Jakarta, iNBrita.com – Emas masih menjadi pilihan banyak orang untuk menyimpan kekayaan dan menjaga nilai aset dalam jangka panjang. Masyarakat tidak hanya membeli emas batangan, tetapi juga memilih emas perhiasan. Selain memiliki nilai ekonomi, perhiasan emas dapat menunjang penampilan sehari-hari.
Sebelum membeli emas perhiasan, masyarakat perlu mengetahui perkembangan harganya. Pada Rabu (4/11/2026), Raja Emas Indonesia dan Laku Emas menyediakan informasi harga emas perhiasan berdasarkan kadar karat.
Setiap penyedia menawarkan harga yang berbeda. Beberapa faktor memengaruhi perbedaan tersebut, seperti kadar kemurnian emas, harga emas dunia, nilai tukar rupiah, dan kebijakan masing-masing toko.
Kadar emas menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan harga perhiasan. Semakin tinggi kandungan emas murni, semakin besar pula nilai emas dalam perhiasan tersebut.
Selain kadar, biaya pembuatan juga memengaruhi harga jual. Desain, merek, dan tambahan batu permata dapat membuat harga perhiasan semakin tinggi. Oleh karena itu, harga yang tercantum di toko belum tentu sama dengan nilai emas berdasarkan berat dan kadar karatnya.
Masyarakat juga perlu memahami perbedaan emas perhiasan dan emas batangan sebelum berinvestasi. Emas perhiasan menawarkan manfaat sebagai aksesori. Namun, pembeli perlu memperhitungkan biaya pembuatan dan selisih harga jual kembali agar tidak mengalami kerugian.
Daftar Harga Emas Perhiasan Hari Ini, 4 November 2026
Berikut daftar harga emas perhiasan dari Raja Emas Indonesia dan Laku Emas pada Rabu (4/11/2026). Harga berlaku per gram sesuai informasi masing-masing penyedia.
1. Harga Emas Perhiasan di Raja Emas Indonesia
Raja Emas Indonesia menawarkan berbagai pilihan kadar emas. Berikut daftar harga per gram berdasarkan karat:
- K24*: Rp 2.225.000 per gram
- K24 (99,5%): Rp 2.043.000 per gram
- K23: Rp 1.952.000 per gram
- K22: Rp 1.826.000 per gram
- K21: Rp 1.745.000 per gram
- K20: Rp 1.660.000 per gram
- K19: Rp 1.578.000 per gram
- K18: Rp 1.520.000 per gram
- K17: Rp 1.430.000 per gram
- K16: Rp 1.350.000 per gram
- K15: Rp 1.248.000 per gram
- K14: Rp 1.164.000 per gram
- K13: Rp 1.080.000 per gram
- K12: Rp 999.000 per gram
- K11: Rp 915.000 per gram
- K10: Rp 832.000 per gram
- K9: Rp 750.000 per gram
- K8: Rp 665.000 per gram
- K7: Rp 583.000 per gram
- K6: Rp 500.000 per gram
- K5: Rp 420.000 per gram
2. Harga Emas Perhiasan di Laku Emas
Laku Emas juga menawarkan emas perhiasan dalam berbagai pilihan kadar. Berikut daftar harga emas per gram:
- 24K (99%): Rp 2.086.000 per gram
- 23K: Rp 1.928.000 per gram
- 22K: Rp 1.846.000 per gram
- 21K: Rp 1.765.000 per gram
- 20K: Rp 1.679.000 per gram
- 19K: Rp 1.594.000 per gram
- 18K: Rp 1.508.000 per gram
- 17K: Rp 1.423.000 per gram
- 16K: Rp 1.337.000 per gram
- 15K: Rp 1.254.000 per gram
- 14K: Rp 1.169.000 per gram
- 13K: Rp 1.086.000 per gram
- 12K: Rp 1.000.000 per gram
- 11K: Rp 915.000 per gram
- 10K: Rp 831.000 per gram
- 9K: Rp 746.000 per gram
Catatan: Kedua penyedia dapat mengubah harga sewaktu-waktu sesuai kondisi pasar dan kebijakan masing-masing.
