Jakarta, iNBrita.com — Para astronom berhasil menangkap fenomena langka di luar angkasa: dua planet diduga bertabrakan di sistem bintang yang jauh. Peristiwa ini menjadi salah satu tabrakan planet paling jelas yang pernah terdeteksi secara tidak langsung dari Bumi.
Para ilmuwan mulai mengamati fenomena ini ketika mereka menemukan perilaku aneh pada bintang mirip Matahari bernama Gaia20ehk, yang berjarak sekitar 11.000 tahun cahaya dari Bumi. Cahaya bintang itu tiba-tiba meredup dan berfluktuasi secara tidak biasa.
Awalnya, para peneliti menduga bintang tersebut menjadi penyebab perubahan cahaya. Namun setelah mereka melakukan analisis lebih lanjut, mereka menemukan bahwa awan besar debu dan pecahan batuan melintas di depan bintang dan menyebabkan perubahan itu.
Para ilmuwan meyakini bahwa material tersebut berasal dari sisa tabrakan dua planet besar di sekitar bintang itu.
Anastasios Tzanidakis, astronom dari University of Washington, menyatakan bahwa berbagai teleskop berhasil menangkap tumbukan ini secara real-time.
Para ilmuwan juga menduga bahwa tabrakan ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Kedua planet kemungkinan saling mendekat dalam orbitnya, mengalami beberapa benturan kecil, lalu akhirnya mengalami tabrakan besar yang menghancurkan keduanya.
Tabrakan ini menghasilkan panas ekstrem dan serpihan material dalam jumlah besar. Material tersebut menutupi sebagian cahaya bintang saat terlihat dari Bumi.
Fenomena seperti ini sebenarnya sering terjadi di alam semesta, terutama pada sistem planet yang masih muda dan belum stabil. Namun, astronom jarang bisa mengamati prosesnya secara langsung.
Tzanidakis menambahkan bahwa jika para ilmuwan dapat mengamati lebih banyak peristiwa seperti ini, mereka bisa memahami proses terbentuknya dunia, termasuk Bumi.
(VVR*)












