Ledakan Kosmik di Udara Pernah Hancurkan Bumi

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 25 Desember 2025 - 06:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi ledakan kosmik di udara (airburst) yang menghancurkan permukaan Bumi tanpa meninggalkan kawah besar.

Ilustrasi ledakan kosmik di udara (airburst) yang menghancurkan permukaan Bumi tanpa meninggalkan kawah besar.

Jakarta, iNBrita.com – Para ilmuwan menduga Bumi pernah mengalami kehancuran akibat ledakan kosmik di udara (airburst), bukan karena tabrakan langsung yang membentuk kawah raksasa. Ledakan ini terjadi lebih sering dibanding tumbukan besar, tetapi para peneliti belum sepenuhnya memahaminya.

Dampak Besar Tanpa Kawah

Profesor Emeritus Ilmu Bumi dari University of California Santa Barbara, James Kennett, menjelaskan bahwa ledakan di udara dapat menimbulkan dampak ekstrem meski tidak meninggalkan kawah.

“Benturan dapat menyebabkan kerusakan besar akibat suhu dan tekanan yang sangat tinggi,” ujar Kennett, dikutip dari Science Daily, Rabu (24/12/20205).

Ia menegaskan bahwa peristiwa kosmik tidak selalu membentuk kawah besar. Dalam banyak kasus, ledakan hanya menimbulkan gangguan sementara di permukaan Bumi.

Bukti dari Laut dan Daratan

Melalui sejumlah studi terbaru, Kennett dan timnya menemukan bukti ledakan kosmik masa lalu di berbagai lokasi. Mereka meneliti sedimen laut dalam di Atlantik Utara serta reruntuhan kota kuno di wilayah gurun.

Tim menemukan unsur langka dari luar angkasa, kaca leleh, partikel bulat akibat panas ekstrem, dan kuarsa terguncang. Semua temuan ini menunjukkan adanya peristiwa ledakan berskala besar.

Teluk Baffin dan Younger Dryas

Temuan penting muncul dari Teluk Baffin, Greenland, yang berkaitan dengan Hipotesis Dampak Younger Dryas sekitar 12.800 tahun lalu.

“Untuk pertama kalinya, kami menemukan bukti tumbukan kosmik Younger Dryas dalam catatan sedimen laut,” jelas Kennett.

Para peneliti menemukan material dampak di sedimen laut pada kedalaman sekitar 2.000 meter. Mereka meyakini material tersebut terlempar ke atmosfer, menyebar secara global, lalu mengendap di dasar laut.

Sulit Dilacak, Namun Berbahaya

Berbeda dengan tumbukan besar seperti pembentuk Kawah Chicxulub, ledakan di udara jarang meninggalkan kawah. Kondisi ini membuat para ilmuwan sulit melacak peristiwa kuno tersebut.

Tim juga meninjau ulang peristiwa Tunguska (1908) dan kehancuran kota Tall el-Hammam sekitar 3.600 tahun lalu.

Para peneliti menyimpulkan bahwa ledakan kosmik di udara berperan besar dalam sejarah Bumi dan layak mendapat perhatian ilmiah yang lebih serius.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

5 Makam Kuno Indonesia yang Menyimpan Sejarah Islam
7 Cara Merawat Anthurium agar Subur dan Berbunga
Roster Rumah Cantik untuk Udara Sejuk dan Privat
8 Cara Membasmi Rayap di Rumah Secara Efektif
Prasasti Umar bin Khattab Ditemukan di Madinah
Cara Aman Gunakan Wi-Fi Hotel Tanpa Risiko
Lima Kepala SMPN Sungai Penuh Diganti, Ini Namanya
Beasiswa BeZakat 2026 Diperpanjang, Cek Syaratnya Sekarang
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 00:00 WIB

5 Makam Kuno Indonesia yang Menyimpan Sejarah Islam

Minggu, 11 Oktober 2026 - 01:00 WIB

7 Cara Merawat Anthurium agar Subur dan Berbunga

Kamis, 8 Oktober 2026 - 03:00 WIB

Roster Rumah Cantik untuk Udara Sejuk dan Privat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:00 WIB

8 Cara Membasmi Rayap di Rumah Secara Efektif

Selasa, 29 September 2026 - 23:00 WIB

Prasasti Umar bin Khattab Ditemukan di Madinah

Berita Terbaru

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai pertemuan Wali Kota Sungai Penuh bersama pengurus PKPS. ( Foto Diskominfo)

SUNGAI PENUH

Wako Alfin Terima Silaturahmi PKPS Perkuat Sinergi Kebersamaan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 05:00 WIB

Kebakaran hutan melanda kawasan Gunung Arjuno-Welirang, Pasuruan.

Nasional

Kebakaran Hutan Arjuno-Welirang, Tiga Titik Api Belum Padam

Sabtu, 17 Okt 2026 - 04:00 WIB

Tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan meluas di Tahura Orang Kayo Hitam, Jambi.(Foto : Dok.Istimewa)

Jambi

Al Haris Perketat Penanganan Karhutla di Tahura Jambi

Sabtu, 17 Okt 2026 - 03:00 WIB

Ilustrasi kode redeem Free Fire gratis dengan hadiah diamond, skin senjata, dan item menarik untuk pemain FF.( Foto AI INBRTA)

Game

Kode Redeem FF Gratis 17 Oktober 2026, Coba 14 Kode

Sabtu, 17 Okt 2026 - 02:00 WIB

Ilustrasi game susun buah yang menawarkan bonus login 18K dan diklaim bisa dicairkan ke saldo DANA. Klaim pencairan tersebut masih perlu diverifikasi. ( AI INBRITA)

Game

Game Susun Buah Bonus Login 18K, Bisa Cair?

Sabtu, 17 Okt 2026 - 01:00 WIB