Bareskrim Gerebek Jaringan Pinjol Ilegal di Indonesia

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 20 November 2025 - 22:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pinjol ilegal ( Foto Pexels)

Ilustrasi pinjol ilegal ( Foto Pexels)

Jakarta, iNBrita.com – Bareskrim Polri mengungkap praktik dua aplikasi pinjaman online (pinjol) ilegal yang mengancam, memeras, dan menyebarkan data pribadi sekitar 400 nasabah. Polisi menangkap tujuh tersangka, sementara dua warga negara asing (WNA) masih mereka buru.

Dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (20/11/2025), Wadirtipidsiber Bareskrim Polri Kombes Andri Sudarmadi menyampaikan bahwa dua aplikasi tersebut adalah Dompet Selebriti dan Pinjaman Lancar. Polisi membagi para tersangka ke dalam dua klaster, yaitu klaster penagihan dan klaster pembayaran.

Andri menjelaskan bahwa penyidik menangkap empat tersangka dari klaster penagihan (desk collection/DC):

NEL alias JO (DC Pinjaman Lancar)

SB (Leader DC Pinjaman Lancar)

RP (DC Dompet Selebriti)

STK (Leader DC Dompet Selebriti)

Sementara itu, penyidik menangkap tiga tersangka dari klaster pembayaran (payment gateway) yang berasal dari PT Odeo Teknologi Indonesia:

IJ (Finance)

AB (Manajer Operasional)

ADS (Customer Service)

Penyidik juga memblokir dan menyita dana operasional pinjol ilegal tersebut dari berbagai rekening bank dengan total mencapai Rp 14,28 miliar.

Selain menangkap tujuh tersangka, polisi terus memburu dua WNA yang berperan sebagai aplikator atau developer aplikasi, yaitu LZ dari Pinjaman Lancar dan S dari Dompet Selebriti.

Andri menegaskan bahwa penyidik terus mendalami hubungan kedua WNA itu dengan PT Odeo Teknologi Indonesia.
“Pengejaran tetap berjalan, dan kami akan mendalami keterlibatan pihak lain yang masih berada di luar negeri,” ujarnya.

Kasus ini terungkap setelah seorang korban berinisial HFS melapor karena para pelaku terus menerornya hingga ia mengalami kerugian Rp 1,4 miliar, meski ia sudah melunasi utangnya sejak November 2022.

Para pelaku tetap menekan HFS melalui SMS, WhatsApp, dan media sosial, sehingga korban terpaksa membayar berkali-kali. Mereka meningkatkan ancaman pada Juni 2025 dengan mengirimkan teror kepada keluarga HFS, hingga korban mengalami tekanan mental.

Pelaku menyisipkan angka dalam kalimat ancaman agar bisa menghindari sistem pemblokiran. Mereka juga membuat foto tidak senonoh dengan memanipulasi wajah korban pada tubuh orang lain untuk mempermalukannya.

Andri menegaskan bahwa praktik keji tersebut menjadi dasar kuat bagi polisi untuk menindak tegas jaringan pinjol ilegal yang selama ini meresahkan masyarakat.

(ES*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SAH Tegaskan Pesan Prabowo: Kerja Nyata, Bukan Survei
Kebakaran Gunung Sumbing, Polda Siapkan Water Bombing
Kasus Korupsi Sudewo, Divonis 8,5 Tahun Penjara
UMP 2027 Naik Berapa Persen? Ini Prediksi Terbaru Pemerintah
Tambang Emas Lebong Picu Konflik dan Kerusakan Lingkungan
Registrasi Bansos Baru 9,68%, Pemerintah Percepat Pendataan
BMKG Prediksi Musim Hujan 2026/2027 Mundur, Simak Jadwalnya
Kamarudin Simanjuntak Wafat Setelah Berjuang Melawan Penyakit
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:00 WIB

SAH Tegaskan Pesan Prabowo: Kerja Nyata, Bukan Survei

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Kebakaran Gunung Sumbing, Polda Siapkan Water Bombing

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Kasus Korupsi Sudewo, Divonis 8,5 Tahun Penjara

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:00 WIB

UMP 2027 Naik Berapa Persen? Ini Prediksi Terbaru Pemerintah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Tambang Emas Lebong Picu Konflik dan Kerusakan Lingkungan

Berita Terbaru

Pemandangan Bumi yang diambil oleh astronot NASA dan komandan Artemis II, Reid Wiseman, dari salah satu dari empat jendela utama pesawat ruang angkasa Orion. (NASA/Handout via REUTERS)

Teknologi

Bentuk Bumi Berubah Satelit Ungkap Fakta Mengejutkan

Sabtu, 24 Okt 2026 - 00:00 WIB

Saham SpaceX mengalami penurunan 9 persen meski analis Wall Street menaikkan target harga saham.(Foto : CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk/Dok. Angela Weiss/AFP)

Ekonomi

Saham SpaceX Anjlok 9 Persen, Analis Naikkan Target

Jumat, 23 Okt 2026 - 20:00 WIB

Rupiah melemah ke Rp18.080 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat (23/10/2026).

Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp18.080, Dolar AS Makin Perkasa

Jumat, 23 Okt 2026 - 19:00 WIB

 Pemerintah mengevaluasi penambahan kuota Pertalite akibat lonjakan konsumsi masyarakat.(foto : Liputan6.com/Lizsa Egaham)

Ekonomi

Pemerintah Kaji Penambahan Kuota Pertalite hingga Akhir 2026

Jumat, 23 Okt 2026 - 18:00 WIB

Hardizal menghadiri Upacara Hari Santri Nasional 2026 di Kota Sungai Penuh.

SUNGAI PENUH

Hardizal Dukung Santri Unggul untuk Indonesia Emas 2026

Jumat, 23 Okt 2026 - 17:00 WIB