BI Pangkas SRBI, Likuiditas Perbankan Bertambah Rp90 Triliun

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, dalam Taklimat Media di Kantor BI, Jakarta, Jumat (23/10/2026). (Foto : Liputan6.com/Tian)

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, dalam Taklimat Media di Kantor BI, Jakarta, Jumat (23/10/2026). (Foto : Liputan6.com/Tian)

Jakarta, iNBrita.com — Bank Indonesia (BI) mengurangi penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) secara bertahap untuk memperkuat likuiditas jangka pendek di pasar uang. Kebijakan ini menyusul langkah bank sentral memangkas rasio Giro Wajib Minimum (GWM) dari 9 persen menjadi 7 persen.

Melalui kedua kebijakan tersebut, BI menjaga ketersediaan dana di perbankan agar tetap memadai untuk mendukung penyaluran kredit dan aktivitas ekonomi.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, mengatakan BI akan menyesuaikan volume penerbitan SRBI secara terukur sesuai dengan perkembangan kondisi pasar.

Selain itu, BI menjaga pergerakan suku bunga pasar uang antarbank agar tetap berada dalam koridor kebijakan moneter.

“SRBI secara perlahan akan terus kita kurangi secara terukur dengan melihat dinamika yang ada,” ujar Erwin dalam taklimat media di Kantor BI, Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Erwin menjelaskan, posisi outstanding SRBI sempat mencapai puncak sekitar Rp 1.070 triliun. Kini, nilainya turun menjadi sekitar Rp 900 triliun.

Pengurangan tersebut telah mengalirkan kembali likuiditas sekitar Rp 150 triliun ke pasar dibandingkan dengan posisi puncaknya.

BI Pangkas GWM, Likuiditas Bertambah Rp 90 Triliun

Di sisi lain, BI memangkas GWM dari 9 persen menjadi 7 persen untuk memperluas ruang likuiditas perbankan. Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Firman Mochtar, menjelaskan bahwa penyesuaian tersebut mencakup pengurangan porsi GWM yang ditempatkan di BI sebesar 1 poin persentase.

BI memperkirakan kebijakan ini menambah likuiditas perbankan sekitar Rp 90 triliun, di luar penyesuaian komponen Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM).

“Penurunan GWM tadi adalah bagian dari upaya kita untuk menyeimbangkan kembali likuiditas di pasar uang dan di perbankan,” kata Firman.

Firman menjelaskan bahwa BI mempertimbangkan sejumlah faktor saat menghitung kebutuhan likuiditas perbankan. Salah satunya ialah pertumbuhan kredit yang melaju lebih cepat daripada pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK).

Selain itu, BI memperhitungkan dampak penempatan dana pemerintah di bank umum saat menentukan kebutuhan likuiditas industri perbankan.

BI Perkuat Penyaluran Kredit dan Transmisi Suku Bunga

Melalui pengurangan SRBI dan pelonggaran GWM, BI menyeimbangkan penyerapan dana melalui instrumen moneter dengan kebutuhan likuiditas harian perbankan.

Ketersediaan likuiditas yang memadai memberi ruang lebih besar bagi bank untuk memperluas penyaluran kredit. Langkah ini juga memperkuat transmisi kebijakan suku bunga BI ke sektor riil.

BI mengandalkan penyesuaian kedua instrumen tersebut untuk menjaga stabilitas pasar uang, mendukung pembiayaan dunia usaha, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

(vvr*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rupiah Melemah Hari Ini, Harga Minyak Dunia Melonjak
Harga Emas Hari Ini: Antam, Pegadaian, Hartadinata Terbaru
Harga Emas Pegadaian Hari Ini Turun, Cek Daftar Lengkap
Fitch Peringatkan Risiko Pasar Saham Indonesia Akibat MSCI
Rupiah Melemah Hari Ini, Simak Prediksi Kurs Dolar AS
Harga Perak Antam Turun, Cek Daftar Harga Terbaru
Harga Emas Antam Turun Hari Ini, Cek Daftar
Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Cek Daftar Terbaru
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Rupiah Melemah Hari Ini, Harga Minyak Dunia Melonjak

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:00 WIB

BI Pangkas SRBI, Likuiditas Perbankan Bertambah Rp90 Triliun

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Harga Emas Hari Ini: Antam, Pegadaian, Hartadinata Terbaru

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Turun, Cek Daftar Lengkap

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Fitch Peringatkan Risiko Pasar Saham Indonesia Akibat MSCI

Berita Terbaru

Rupiah melemah ke Rp18.074 per dolar AS saat harga minyak dunia melonjak akibat ketegangan di Timur Tengah.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Rupiah Melemah Hari Ini, Harga Minyak Dunia Melonjak

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:00 WIB

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, dalam Taklimat Media di Kantor BI, Jakarta, Jumat (23/10/2026). (Foto : Liputan6.com/Tian)

Ekonomi

BI Pangkas SRBI, Likuiditas Perbankan Bertambah Rp90 Triliun

Jumat, 23 Okt 2026 - 15:00 WIB

Daftar harga emas 24 karat dari Antam, Pegadaian, dan Hartadinata Abadi, Jumat (23/10/2026).(foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Hari Ini: Antam, Pegadaian, Hartadinata Terbaru

Jumat, 23 Okt 2026 - 14:00 WIB

Harga emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian turun pada Jumat (23/10/2026).(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Turun, Cek Daftar Lengkap

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:00 WIB

Bola ubi isi cokelat dan getuk ubi keju, camilan praktis yang lezat. ( Foto AI INBRITA)

Kuliner

Resep Camilan Ubi Kukus Praktis Tanpa Oven

Jumat, 23 Okt 2026 - 05:00 WIB