Cara Membedakan Emas Asli dan Palsu
Selain membandingkan harga, pembeli perlu memastikan keaslian emas sebelum melakukan transaksi. Langkah ini membantu masyarakat menghindari kerugian akibat membeli perhiasan palsu atau produk dengan kadar yang tidak sesuai keterangan penjual.
Ada beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan untuk memeriksa emas.
1. Periksa Kode Kadar Emas
Pertama, periksa tanda atau kode yang tertera pada perhiasan. Produsen biasanya mencantumkan kode untuk menunjukkan kadar kemurnian emas.
Sebagai contoh, angka 999 menunjukkan emas berkadar tinggi. Sementara itu, kode 750 menunjukkan emas 18 karat dan kode 585 menunjukkan emas 14 karat.
Namun, pembeli tidak boleh hanya mengandalkan cap tersebut. Penjual yang tidak bertanggung jawab juga dapat memalsukan tanda kadar emas. Karena itu, lakukan pemeriksaan tambahan untuk memastikan keasliannya.
2. Amati Perubahan Warna Perhiasan
Selanjutnya, perhatikan kondisi permukaan perhiasan. Emas murni tidak mudah mengalami oksidasi atau berkarat.
Jika permukaan perhiasan berubah warna, mengelupas, atau memperlihatkan lapisan logam lain, pembeli perlu berhati-hati. Kondisi tersebut dapat menunjukkan bahwa perhiasan menggunakan lapisan emas.
Meski demikian, perubahan warna tidak selalu menandakan emas palsu. Campuran logam dan cara pemakaian juga dapat memengaruhi tampilan perhiasan.
3. Gunakan Magnet untuk Pemeriksaan Awal
Pembeli juga dapat menggunakan magnet sebagai pemeriksaan sederhana. Emas murni tidak memiliki sifat magnetis sehingga magnet tidak akan menariknya.
Jika magnet menarik perhiasan dengan kuat, pembeli perlu mencurigai kandungan logam lain di dalamnya.
Namun, tes magnet tidak dapat memastikan keaslian emas secara menyeluruh. Beberapa jenis logam campuran juga tidak menunjukkan reaksi terhadap magnet.
4. Minta Pemeriksaan dari Tenaga Profesional
Untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, bawa perhiasan ke toko emas atau laboratorium terpercaya. Petugas dapat menggunakan peralatan khusus untuk menguji kadar dan keaslian emas.
Selain melakukan pengujian, mintalah nota pembelian dan dokumen pendukung kepada penjual. Pastikan dokumen tersebut mencantumkan berat, kadar, serta informasi produk dengan jelas.
5. Pilih Toko Emas yang Terpercaya
Terakhir, pilih toko emas yang memiliki reputasi baik. Penjual terpercaya biasanya memberikan informasi secara terbuka mengenai kadar, berat, harga, dan ketentuan jual kembali.
Jangan lupa meminta nota pembelian sebagai bukti transaksi. Dokumen tersebut dapat membantu pembeli ketika ingin menjual kembali atau memeriksa perhiasan di kemudian hari.
Tips Membeli Emas Perhiasan agar Tidak Rugi
Masyarakat perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum membeli emas perhiasan. Pertama, bandingkan harga dari beberapa toko untuk mendapatkan penawaran terbaik.
Kedua, periksa kadar dan berat emas sebelum membayar. Ketiga, tanyakan biaya pembuatan karena komponen tersebut dapat memengaruhi harga beli dan nilai jual kembali.
Selain itu, pahami kebijakan toko mengenai pembelian kembali atau buyback. Setiap toko dapat menerapkan ketentuan dan potongan harga yang berbeda.
Dengan membandingkan harga, memeriksa keaslian, dan memahami biaya tambahan, masyarakat dapat membeli emas perhiasan secara lebih bijak. Langkah tersebut juga membantu pembeli mempertimbangkan manfaat perhiasan sebagai aksesori sekaligus aset bernilai ekonomi.
(vvr*)









