Jakarta, iNBrita.com – Eropa memiliki banyak istana megah, salah satunya Istana Praha (Prague Castle) di Republik Ceko. Bangunan ini berdiri kokoh selama lebih dari 1.000 tahun dan tercatat sebagai kompleks istana terbesar di dunia menurut Guinness World Records, dengan luas mencapai 45 hektare.
Terletak di kota Praha, kompleks ini termasuk dalam situs warisan dunia UNESCO karena menyimpan sejarah panjang dan arsitektur klasik yang masih terjaga. Awalnya, istana ini hanyalah benteng kecil dari kayu di atas bukit di tepi Sungai Vltava.
1. Awal Mula Berdirinya Istana Praha
Sekitar tahun 920 M, Pangeran Bořivoj dari keluarga Premyslides membangun Basilika Santo George dengan gaya arsitektur Romanesque. Gereja ini dulu berfungsi sebagai biara, namun kini telah menjadi museum seni.
Tak lama kemudian, ia juga mendirikan Katedral St. Vitus pada 930 M, yang berfungsi sebagai tempat penobatan raja Bohemia serta makam para raja dan santo.
2. Era Kejayaan di Bawah Raja Charles IV
Pada abad ke-14, Raja Charles IV melakukan renovasi besar-besaran. Ia memperluas kompleks istana, memperkuat benteng, dan memperindah Katedral St. Vitus dengan gaya Gotik seperti katedral megah di Prancis.
Pembangunan berlanjut di masa Wenceslas IV, namun Perang Hussite (1419–1434) menyebabkan sebagian bangunan rusak parah.
3. Dinasti Jagellons dan Pembangunan Ulang Istana
Setelah perang berakhir, Dinasti Jagellons membangun ulang Istana Praha pada 1483. Mereka memperkokoh benteng dan menambah menara pertahanan seperti Menara Daliborka, Menara Putih, Menara Selatan, dan Menara Mesiu.
Selain itu, mereka memperluas aula kerajaan dan memasang jendela besar bergaya Renaisans yang mencerminkan arsitektur modern Eropa kala itu.
4. Sentuhan Seni di Masa Raja Rudolf II
Memasuki abad ke-16, istana semakin megah. Dibangun lapangan tembak, taman luas, dan rumah-rumah baru di sisi selatan.
Raja Rudolf II kemudian menjadikan Istana Praha sebagai pusat kerajaan dan seni. Ia menambah Aula Spanyol (Spanish Hall) untuk menyimpan koleksi seni dan benda berharga miliknya.
5. Masa Kemunduran dan Pemulihan Kembali
Pada abad ke-18, istana sempat terbengkalai karena pusat pemerintahan berpindah ke Wina. Namun, Kaisar Ferdinand V kemudian memulihkan kembali beberapa ruangan, termasuk Aula Spanyol dan ruang seni, agar kembali berfungsi.
Setelah berdirinya Republik Ceko tahun 1918, arsitek Josip Plecnik merenovasi istana agar bisa digunakan sebagai kediaman kepala negara.
6. Dibuka untuk Umum dan Jadi Ikon Wisata Dunia
Sejak tahun 1989, Istana Praha resmi dibuka untuk publik. Wisatawan kini dapat menjelajahi taman kerajaan, aula besar, Golden Lane, dan istana lama.
Kini, kompleks ini menjadi kantor dan kediaman resmi Presiden Republik Ceko sekaligus ikon wisata bersejarah dunia.
Bangunan penting di dalam kompleks mencakup Katedral St. Vitus, Basilika Santo George, Golden Lane, menara pertahanan, dan taman megah yang memancarkan keindahan arsitektur Eropa klasik.
(VVR*)













