Bima Arya Dorong Pemuda Siap Jadi Pemimpin Masa Depan

Bima Arya Dorong Pemuda Siap Jadi Pemimpin Masa Depan

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bima, pemuda, kepemimpinan, masa depan, Indonesia

Bima, pemuda, kepemimpinan, masa depan, Indonesia

Kepemimpinan Jadi Kunci Masa Depan

Jakarta , iNBrita.com — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mendorong generasi muda untuk mempersiapkan diri secara serius dalam menghadapi peluang Indonesia menjadi negara maju. Pertama-tama, ia menekankan bahwa generasi muda perlu membangun bukan hanya kemampuan teknis, tetapi juga karakter kepemimpinan yang visioner dan adaptif.

Selanjutnya, Bima menyampaikan pesan tersebut saat menjadi pembicara utama dalam Garuda Youth Camp 2026 di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta, Minggu (3/5/2026). Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa kepemimpinan memegang peran kunci dalam menentukan arah masa depan bangsa.

Visi, Arah, dan Keteladanan Pemimpin

Selain itu, ia menjelaskan bahwa pemimpin yang efektif memiliki visi, memberikan arahan, dan menunjukkan teladan melalui tindakan nyata. Dengan demikian, ia menekankan bahwa kepemimpinan tidak berhenti pada gagasan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan.

“Leaders are those who know the way, who show the way, and who lead the way,” ujarnya. Artinya, pemimpin memahami arah, menunjukkan jalan, dan memimpin dengan contoh nyata.

Lebih lanjut, Bima menegaskan bahwa seorang pemimpin tidak cukup hanya merancang visi. Namun demikian, ia harus mengarahkan proses dan ikut menjalankan langkah-langkah menuju tujuan.

Generasi Muda dan Arah Masa Depan

Oleh karena itu, ia mengajak generasi muda untuk mulai merancang masa depan sejak sekarang. Di sisi lain, ia juga meminta mereka meningkatkan kemampuan membaca perubahan zaman.

Kemudian, ia menambahkan bahwa kesuksesan tidak hanya berasal dari kerja keras, tetapi juga kepekaan terhadap peluang di tengah perubahan global.

“Tolong jawab, 20 tahun lagi kalian mau ke mana dan menjadi apa,” katanya. Dengan kata lain, ia mendorong anak muda menentukan arah hidup sejak dini.

Peluang Indonesia Menjadi Kekuatan Dunia

Sementara itu, Bima menyebut Indonesia memiliki peluang besar menjadi kekuatan ekonomi dunia. Bahkan, proyeksi menunjukkan Indonesia dapat masuk lima besar ekonomi global dalam beberapa dekade mendatang.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia. Karena itu, ia menuntut generasi muda mempersiapkan diri secara maksimal.

“20 tahun lagi Indonesia akan menjadi negara maju satu dari lima ekonomi terbesar di dunia,” ungkapnya. Dengan demikian, ia menekankan pentingnya kesiapan sejak sekarang.

Pendidikan, Disiplin, dan Konsistensi

Selanjutnya, ia menekankan pentingnya pendidikan, semangat belajar, dan penguasaan keterampilan. Di samping itu, hal tersebut menjadi fondasi utama dalam memanfaatkan bonus demografi.

“Jangan pernah berhenti belajar di mana pun,” tegasnya. Oleh sebab itu, ia mendorong kebiasaan belajar sepanjang hayat.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya disiplin dan konsistensi. Pada akhirnya, ia menilai keberhasilan tidak hanya bergantung pada kecerdasan.

Justru, ketekunan dalam proses menjadi faktor penentu utama. “Yang akan menjadi pemenang adalah orang-orang yang paling konsisten dan disiplin,” ujarnya.

Kepemimpinan dan Keberagaman

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pemimpin hebat terbentuk dari kemampuan beradaptasi dengan keberagaman. Sebaliknya, ketidakmampuan menerima perbedaan dapat menghambat kepemimpinan.

“Tidak ada pemimpin hebat yang tidak terbiasa dengan perbedaan,” katanya. Dengan demikian, ia mendorong pengalaman lintas latar belakang.

Oleh karena itu, ia mengajak generasi muda aktif dalam organisasi. Di samping itu, organisasi menjadi wadah untuk melatih kepemimpinan, membangun jejaring, dan mengasah kemampuan sosial.

Masa Depan Harus Dipersiapkan

Akhirnya, ia menegaskan bahwa masa depan tidak datang dengan sendirinya, melainkan harus dipersiapkan sejak sekarang.

“Masa depan bukan ditunggu, bukan dinantikan, tetapi disiapkan,” tutupnya.

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG Pantau Sebaran Asap Karhutla di Jakarta dan Jabar
Profil Wayan Koster, Gubernur Bali yang Viral Usai Debat di SPBU
Prabowo Reshuffle Kabinet, Tujuh Pejabat Baru Resmi Dilantik
Kemensos Raih Nilai Sempurna Indeks Reformasi Hukum 2026
Menhut Petakan Empat Titik Karhutla di Tanjung Puting
Mutasi Mendadak! Nanang Haryono Kini Jabat Dirpolairud Jambi
Kemenperin Dukung Konsolidasi Tekstil Nasional Lewat BUMN
244 Titik Panas Karhutla Terdeteksi, Turun 77,5 Persen
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:00 WIB

BMKG Pantau Sebaran Asap Karhutla di Jakarta dan Jabar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Profil Wayan Koster, Gubernur Bali yang Viral Usai Debat di SPBU

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Prabowo Reshuffle Kabinet, Tujuh Pejabat Baru Resmi Dilantik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Kemensos Raih Nilai Sempurna Indeks Reformasi Hukum 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Menhut Petakan Empat Titik Karhutla di Tanjung Puting

Berita Terbaru

Foto sertifikat tanah milik almarhumah Sri Anteng Rahayu .

SUNGAI PENUH

Sertifikat Tanah Hilang, Khatmi Berharap Penemu Mengembalikan

Jumat, 16 Okt 2026 - 20:00 WIB

 Saham Bank Mandiri (BMRI) mengalami koreksi 8,54% seiring dengan anjloknya IHSG pada sesi pertama perdagangan Jumat (16/10/2026).(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Saham BMRI Anjlok 8,54%, IHSG Ambruk 10,76%

Jumat, 16 Okt 2026 - 19:00 WIB

BMKG mendeteksi sebaran asap karhutla dari Kalimantan hingga wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.(Foto : detik.com)

Nasional

BMKG Pantau Sebaran Asap Karhutla di Jakarta dan Jabar

Jumat, 16 Okt 2026 - 18:00 WIB

BEI menyiapkan klarifikasi dengan MSCI terkait usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia.(Foto : liputan6.com)

Ekonomi

BEI Tanggapi MSCI, Investor Cermati Perubahan Status Pasar

Jumat, 16 Okt 2026 - 17:00 WIB

Ilustrasi warga menggunakan masker di tengah kabut asap akibat karhutla.( Foto AI Inbrita)

Kesehatan

Kabut Asap Picu Lonjakan Kasus ISPA di Padang

Jumat, 16 Okt 2026 - 14:00 WIB