Rupiah Melemah Hari Ini, Harga Minyak Dunia Melonjak

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rupiah melemah ke Rp18.074 per dolar AS saat harga minyak dunia melonjak akibat ketegangan di Timur Tengah.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Rupiah melemah ke Rp18.074 per dolar AS saat harga minyak dunia melonjak akibat ketegangan di Timur Tengah.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Jakarta, iNbrita.com – Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Jumat (23/10/2026). Kenaikan harga minyak dunia di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah turut menekan pergerakan rupiah.

Rupiah dibuka pada level Rp18.074 per dolar AS. Posisi ini melemah 14 poin atau 0,08 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp18.060 per dolar AS.

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menilai kenaikan harga minyak global menjadi salah satu faktor yang menekan rupiah.

Josua menjelaskan bahwa harga minyak melonjak setelah kelompok Houthi atau Ansarullah Yaman mengumumkan rencana serangan terhadap infrastruktur minyak Arab Saudi di Yanbu dan Bandara Dammam. Antara mengutip pernyataan tersebut dalam laporannya.

Harga minyak dunia naik lebih dari 2 persen pada Kamis (22/10/2026). Serangan pesawat nirawak atau drone terhadap ladang minyak Shaybah milik Saudi Aramco memicu kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global.

Minyak mentah Brent, yang menjadi acuan internasional, naik 2,4 persen menjadi US$111,40 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 2,22 persen ke level US$99,30 per barel.

Kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan biaya energi Indonesia. Sebagai negara pengimpor minyak, Indonesia perlu mewaspadai dampak kenaikan harga energi terhadap beban impor dan stabilitas nilai tukar rupiah.

Ketegangan Timur Tengah Tekan Pasokan Minyak Global

Pelaku pasar kembali mencermati perkembangan situasi di Timur Tengah. Serangan terhadap infrastruktur energi Arab Saudi meningkatkan kekhawatiran mengenai keamanan pasokan minyak dunia.

Serangan terhadap ladang minyak Shaybah dilaporkan menewaskan dua orang. Insiden tersebut juga mendorong harga minyak kembali naik setelah sebelumnya mengalami penurunan.

Pemerintah Amerika Serikat turut meningkatkan kewaspadaan terhadap situasi keamanan regional. AS memerintahkan sebagian personel dan anggota keluarga mereka meninggalkan misi diplomatik di Arab Saudi.

Di sisi lain, Ansarullah Yaman mengklaim telah melancarkan empat serangan rudal dan drone terhadap sejumlah target di Arab Saudi dalam waktu 48 jam. Kelompok tersebut menyebut Kementerian Pertahanan Arab Saudi di Riyadh, Bandara Internasional King Fahd di Dammam, fasilitas Aramco di Yanbu, dan Bandara Internasional Abha sebagai target serangan.

Juru Bicara Militer Ansarullah, Yahya Sarea, mengklaim bahwa seluruh target terkena serangan secara langsung. Menurut laporan tersebut, serangan itu mengganggu lalu lintas udara dan memicu kebakaran di fasilitas minyak.

Ketegangan tersebut dapat meningkatkan volatilitas harga minyak dunia. Jika harga minyak terus naik, Indonesia berpotensi menanggung biaya impor energi yang lebih tinggi. Kondisi ini juga dapat menekan rupiah, meskipun pergerakan mata uang tersebut turut bergantung pada kekuatan dolar AS dan arus modal global.

Imbal Hasil Obligasi Bergerak Beragam, Investor Asing Kurangi Kepemilikan

Pasar obligasi pemerintah Indonesia juga mencatat pergerakan yang beragam pada Kamis (22/10/2026). Josua Pardede melaporkan bahwa imbal hasil obligasi dengan tenor berbeda menunjukkan arah pergerakan yang tidak seragam.

Imbal hasil obligasi pemerintah tenor lima tahun naik 41 basis poin (bps) menjadi 7,25 persen. Sebaliknya, imbal hasil obligasi tenor 10 tahun turun 1 bps menjadi 7,42 persen.

Imbal hasil obligasi tenor 15 tahun juga turun 4 bps menjadi 7,38 persen. Sementara itu, imbal hasil obligasi tenor 20 tahun naik 1 bps ke level 7,41 persen.

Aktivitas perdagangan obligasi pemerintah turut mengalami penurunan. Pelaku pasar mencatat volume transaksi sebesar Rp18,28 triliun pada Kamis. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan volume perdagangan pada sesi sebelumnya yang mencapai Rp24,39 triliun.

Investor asing juga mengurangi kepemilikan obligasi pemerintah Indonesia. Data per Rabu (21/10/2026) menunjukkan bahwa investor asing melepas kepemilikan senilai Rp3,66 triliun. Akibatnya, total kepemilikan mereka turun menjadi Rp914 triliun.

Jumlah tersebut mencakup 13,02 persen dari total obligasi pemerintah Indonesia yang beredar.

Pergerakan rupiah, harga minyak, dan pasar obligasi menunjukkan bahwa pelaku pasar menghadapi berbagai tekanan eksternal. Pemerintah dan pelaku pasar perlu mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah, perubahan harga energi, serta pergerakan modal global untuk mengantisipasi dampaknya terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.

(vvr*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BI Pangkas SRBI, Likuiditas Perbankan Bertambah Rp90 Triliun
Harga Emas Hari Ini: Antam, Pegadaian, Hartadinata Terbaru
Harga Emas Pegadaian Hari Ini Turun, Cek Daftar Lengkap
Fitch Peringatkan Risiko Pasar Saham Indonesia Akibat MSCI
Rupiah Melemah Hari Ini, Simak Prediksi Kurs Dolar AS
Harga Perak Antam Turun, Cek Daftar Harga Terbaru
Harga Emas Antam Turun Hari Ini, Cek Daftar
Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Cek Daftar Terbaru
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Rupiah Melemah Hari Ini, Harga Minyak Dunia Melonjak

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:00 WIB

BI Pangkas SRBI, Likuiditas Perbankan Bertambah Rp90 Triliun

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Harga Emas Hari Ini: Antam, Pegadaian, Hartadinata Terbaru

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Turun, Cek Daftar Lengkap

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Fitch Peringatkan Risiko Pasar Saham Indonesia Akibat MSCI

Berita Terbaru

Rupiah melemah ke Rp18.074 per dolar AS saat harga minyak dunia melonjak akibat ketegangan di Timur Tengah.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Rupiah Melemah Hari Ini, Harga Minyak Dunia Melonjak

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:00 WIB

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, dalam Taklimat Media di Kantor BI, Jakarta, Jumat (23/10/2026). (Foto : Liputan6.com/Tian)

Ekonomi

BI Pangkas SRBI, Likuiditas Perbankan Bertambah Rp90 Triliun

Jumat, 23 Okt 2026 - 15:00 WIB

Daftar harga emas 24 karat dari Antam, Pegadaian, dan Hartadinata Abadi, Jumat (23/10/2026).(foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Hari Ini: Antam, Pegadaian, Hartadinata Terbaru

Jumat, 23 Okt 2026 - 14:00 WIB

Harga emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian turun pada Jumat (23/10/2026).(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Turun, Cek Daftar Lengkap

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:00 WIB

Bola ubi isi cokelat dan getuk ubi keju, camilan praktis yang lezat. ( Foto AI INBRITA)

Kuliner

Resep Camilan Ubi Kukus Praktis Tanpa Oven

Jumat, 23 Okt 2026 - 05:00 WIB