabu (21/10/2026). Kenaikan ini justru berlawanan dengan pergerakan harga perak dunia dan emas Antam yang mengalami tekanan.

Mengutip situs Logam Mulia, Antam menaikkan harga perak sebesar Rp 600 menjadi Rp 39.200. Pada perdagangan sebelumnya, Antam menjual perak dengan harga Rp 38.600.

Antam menyediakan perak batangan dalam ukuran 250 gram dan 500 gram. Perusahaan juga menawarkan perak butiran murni dengan kadar 99,95%.

Untuk ukuran 250 gram, Antam mematok harga Rp 10.325.000. Sementara itu, perak batangan ukuran 500 gram dibanderol Rp 19.725.000.

Harga Perak Dunia Turun ke US$ 57,58 per Ons

Berbeda dengan Antam, harga perak dunia justru melemah pada perdagangan Rabu. Mengutip Trading Economics, harga perak dunia turun 0,68% menjadi US$ 57,58 per ons.

Kenaikan harga minyak kembali menekan pergerakan perak. Kondisi ini memperbesar kekhawatiran pasar terhadap inflasi sekaligus meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga.

Harga minyak kembali melanjutkan penguatannya setelah seorang diplomat membantah laporan mengenai kemungkinan kesepakatan untuk mengakhiri konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran dalam waktu dekat. Meski demikian, kedua pihak masih melanjutkan negosiasi.

Ketegangan di Timur Tengah dan Eropa Timur juga meningkatkan kekhawatiran pasar. Selain itu, serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz memperbesar risiko gangguan pasokan energi.

Di sisi kebijakan moneter, pasar memperkirakan Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga pada pekan depan. Namun, pelaku pasar masih mengantisipasi kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember.

Bank of Japan dan Bank Sentral Eropa juga diperkirakan mempertahankan suku bunga kebijakan mereka pada pekan depan.

Kenaikan suku bunga biasanya mengurangi daya tarik logam mulia. Investor cenderung mempertimbangkan aset berbunga ketika suku bunga meningkat, meskipun selama ini mereka menggunakan emas dan perak sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi.

Harga Emas Dunia Ikut Melemah

Sebelumnya, harga emas dunia juga melemah tipis pada perdagangan Selasa (20/10/2026) atau Rabu pagi waktu Jakarta. Investor mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga AS lebih lanjut pada tahun ini menjelang pertemuan kebijakan The Fed pekan depan.

CNBC melaporkan pada Rabu (21/10/2026) bahwa harga emas di pasar spot turun 0,3% menjadi US$ 4.125,90 per ons pada pukul 14.05 EDT atau 18.05 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember melemah 0,4% menjadi US$ 4.142,60 per ons.

Senior Market Strategist StoneX, Bob Haberkorn, menilai inflasi dan kebijakan suku bunga The Fed masih menjadi tantangan utama bagi harga emas.

“Inflasi dan suku bunga the Fed merupakan faktor utama yang menjadi tantangan bagi emas saat ini. Untuk sementara waktu, obligasi pemerintah AS tampak lebih menarik dibandingkan emas sebagai aset aman,” ujar Haberkorn.

Ia juga menyoroti level US$ 4.000 per ons sebagai batas penting yang perlu diperhatikan investor. Menurutnya, pasar perlu mencermati apakah harga emas mampu bertahan di atas level tersebut.

“Banyak dari hal tersebut, untuk saat ini, akan bergantung pada apa yang disampaikan oleh The Fed,” kata Haberkorn.

The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September. Kenaikan tersebut menjadi yang pertama sepanjang tahun ini.

Namun, sejumlah pejabat The Fed baru-baru ini menyampaikan sinyal bahwa bank sentral belum perlu segera memperketat kebijakan moneternya lebih lanjut. Pernyataan tersebut meredam ekspektasi kenaikan suku bunga pada pertemuan 27–28 Oktober 2026.

Meski demikian, pelaku pasar masih memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 92%. Angka tersebut mengacu pada perangkat FedWatch milik CME.

Harga Emas Masih Turun 26% dari Rekor Tertinggi

Harga emas saat ini masih berada jauh di bawah rekor tertingginya. Logam mulia tersebut telah turun sekitar 26% dari puncak US$ 5.594,82 per ons yang tercatat pada Januari.

