Jakarta, iNBrita.com – Kini banyak bank, baik swasta maupun Himbara, menawarkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk renovasi rumah, bukan hanya pembelian. Skemanya mirip dengan KPR biasa. Meski praktis, pemilik rumah tetap perlu menimbang apakah KPR lebih untung daripada tabungan pribadi.
Ketua IAI Jakarta, Teguh Aryanto, mengatakan biaya renovasi terus naik tiap tahun karena harga bahan bangunan dan upah tukang meningkat. Ia menyarankan agar renovasi dilakukan segera, jangan ditunda.
“Kalau sekarang punya Rp 200 juta, cukup. Tahun depan mungkin sudah tidak. Biaya bangunan pasti naik,” ujarnya.
Saat ini upah tukang harian sekitar Rp 200.000–250.000 per hari, sedangkan borongan mencapai Rp 400.000–500.000 per meter persegi.
Teguh menilai, pakai tabungan lebih hemat karena KPR memiliki bunga tinggi. Namun, jika tabungan belum cukup, KPR bisa jadi pilihan agar renovasi tidak tertunda.
(VVR*)














