Sungai Penuh,inBrita.com – Bendi adalah tranportasi tradisional yang masih bertahan di Kota Sungai Penuh hingga kini,ditengah maraknya alat transportasi modern seperti Gojex dan Maxim ,namun keberadaan Bendi ini tetap ada , meskipun sekarang keberadaan Bendi mulai terabaikan,namun tetap ada.
Walaupun bendi tidak sebanyak dulu lagi,tapi beberapa masih bertahan dan terlihat aktif beroperasi , meskipun tinggal beberapa saja.Para kusir menjejerkan bendi mereka di depan Taman Tugu 17 Kota Sungai Penuh, tempat masyarakat menghilangkan lelah sembari membawa anak-anak mereka bermain.
Harapan sang kusir adalah jika ada pengunjung menggunakan jasa mereka untuk menikmati keindahan malam di Kota Sungai Penuh.
Hermanto yang sudah lama berprosesi sebagai kusir bendi mengatakan,bahwa rejeki mereka tergantung dengan cuaca,jika cuaca bagus akan banyak masyarakat yang menggunakan jasanya.
” Tergantung cuaca uni…,jika cuaca bagus ndak hujan,ramailah, apalagi jika banyak anak-anak, mereka suka merengek minta keliling kota”,ujar Hermanto.
Hermanto juga mengatakan dalam semalam bisa mengumpulkan uang untuk dibawa pulang paling banyak Rp.100 Ribu ,itu bisa mencukupi untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
“Alhamdulillah bisa dapat uang untuk dibawa pulang bisa mencukupi biaya keluarga”ujarnya.
Selain itu Hermanto juga memperhatikan kesehatan kudanya, dengan selalu memeriksa ke dokter hewan,serta Menyiapkan pakan serta memberi obat-obatan.
Untuk kebersihan, Hermanto juga menyediakan tempat penampungan kotoran kuda,agar tidak merusak keindahan kota.Dan untuk penampilan bendi, Hermanto membuat variasi menambah tirai dan lampu kelap kelip.
Hermanto berharap kedepannya bendi ini bisa kembali maju seperti masa kejayaannya beberapa puluh tahun lalu, tentu ini juga peran pemerintah untuk bisa membuat Transportasi tradisional ini bisa menjadi kebanggaan masyarakatKota Sungai Penuh .
(Enj Syamsir)














