Kerinci , iNBrita.com – Hujan es disertai angin kencang melanda Desa Bumbun Duri, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, Kamis (28/8/2025) sore sekitar pukul 15.30 WIB. Peristiwa itu membuat mulsa plastik di ladang warga beterbangan.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Depati Parbo, Kurnia Ningsih, menjelaskan fenomena hujan es terjadi karena kondisi udara yang labil.
“Pertemuan massa udara panas dan dingin memicu terbentuknya awan cumulonimbus. Saat siang hari penguapan tinggi, udara naik membentuk awan konvektif, lalu berkembang menjadi cumulonimbus. Ketika uap air mencapai ketinggian di bawah freezing level, terbentuklah gumpalan-gumpalan es,” jelasnya ( 29/8)
Ia menambahkan, kecepatan angin di Kayu Aro Kamis kemarin mencapai 14 knots atau sekitar 26 km/jam. Angin kencang ini membuat material ringan di ladang warga terbang.
Kurnia Ningsih juga mengingatkan masyarakat untuk waspada cuaca ekstrem pada musim pancaroba, yaitu peralihan dari kemarau ke penghujan. Cuaca ekstrem bisa berupa hujan lebat mendadak disertai petir dan angin kencang. Kondisi ini berpotensi menimbulkan genangan air, banjir dadakan, jalanan licin, dan jarak pandang pendek.
( Eni Syamsir)














