Home / Nasional

Kamis, 20 November 2025 - 22:30 WIB

Bareskrim Gerebek Jaringan Pinjol Ilegal di Indonesia

Ilustrasi pinjol ilegal ( Foto Pexels)

Ilustrasi pinjol ilegal ( Foto Pexels)

Jakarta, iNBrita.com – Bareskrim Polri mengungkap praktik dua aplikasi pinjaman online (pinjol) ilegal yang mengancam, memeras, dan menyebarkan data pribadi sekitar 400 nasabah. Polisi menangkap tujuh tersangka, sementara dua warga negara asing (WNA) masih mereka buru.

Dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (20/11/2025), Wadirtipidsiber Bareskrim Polri Kombes Andri Sudarmadi menyampaikan bahwa dua aplikasi tersebut adalah Dompet Selebriti dan Pinjaman Lancar. Polisi membagi para tersangka ke dalam dua klaster, yaitu klaster penagihan dan klaster pembayaran.

Andri menjelaskan bahwa penyidik menangkap empat tersangka dari klaster penagihan (desk collection/DC):

NEL alias JO (DC Pinjaman Lancar)

SB (Leader DC Pinjaman Lancar)

RP (DC Dompet Selebriti)

STK (Leader DC Dompet Selebriti)

Baca juga :   Sumur Pulai Sungai Penuh, Sumber Air Tak Pernah Kering

Sementara itu, penyidik menangkap tiga tersangka dari klaster pembayaran (payment gateway) yang berasal dari PT Odeo Teknologi Indonesia:

IJ (Finance)

AB (Manajer Operasional)

ADS (Customer Service)

Penyidik juga memblokir dan menyita dana operasional pinjol ilegal tersebut dari berbagai rekening bank dengan total mencapai Rp 14,28 miliar.

Selain menangkap tujuh tersangka, polisi terus memburu dua WNA yang berperan sebagai aplikator atau developer aplikasi, yaitu LZ dari Pinjaman Lancar dan S dari Dompet Selebriti.

Andri menegaskan bahwa penyidik terus mendalami hubungan kedua WNA itu dengan PT Odeo Teknologi Indonesia.
“Pengejaran tetap berjalan, dan kami akan mendalami keterlibatan pihak lain yang masih berada di luar negeri,” ujarnya.

Kasus ini terungkap setelah seorang korban berinisial HFS melapor karena para pelaku terus menerornya hingga ia mengalami kerugian Rp 1,4 miliar, meski ia sudah melunasi utangnya sejak November 2022.

Baca juga :   Kode Genshin Impact Februari 2026 Aktif Terbaru Gratis

Para pelaku tetap menekan HFS melalui SMS, WhatsApp, dan media sosial, sehingga korban terpaksa membayar berkali-kali. Mereka meningkatkan ancaman pada Juni 2025 dengan mengirimkan teror kepada keluarga HFS, hingga korban mengalami tekanan mental.

Pelaku menyisipkan angka dalam kalimat ancaman agar bisa menghindari sistem pemblokiran. Mereka juga membuat foto tidak senonoh dengan memanipulasi wajah korban pada tubuh orang lain untuk mempermalukannya.

Andri menegaskan bahwa praktik keji tersebut menjadi dasar kuat bagi polisi untuk menindak tegas jaringan pinjol ilegal yang selama ini meresahkan masyarakat.

(ES*)

Berita ini 7 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Daftar kode redeem Free Fire terbaru 2 April 2026 untuk klaim hadiah gratis

Nasional

Kode Redeem Free Fire Terbaru 2 April 2026
Ilustrasi kelapa utuh sebagai menu program Makan Bergizi Gratis di Gresik. BGN tutup SPPG.

Nasional

BGN Hentikan Sementara 9 SPPG Gresik Bagikan Kelapa Utuh
Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) berbicara terkait Bupati Aceh Selatan berangkat umrah saat bencana.

Nasional

Gubernur Aceh Marah Bupati Aceh Selatan Umrah Saat Bencana
Infografis utang Indonesia oleh Edward Ricardo

Nasional

Kakeibo, Metode Menabung Ala Jepang yang Efektif
WFT terduga hacker Bjorka mengenakan baju tahanan oranye saat konferensi pers di Polda Metro Jaya Jakarta.

Nasional

Polda Metro Jaya Tangkap Hacker Bjorka, Retas 4,9 Juta Data
Praka Zaenal Mutaqim, prajurit TNI AL, saat mengikuti latihan Rubber Duck Operations (ilustrasi).

Nasional

TNI AL Sampaikan Duka Cita Atas Gugurnya Zaenal Mutaqim
Kalender menampilkan tanggal 16 Januari 2026 sebagai libur Isra Mikraj

Nasional

Libur Isra Mikraj 2026 dan Makna Perjalanannya
Konferensi pers polisi terkait kematian selebgram Lula Lahfah di Polres Metro Jakarta Selatan

Nasional

Polisi Hentikan Kasus Kematian Selebgram Lula Lahfah