Home / Pendidikan

Kamis, 25 Desember 2025 - 06:01 WIB

Ledakan Kosmik di Udara Pernah Hancurkan Bumi

Ilustrasi ledakan kosmik di udara (airburst) yang menghancurkan permukaan Bumi tanpa meninggalkan kawah besar.

Ilustrasi ledakan kosmik di udara (airburst) yang menghancurkan permukaan Bumi tanpa meninggalkan kawah besar.

Jakarta, iNBrita.com – Para ilmuwan menduga Bumi pernah mengalami kehancuran akibat ledakan kosmik di udara (airburst), bukan karena tabrakan langsung yang membentuk kawah raksasa. Ledakan ini terjadi lebih sering dibanding tumbukan besar, tetapi para peneliti belum sepenuhnya memahaminya.

Dampak Besar Tanpa Kawah

Profesor Emeritus Ilmu Bumi dari University of California Santa Barbara, James Kennett, menjelaskan bahwa ledakan di udara dapat menimbulkan dampak ekstrem meski tidak meninggalkan kawah.

“Benturan dapat menyebabkan kerusakan besar akibat suhu dan tekanan yang sangat tinggi,” ujar Kennett, dikutip dari Science Daily, Rabu (24/12/20205).

Ia menegaskan bahwa peristiwa kosmik tidak selalu membentuk kawah besar. Dalam banyak kasus, ledakan hanya menimbulkan gangguan sementara di permukaan Bumi.

Bukti dari Laut dan Daratan

Melalui sejumlah studi terbaru, Kennett dan timnya menemukan bukti ledakan kosmik masa lalu di berbagai lokasi. Mereka meneliti sedimen laut dalam di Atlantik Utara serta reruntuhan kota kuno di wilayah gurun.

Tim menemukan unsur langka dari luar angkasa, kaca leleh, partikel bulat akibat panas ekstrem, dan kuarsa terguncang. Semua temuan ini menunjukkan adanya peristiwa ledakan berskala besar.

Teluk Baffin dan Younger Dryas

Temuan penting muncul dari Teluk Baffin, Greenland, yang berkaitan dengan Hipotesis Dampak Younger Dryas sekitar 12.800 tahun lalu.

“Untuk pertama kalinya, kami menemukan bukti tumbukan kosmik Younger Dryas dalam catatan sedimen laut,” jelas Kennett.

Para peneliti menemukan material dampak di sedimen laut pada kedalaman sekitar 2.000 meter. Mereka meyakini material tersebut terlempar ke atmosfer, menyebar secara global, lalu mengendap di dasar laut.

Sulit Dilacak, Namun Berbahaya

Berbeda dengan tumbukan besar seperti pembentuk Kawah Chicxulub, ledakan di udara jarang meninggalkan kawah. Kondisi ini membuat para ilmuwan sulit melacak peristiwa kuno tersebut.

Tim juga meninjau ulang peristiwa Tunguska (1908) dan kehancuran kota Tall el-Hammam sekitar 3.600 tahun lalu.

Para peneliti menyimpulkan bahwa ledakan kosmik di udara berperan besar dalam sejarah Bumi dan layak mendapat perhatian ilmiah yang lebih serius.

(VVR*)

Berita ini 10 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Siswa SMAN 1 Solok Selatan meraih juara FLS2N 2025 tingkat kabupaten

Pendidikan

Mairisna.S.Pd.MM Apresiasi Siswa Berprestasi di Ajang FLS2N
Wako Alfin mengapresiasi kemajuan revitalisasi sekolah.

Pendidikan

Wako Alfin Apresiasi Progres Revitalisasi Sekolah di Sungai Penuh
Ilustrasi uang Tunjangan Hari Raya (THR) untuk kebutuhan Lebaran.

Pendidikan

Cara Cerdas Mengatur THR Agar Tidak Cepat Habis

Pendidikan

Miris SDN 016/X1 Talang Lindung Kota Sungai Penuh Punya Murid 8 Orang
Kapolres Kerinci AKBP Ramadhanil memimpin upacara dan memberikan motivasi kepada siswa SMAN 1 Sungai Penuh.

Pendidikan

AKBP Ramadhanil Pimpin Upacara, Sampaikan Pesan Positif

Pendidikan

Ketua STIA Nusa Eliyusnadi Teken MoU Dengan Gubernur Jambi
E. Wiryadi, ASN Bappeda Kota Sungai Penuh, mengikuti pelatihan internasional pengentasan kemiskinan di Beijing dan Yunnan, Tiongkok.

Pendidikan

ASN Sungai Penuh Pelajari Strategi Tiongkok Atasi Kemiskinan
Wawako Azhar Hamzah dan Bunda PAUD Sri Kartini Alfin meninjau MPLS di sekolah Sungai Penuh

Pendidikan

Wawako Azhar dan Bunda PAUD Sambangi MPLS Sungai Penuh