‘Bumi Dingin’ Baru Ditemukan, Suhunya Lebih Rendah dari Mars

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 30 Januari 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kandidat eksoplanet HD 137010 b, yang dijuluki 'Bumi Dingin' (Foto: NASA)

Ilustrasi kandidat eksoplanet HD 137010 b, yang dijuluki 'Bumi Dingin' (Foto: NASA)

Pasadena, iNBrita.com  – NASA menemukan planet kandidat baru bernama HD 137010 b yang mengorbit bintang mirip Matahari. Kondisi planet ini jauh lebih dingin daripada Bumi, sehingga para ilmuwan menamainya Ice-Cold Earth (Bumi Dingin). Planet ini berjarak sekitar 146 tahun cahaya dari Tata Surya.

HD 137010 b sedikit lebih besar dari Bumi dan memiliki permukaan berbatu. Planet ini hanya menerima kurang dari sepertiga cahaya dan panas dari bintangnya, yang lebih redup dan dingin daripada Matahari. Akibatnya, permukaannya bisa mencapai -68°C, lebih dingin daripada rata-rata Mars yang sekitar -65°C. Jika atmosfernya tidak cukup tebal, planet ini kemungkinan akan diselimuti es.

Baca Juga :  Paripurna DPRD: Wako Sampaikan Tanggapan dan Arah Pembangunan

Meski begitu, para peneliti dari University of Southern Queensland masih menilai peluang adanya air cair dan kehidupan di planet ini belum tertutup. Mereka mengatakan HD 137010 b berada di tepi luar zona layak huni. Jika atmosfernya kaya karbon dioksida, planet ini bisa memiliki suhu yang cukup hangat untuk mempertahankan air cair. Mereka memperkirakan peluang planet ini berada di zona layak huni sekitar 40–51%, tergantung ketebalan atmosfernya.

Baca Juga :  Ridwan Kamil Siap Buktikan Diri Lewat Tes DNA

Para astronom menemukan HD 137010 b melalui metode transit, ketika planet melintas di depan bintangnya dan menyebabkan cahaya bintang sedikit meredup. HD 137010 b menjadi salah satu planet seukuran Bumi pertama yang mengorbit bintang terang mirip Matahari, sehingga para ilmuwan menargetkannya untuk studi atmosfer di masa depan menggunakan teleskop James Webb.

(vvr)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bolivia Hadapi Gejolak Kabinet, Dua Menteri Mundur
Rusia Hantam Ukraina dengan Serangan Drone Besar
Beruang Mengamuk di Fukushima Empat Warga Terluka Parah
Indonesia Runner-up IFA7 World Championship 2026
United Airlines Kembali ke Newark Karena Ancaman Keamanan
Kerinci Sukses Gelar Event Motocross Asia 2026
NASA Konfirmasi Meteor Meledak di Langit Amerika Serikat
Harga Minyak Dunia Turun Usai AS-Iran Sepakati Gencatan Senjata
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 01:00 WIB

Bolivia Hadapi Gejolak Kabinet, Dua Menteri Mundur

Rabu, 3 Juni 2026 - 01:00 WIB

Rusia Hantam Ukraina dengan Serangan Drone Besar

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:00 WIB

Beruang Mengamuk di Fukushima Empat Warga Terluka Parah

Selasa, 2 Juni 2026 - 01:00 WIB

Indonesia Runner-up IFA7 World Championship 2026

Senin, 1 Juni 2026 - 14:00 WIB

United Airlines Kembali ke Newark Karena Ancaman Keamanan

Berita Terbaru

Foto: Gardu Induk 150 kV Margakarya di KIIC, Karawang, yang mendukung pasokan listrik untuk pusat data Microsoft. (Dok. PLN)

Ekonomi

Dolar AS Naik, Nasib Tarif Listrik Jadi Sorotan

Jumat, 5 Jun 2026 - 10:00 WIB

Aplikasi penghasil uang.

Teknologi

Aplikasi Penghasil Uang dari Game yang Sedang Populer

Jumat, 5 Jun 2026 - 08:00 WIB

Honda Brio dan Toyota Agya menjadi pilihan hatchback populer untuk kebutuhan harian di Indonesia.(Gambar dibuat oleh Claude AI)

Teknologi

Honda Brio vs Toyota Agya Pilih Terbaik

Jumat, 5 Jun 2026 - 06:00 WIB

Ilustrasi pengisian BBM dengan campuran bioetanol 5 persen di SPBU sebagai bagian dari kebijakan ESDM (Foto: Pertamina)

Ekonomi

ESDM Wajibkan Bioetanol 5 Persen di SPBU

Jumat, 5 Jun 2026 - 05:00 WIB

Ilustrasi Imam Al Ghazali. Foto: Ilustrasi: Fauzan Kamil

Khasanah

Kisah Imam Al-Ghazali Tokoh Islam Berpengaruh Sepanjang Masa

Jumat, 5 Jun 2026 - 04:00 WIB