Jakarta , iNBrita.com– Benjamin Sesko kembali menjadi penyelamat Manchester United (MU) dengan mencetak gol tunggal ke gawang Everton, sehingga fans MU tersenyum lebar.
Selain Benjamin menunjukkan insting tajam di kotak penalti, Sesko juga menarik perhatian publik karena kecepatan larinya yang luar biasa. Bahkan, bek Everton, James Tarkowski, yang terkenal dengan start cepat, gagal menahannya. Oleh karena itu, warganet pun bertanya-tanya: bagaimana Sesko bisa berlari secepat itu?
Menurut Live Science, postur tubuh tinggi Sesko membantu meningkatkan kecepatannya. Jordan Charles, lulusan teknik dari Duke University, meneliti fenomena ini dan kemudian mempublikasikannya di Journal of Experimental Biology.
Dengan tinggi mencapai 195 cm, Sesko menjadi salah satu striker tertinggi di Liga Inggris. Postur tinggi memudahkan atlet mengatasi gravitasi dan gesekan saat bergerak. Atlet harus mengangkat kaki dari tanah atau menjaga tubuh tetap stabil, serta menembus hambatan udara saat berlari.
Charles menganalisis bahwa atlet yang lebih tinggi dan membangun massa otot pada kerangka tubuh aerodinamis memperoleh kecepatan lari lebih baik. Selain itu, semakin efisien mereka mendistribusikan massa otot di tubuh panjang, semakin besar keuntungan yang mereka dapatkan di lapangan.
“Data kami menunjukkan bahwa atlet tinggi dan berotot akan terus mendominasi rekor kecepatan,” jelas Charles. “Faktor ini lebih dipengaruhi oleh mekanika gerak tubuh daripada peningkatan rata-rata tinggi manusia modern.”
Dengan kombinasi tinggi, kelincahan, dan kekuatan otot, Sesko akhirnya mampu mengejutkan lawan-lawannya dengan kecepatan yang mengesankan.
(tim)









