Home / Ekonomi

Jumat, 16 Mei 2025 - 14:18 WIB

Bank Indonesia Perkuat Pertanian Sungai Penuh Lewat Kolaborasi Teknologi

Pemerintah Kota Sungai Penuh bersama Bank Indonesia menggelar acara GNPIP

Pemerintah Kota Sungai Penuh bersama Bank Indonesia menggelar acara GNPIP

Sungai Penuh ,inBrita.com – Pemerintah Kota Sungai Penuh bersama Bank Indonesia menggelar Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) melalui panen padi bersama di Desa Gedang, Jumat (16/5/2025).

Warsono, perwakilan BI Jambi menyampaikan kegiatan ini dalam upaya menjaga stabilitas pasokan pangan dan meningkatkan produktivitas pertanian di Kota Sungai Penuh.

“Bank Indonesia selalu bersinergi dengan pemerintah daerah, dinas terkait, dan kelompok tani,kerja sama ini sangat penting dalam menghadapi berbagai tantangan ketahanan pangan”,ujar Warsono.(16/5)

Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri dalam mengatasi persoalan inflasi dan ketahanan pangan. Oleh karena itu, kolaborasi dengan pemerintah daerah serta kelompok tani menjadi kunci dalam memastikan pasokan tetap stabil.

Sebagai bentuk konkret dari kerja sama Bank Indonesia juga menggelar diskusi bersama Dinas Pertanian dan para petani untuk menyesuaikan bentuk dukungan yang tepat dengan kebutuhan di lapangan.

Baca juga :   Wako Alfin Buka Rakor Penanggulangan Stunting Sungai Penuh

“Hasil dari dialog itu, BI memberikan bantuan boat tractor—alat pertanian yang dinilai sesuai dengan karakteristik geografis wilayah Sungai Penuh”,ujar Warsono.

Tak hanya itu, Bank Indonesia juga menggandeng kelompok tani Tiang Biduk Tiga untuk pendampingan dan pelatihan teknis pertanian. Salah satu upayanya adalah penyediaan bibit unggul, seperti varietas Kusut Putih, yang terbukti mampu mendongkrak hasil panen di Sungai penuh.

“Dengan teknologi pertanian yang tepat, produktivitas padi di Sungai Penuh berhasil meningkat dari 6,57 ton menjadi 11 ton per hektare. Ini jauh di atas rata-rata nasional, dan kita patut bangga,” terang Warsono.

Baca juga :   Kafa’ah Menjadi Dasar Keserasian dalam Pernikahan

Warsono mengingatkan bahwa tantangan ke depan adalah bagaimana mempertahankan bahkan meningkatkan produktivitas tersebut secara berkelanjutan,bantuan yang diberikan oleh Bank Indonesia bukan berupa uang tunai, melainkan dalam bentuk barang yang dapat langsung dimanfaatkan.

“Harapan kami kepada pemerintah Kota Sungai penuh,kerja sama ini tidak hanya berhenti di satu kegiatan saja. Ini adalah langkah awal dari kolaborasi jangka panjang.

Kebijakan pembangunan pangan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Kami percaya Sungai Penuh akan terus menjadi sentra produksi padi terbesar di Provinsi Jambi,” pungkasnya.

Dengan semangat gotong royong dan sinergi lintas sektor, Bank Indonesia bersama Pemerintah Kota Sungai Penuh optimis dapat menciptakan ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat.
(Eni Syamsir)

Berita ini 16 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Diskon Listrik 50 Persen Berlaku Juni-Juli 2025

Ekonomi

Ayam Goreng Widuran Solo Kini Berlabel Non-Halal

Ekonomi

Mei 2025 Harga BBM Pertamina Turun
Batangan emas berada di atas timbangan sebagai simbol kenaikan harga emas dunia

Ekonomi

Harga Emas Dunia Naik Jelang Ketidakpastian Ekonomi Global

Ekonomi

Sejarah Baru RI Harga Emas Antam Naik 2 Juta / Gram

Ekonomi

Koperasi Merah Putih Terbentuk di Kelurahan Sungai Penuh

Ekonomi

Harga Cabai di Pasar Tanjung Bajure Terpantau Turun

Ekonomi

Di Pegadaian Harga Emas Kompak Turun Minggu