Jakarta, iNBrita.com – Beberapa hari terakhir, hujan deras disertai angin kencang tiba-tiba mengguyur Jakarta. Padahal sebelumnya cuaca tampak cerah tanpa tanda-tanda hujan. Sejak Rabu (22/10/2025), hujan lebat disertai petir merata hampir di seluruh wilayah Jakarta. Kondisi ini mengingatkan pentingnya perawatan atap rumah agar terhindar dari kebocoran dan kerusakan.
Kontraktor Rebwild Construction, Wildan, menyebut kebocoran sebagai masalah paling umum saat musim hujan. Penyebabnya bisa dari penutup atap rusak atau cuaca ekstrem seperti angin kencang dan badai.
“Kalau atap bocor, biasanya karena penutup atap rusak atau sambungan longgar. Tapi bisa juga akibat hujan dan angin kencang,” ujar Wildan, Kamis (23/10/2025).
Tanda Atap Mulai Bermasalah
Atap berusia tua atau dipasang tanpa kemiringan tepat lebih mudah rusak. Perhatikan tanda-tanda berikut:
Ada cahaya matahari masuk melalui celah atap.
Plafon basah atau muncul noda air di langit-langit.
Terdengar tetesan air saat hujan deras.
Talang air tersumbat atau rusak.
Rangka atap melemah atau sambungan reng dan kaso longgar.
Langkah Perawatan Atap Sebelum Musim Hujan
Periksa Atap Secara Menyeluruh
Lihat apakah ada celah atau lubang kecil yang tembus cahaya. Itu tanda potensi kebocoran.“Kalau cahaya matahari bisa masuk, artinya bagian itu akan bocor saat hujan,” jelas Wildan.
Bersihkan Saluran Air
Buang daun kering, debu, atau kotoran di talang dan pipa agar aliran air lancar. Penyumbatan bisa menyebabkan air meluap dan merusak atap.Cek Lapisan Waterproofing
Pastikan lapisan anti-air tidak mengelupas. Jika rusak, air bisa meresap ke struktur bangunan.Pastikan Ventilasi Atap Berfungsi
Sirkulasi udara yang baik mencegah kelembaban berlebih yang dapat membuat material atap lapuk atau berjamur.Periksa Rangka Atap Secara Berkala
Amati kondisi reng, kaso, dan sambungan. Jika rumah sudah tua, rangka bisa lapuk atau berkarat.
Jika Atap Sudah Bocor
Segera lakukan perbaikan sementara agar air tidak masuk ke dalam rumah.
Gunakan lapisan anti air seperti Aquaproof untuk menutup area bocor. Setelah itu, panggil kontraktor atau tukang berpengalaman untuk memeriksa rangka dan sambungan secara menyeluruh.
“Segera aplikasikan waterproofing dan hubungi ahli untuk evaluasi kondisi atap,” saran Wildan.
Agar Rumah Aman Selama Musim Hujan
Cek kondisi atap setiap 3–6 bulan sekali.
Gunakan material atap dan waterproofing berkualitas.
Pastikan talang dan pipa pembuangan bersih agar air mengalir lancar.
Waspadai angin kencang dan hujan ekstrem yang dapat merusak atap.
Perawatan rutin mencegah kebocoran dan kerusakan besar. Bersihkan lumut, ranting, dan kotoran di genteng agar atap tetap kuat. Dengan langkah sederhana ini, rumah akan tetap aman dan nyaman sepanjang musim hujan.
(VVR)














