Cianjur, iNBrita.com – Dunia reptil biasanya identik dengan hobi pria atau orang dewasa. Namun, seorang siswi sekolah dasar di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, justru menarik perhatian publik karena kedekatannya yang tidak biasa dengan ular King Koros.
Bocah perempuan bernama Meisa Arifa Kartiwa atau yang akrab disapa Caca ini viral di media sosial. Di usia 8 tahun, siswi kelas 2 SD tersebut menunjukkan keberanian luar biasa dengan menjadikan ular sebagai sahabatnya.
Hobi Tak Biasa Sejak Kecil
Caca tidak sekadar menyukai ular. Ia bahkan sering membawa ular peliharaannya ke dalam tas sekolah. Dalam video yang beredar, Caca terlihat santai memegang dan bermain dengan ular sepanjang 2 meter tanpa rasa takut.
Ular tersebut merupakan jenis King Koros (Ptyas carinata), spesies dari keluarga Colubridae yang hidup di Asia Tenggara. Meski berukuran besar, ular ini tidak berbisa, berbeda dengan King Kobra yang berbahaya.
“Sejak sebelum sekolah, saya sudah suka main ular. Yang di video namanya Zoro, jenis King Koros. Tapi di rumah masih banyak yang lain,” kata Caca, Senin (27/4/2026).
Peran Ayah dan Proses Penjinakan
Keberanian Caca tidak muncul begitu saja. Ayahnya, Jepi Kartiwa, sudah menjinakkan ular-ular tersebut terlebih dahulu. Karena itu, Caca merasa aman saat berinteraksi.
“Saya tidak takut karena ularnya sudah jinak. Bahkan saya bisa tidur bareng Zoro atau ular lainnya,” ujar Caca.
Kecintaan Caca terhadap reptil berasal dari sang ayah. Jepi sering menangani ular hasil evakuasi, sehingga Caca terbiasa melihat dan akhirnya ikut merawat.
“Saya sering belajar penanganan ular bersama komunitas dan konten kreator. Di rumah ada koleksi ular hasil rescue. Ternyata anak saya ikut tertarik dan merawatnya,” jelas Jepi.
Sudah Berani Sejak Balita
Sejak kecil, Caca memang sudah berani menghadapi hewan ekstrem. Jepi bahkan menyebut putrinya pernah menangkap kalajengking dengan tangan kosong saat masih balita.
“Awalnya dia justru menangkap kalajengking, baru kemudian suka ular,” katanya.
Hubungan Caca dengan ular kesayangannya, Zoro, sangat kuat. Jepi pernah menyembunyikan ular tersebut, dan Caca langsung menangis hingga mogok makan.
“Saat pulang sekolah dan tidak melihat Zoro, dia menangis dan tidak mau makan sampai keesokan harinya,” ungkap Jepi.
Tetap Terapkan Aturan Keselamatan
Meski membiarkan anaknya bermain dengan reptil, Jepi tetap menerapkan aturan ketat. Ia hanya mengizinkan Caca berinteraksi dengan ular tidak berbisa atau yang memiliki bisa ringan.
“Saya terus mengedukasi mana ular berbahaya dan mana yang aman. Ular berbisa tidak boleh disentuh. Syukurnya anak saya cepat paham,” tegasnya.
Kini, Caca bercita-cita menjadi pawang ular profesional. Jepi mendukung impian tersebut, tetapi tetap menekankan pentingnya pengetahuan, bukan sekadar keberanian.
Zoro sendiri mulai menjadi bagian hidup Caca sejak 2025. Bahkan, ular tersebut sering menemaninya tidur.
“Kadang dia tidur ditemani ularnya. Saya izinkan karena jenisnya tidak berbisa. Untuk ular berbisa, saya larang keras, bahkan untuk sekadar memegang,” jelas Jepi.
Kemampuan Menenangkan Ular
Kemampuan Caca dalam menenangkan ular juga membuat banyak orang kagum. Ular hasil evakuasi yang awalnya stres bisa menjadi tenang saat berada di tangannya.
“Pernah ada ular baru dievakuasi dari rumah warga. Saat Caca pegang, ular itu langsung tenang. Mungkin karena dia sudah terbiasa dan memahami karakter ular,” tambah Jepi.
Pesan dari Panji Petualang
Panji Petualang turut memberikan tanggapan. Ia mengapresiasi keberanian Caca, tetapi mengingatkan agar aksi tersebut tidak memicu fenomena FOMO pada anak-anak lain.
“Aksi Caca bisa memberi pesan positif agar manusia tidak memusuhi alam. Tapi perlu diingat, semua dilakukan dengan pengawasan orang tua yang paham,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Panji juga berharap masyarakat tidak langsung membunuh ular yang masuk ke permukiman.
“Kalau ada ular, jangan langsung dibunuh apalagi dikaitkan dengan hal mistis. Ini bisa jadi sarana edukasi bagi masyarakat,” tutupnya.
(VVR*)