Harga emas juga merosot sekitar 22% dibandingkan level ketika perang di Iran dimulai. Saat itu, kekhawatiran terhadap inflasi energi mendorong spekulasi bahwa bank sentral AS akan menaikkan suku bunga.

Secara historis, investor menggunakan emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Namun, kenaikan suku bunga dapat mengurangi minat terhadap emas karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil bunga.

Selain memantau kebijakan suku bunga, investor juga menantikan data Pengeluaran Konsumsi Pribadi atau Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang akan dirilis pekan depan.

Data PCE menjadi salah satu indikator inflasi utama yang diperhatikan The Fed. Melalui data tersebut, investor dapat menilai apakah tekanan inflasi masih berlanjut dan bagaimana kondisi tersebut memengaruhi arah kebijakan suku bunga.

Di Jepang, Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda menyatakan bahwa inflasi inti sudah cukup dekat dengan target 2%. Pernyataan tersebut membuka peluang bagi bank sentral Jepang untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut.

Sementara itu, pergerakan logam mulia lainnya menunjukkan hasil yang beragam. Harga perak di pasar spot naik 1,4% menjadi US$ 57,86 per ons. Harga platinum juga menguat 1% menjadi US$ 1.656,85 per ons.

Sebaliknya, harga paladium turun 1,3% menjadi US$ 1.105,50 per ons.

(vvr*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Emas 24 Karat Hari Ini, Cek Daftarnya
Harga Emas Melemah, Investor Cermati Suku Bunga The Fed
Pemerintah Siapkan Strategi Fiskal Jaga Subsidi BBM
IHSG Melonjak 5,65 Persen ke 5.278,88, Ini Penyebabnya
BI Berpeluang Naikkan Suku Bunga, Rupiah Terancam Melemah
Danantara Borong Saham BUMN, Ini Peluang Investasi Menarik
Harga Emas Perhiasan Hari Ini di Raja Emas
Harga Minyak Dunia Tembus US$ 110, Ini Pemicunya
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Harga Emas 24 Karat Hari Ini, Cek Daftarnya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Harga Perak Antam Naik, Perak Dunia Malah Melemah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Harga Emas Melemah, Investor Cermati Suku Bunga The Fed

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Pemerintah Siapkan Strategi Fiskal Jaga Subsidi BBM

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:00 WIB

IHSG Melonjak 5,65 Persen ke 5.278,88, Ini Penyebabnya

Berita Terbaru

Daftar harga emas 24 karat dari Antam, Pegadaian, dan Hartadinata Abadi pada 21 Oktober 2026.(Foto : Liputan6.com/Johan Tallo)

Ekonomi

Harga Emas 24 Karat Hari Ini, Cek Daftarnya

Rabu, 21 Okt 2026 - 14:00 WIB

Harga perak Antam menguat Rp 600 menjadi Rp 39.200, berlawanan dengan pergerakan harga perak dunia.(Foto : Ilustrasi perak-silver by AI)

Ekonomi

Harga Perak Antam Naik, Perak Dunia Malah Melemah

Rabu, 21 Okt 2026 - 13:00 WIB

Kurnia Ningsih, Kepala BMKG Depati Parbo Kerinci, mengimbau warga waspada asap dan cuaca ekstrem.

Uncategorized

Jarak Pandang Sungai Penuh Menurun, BMKG Imbau Waspada

Rabu, 21 Okt 2026 - 13:00 WIB

Harga emas dunia terkoreksi saat investor mencermati peluang kenaikan suku bunga AS.(Foto: DAVID GRAY | AFP)

Ekonomi

Harga Emas Melemah, Investor Cermati Suku Bunga The Fed

Rabu, 21 Okt 2026 - 11:00 WIB

Petugas mengisi BBM di SPBU, menggambarkan upaya pemerintah menjaga harga BBM bersubsidi demi melindungi daya beli masyarakat.

Ekonomi

Pemerintah Siapkan Strategi Fiskal Jaga Subsidi BBM

Rabu, 21 Okt 2026 - 10:00 WIB